TRIBUNNNEWSMAKER.COM - Sikap aktris Sheila Dara Aisha setelah kepergian sang suami, Vidi Aldiano, menjadi sorotan publik.
Seperti diketahui, dunia hiburan Tanah Air tengah berduka setelah Vidi Aldiano meninggal dunia pada 7 Maret 2026.
Kepergian penyanyi yang dikenal luas dengan sejumlah lagu populer itu meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para penggemarnya.
Duka yang mendalam juga dirasakan oleh sang istri, Sheila Dara.
Saat prosesi pemakaman berlangsung, Sheila Dara terlihat memilih bersikap diam tanpa banyak memberikan pernyataan kepada publik.
Sikap tersebut kemudian menjadi perhatian warganet dan memicu berbagai reaksi di media sosial.
Ada yang mempertanyakan sikapnya, namun tidak sedikit pula yang menilai bahwa reaksi tersebut merupakan hal yang wajar bagi seseorang yang sedang berduka.
Baca juga: Unggahan Terakhir Vidi Aldiano Sebelum Meninggal, Duta Persahabatan Singgung soal Kesedihan Mendalam
Banyak pihak menilai Sheila Dara kemungkinan sedang merasakan kehilangan yang sangat besar sehingga memilih untuk menenangkan diri.
"Sikap diam Sheila Dara usai kepergian Vidi Aldiano menjadi sorotan. Seorang psikolog beberkan alasan di baliknya."
Sejumlah pengamat dan psikolog juga menjelaskan bahwa sikap diam sering kali menjadi salah satu bentuk respons emosional ketika seseorang mengalami kehilangan orang yang sangat dicintai.
Dalam kondisi duka mendalam, seseorang bisa memilih berbagai cara untuk mengekspresikan perasaannya, termasuk dengan tidak banyak berbicara.
Karena itu, sikap Sheila Dara dinilai sebagian pihak sebagai bentuk kesedihan yang sangat mendalam setelah kehilangan sosok suami tercinta.
Kepergian Vidi Aldiano sendiri memang meninggalkan luka yang mendalam, terutama bagi keluarga yang selama ini hidup berdampingan dengannya.
Psikolog Sani Budiantini Hermawan pun memberikan pandangannya soal sikap diam Sheila Dara. Menurutnya, hal itu adalah sesuatu yang wajar.
Sebab, tidak mudah bagi seseorang menghadapi grieving process, yaitu di mana saat seseorang sedang dalam proses berduka.
Bahkan ia menyebut jika tiga bulan pertama adalah fase yang paling berat. Di dalam proses berduka seringkali melibatkan tahapan seperti penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi, dan penerimaan.
Baca juga: Sosok Sabrina Farhana Istri Aditya Founder Nussa Rara, Terseret Isu Selingkuh, Tutup Kolom Komentar
"Memang grieving process itu masa yang tidak mudah."
"Tiga bulan itu masa yang paling berat, di mana ketika kita kehilangan pasangan," ujar Sani, dikutip dari Tribun Seleb.
Menurut Sani, dukungan dari keluarga menjadi sesuatu yang penting bagi Sheila. Terlebih saat melewati masa-masa kehilangan yang sangat berat.
"Jadi biasanya kita juga mengunjungi makam, kita ada bersama keluarga terdekat untuk dampingi, karena begitu beratnya atau susahnya proses kedukaan itu berlangsung," bebernya.
Ia menambahkan bahwa proses berduka harus dituntaskan dan setiap orang berhak untuk mengekspresikan dengan caranya sendiri.
Pun tidak boleh ada orang yang menyalahkan atas ekspresi dari setiap kedukaan.
"Makanya grieving process itu harus dituntaskan."
"Kedukaan itu adalah hak setiap orang untuk mengekspresikannya dan tidak salah.
Dan tidak boleh ada orang yang menyalahkan atas ekspresi dari setiap kedukaan," tambahnya.
Setelah sikap diam Sheila Dara usai kepergian Vidi Aldiano menjadi sorotan, psikolog beberkan alasan di baliknya.
Termasuk dengan masa duka setiap orang yang bisa diekspresikan dengan cara yang berbeda-beda.
(Tribunnewsmaker.com/Grid.id)