Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Mulai besok, Jumat (13/3/2026) berbagai jenis kendaraan roda empat, roda enam dari arah Medan ke Banda Aceh setiba dekat jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang Bireuen akan dialihkan ke jalur alternatif ke jembatan Awe Geutah Paya – Teupin Reudeup, Peusangan Selatan.
Sedangkan kendaraan dari arah Banda Aceh masih bisa melintasi jembatan tersebut.
Rekayasa lalu lintas atau pengalihan jalur dilakukan agar arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H berjalan lancar dan juga menjaga ketertiban serta keawetan jembatan.
Hal tersebut kembali disampaikan Asisten Barang Milik Negara (BMN).Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Satker Wilayah 1, Fachruddin kepada Serambinews.com, Kamis (12/3/2026) agar para pelintas dapat memaklumi.
Langkah ini diambil untuk mencegah antrean panjang dan kemacetan yang biasanya terjadi saat volume kendaraan meningkat tajam menjelang hari raya.
Dijelaskan, pengalihan jalur utamanya mengatasi kemacetan waktu mudik lebaran, maka terpaksa membuka jalur Awe Geutah Paya – Teupin Reudeup.
“Kalau dari Medan melalui jalur Awe Geutah, sedangkan dari Banda Aceh masih tetap ke jembatan Kutablang,” ujarnya.
Menjawab Serambinews.com berapa lama pengalihan, Fachruddin mengatakan, hasil koordinasi dengan berbagai tim teknis dan Satlantas, pengalihan arus lalu lintas tersebut tergantung kondisi dan bisa berlangsung lama.
“Mungkin 10 hari, 15 atau lebih kami melihat situasinya di lapangan dan mungkin berlanjut terus karena jembatan tersebut truk yang melintas banyak melebihi tonase,” ujarnya.
Diharapkan kepada pengendara untuk tertib muatan, tonase tidak lebih dari 30 ton, dengan tertib muatan teknisi juga tidak kalang kabut.
Dimana selama ini, maintenance setiap hari perbaiki lantai dan buka tutup.
“Bagi pengusaha yang bergerak di bidang angkutan agar muatan mohon dibatasi jangan lebih dari 30 ton,
tolong perhatian dengan baik. Setelah jembatan baru rampung sudah bebas,” ujarnya.
Disebutkan, selama beberapa hari ke depan, kata Fachruddin, tim teknis yang setiap hari memperbaiki jembatan libur dan pulang kampung, mencegah jembatan rusak maka diharapkan kendaraan agar tonasenya tidak lebih dari 30 ton.
Kasat Lantas Polres Bireuen, AKP Aditya kepada Serambinews.com mengatakan, bahwa mulai Jumat, 13 Maret
2026, arus kendaraan akan dibagi melalui dua jalur alternatif yakni, Jembatan Bailey Kutablang dan Jembatan Bailey Awe Geutah.
Baca juga: Cegah Kerusakan Jembatan Kutablang, Truk Muatan Lebih 30 Ton Terancam KIR, STNK dan SIM Ditahan
Arah Banda Aceh → Medan: Kendaraan diarahkan melalui Jembatan Bailey Kutablang dengan sistem satu arah (one way).
Batas tonase maksimal 30 ton dan tinggi kendaraan maksimal 4 meter.
Arah Medan → Banda Aceh: Kendaraan dialihkan ke Jembatan Bailey Awe Geutah dengan sistem satu arah (one way).
Batas tonase maksimal 10 ton.
Kendaraan khusus seperti truk sumbu tiga, ambulance, mobil pemadam kebakaran, pengangkut BBM, sembako, serta iring-iringan jenazah dari arah Medan tetap diperbolehkan melewati Jembatan Kutablang dengan
sistem buka-tutup sesuai kondisi di lapangan.
AKP Aditya menegaskan, pengendara wajib mematuhi arahan petugas, tidak saling mendahului, dan tetap berada di jalurnya masing-masing demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu
lintas (kamseltibcar lantas).
Rekayasa lalu lintas di Jembatan Kutablang dan Awe Geutah adalah upaya strategis untuk mengantisipasi
lonjakan kendaraan menjelang Idul Fitri.
Dengan pembagian jalur, sistem satu arah, serta pengaturan khusus bagi kendaraan vital tersebut, diharapkan arus mudik di Kabupaten Bireuen berjalan lancar, aman, dan nyaman.(*)