Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Banjir bandang pada akhir November 2025 menyisakan kerusakan yang sangat parah pada sektor pertanian dan perkebunan di Aceh Tamiang.

Ribuan keluarga yang selama ini menggantungkan hidupnya pada sektor ini mulai resah kehilangan sumber mata pencaharian.

Hal ini disebabkan lumpur yang merendam lahan pertanian dan perkebunan sudah mengeras dan membentuk tanah keras.

“Lumpurnya sudah mengeras, sudah menimbun lahan kami,” kata Mulkan, warga Karangbaru, Kamis (12/3/2026).

Lahan seluas kurang lebih tujuh rante ini telah menjadi andalan Mulkan untuk menghidupi keluarganya sejak dua tahun terakhir. 

Mirisnya, hantaman banjir yang terjadi pada 26 November 2025 ini, persis saat padi sudah siap panen.

“Seharusnya sudah panen, tapi karena hujan terus, kami tunda. Ternyata belum rezeki karena kena banjir bandang,” ungkapnya.

Persoalan yang sama dialami sejumlah pekebun kelapa sawit. 

Tidak sedikit perkebunan kelapa sawit porak-poranda karena hantam banjir menumbangkan seluruh tanaman.

Baca juga: Aceh Tamiang Sepakat Terapkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

“Hampir semuanya tumbang, kalaupun ada yang hidup sudah tidak bagus lagi,” kata Mardi, pekebun di Tenggulun, Aceh Tamiang.

Di areal ini masih terlihat ratusan batang pohon kelapa sawit mati tertimbun lumpur. Hamparan lumpur ini sudah menjelma jadi gurun tandus yang tidak lagi menjanjikan bagi pekebun.

“Terus selanjutnya kami ini bagaimana, apa memang tidak bantuan untuk kami memperbaiki kebun,” tanyanya.

Pemkab Aceh Tamiang sendiri dalam rilisnya mencatat kerusakan sawah mencapai 8.161 hektare, di mana 6.200 hektare di antaranya masuk kategori rusak parah.(*)

Baca Lebih Lanjut
PMI bantu alat kebersihan untuk sekolah terdampak di Aceh Tamiang
Antaranews
PMI bantu kerahkan alat berat bersihkan lingkungan di Aceh Tamiang
Antaranews
Satgas Klaim Lumpur di Sumbar Sudah Bersih 100 Persen, Aceh dan Sumut Masih Berproses
Muhammad Zulfikar
Chord dan Lirik Lagu Samudera Mengering - Jikustik
Ventrico Nonutu
Tangis dan Pelukan Haru Iringi Penyaluran Zakat BFLF untuk Korban Banjir Bandang di Aceh Tamiang
Mursal Ismail
Masyarakat Sekerak Aceh Tamiang Butuh Jeriken dan Ember untuk Angkut Air Bersih
Saifullah
AIGMI donasikan instalasi gas medik Rp1,16 miliar ke RSUD Aceh Tamiang
Antaranews
Longsor Sempat Tutup Jalan di Campursari Kejajar Wonosobo, Lahan Pertanian Warga Ikut Tertimbun
Rustam Aji
APTFI Bersama Mitra Gelar Bakti Sosial di Kampung Durian Aceh Tamiang
Muhammad Hadi
Korban Banjir di Matang Cincin Aceh Tamiang Dapat Bantuan Alat Dapur dari Unsam
Muhammad Hadi