TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN- Warga ramai-ramai berburu pakaian bekas atau pakaian Cap Karung (Cakar) menjelang hari lebaran di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Jum'at (12/3/2026).

Kompleks Pasar Cakar  ini menempat ruas Jl Tamajarra, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali.

Menyediakan pakaian bekas beragam jenis, termasuk celana, sepatu, tas, topi bermerek dengan harga terjangkau.

Baca juga: Polresta Mamuju dan PHBI Larang Warga Takbiran Keliling Lebaran 2026

Baca juga: Bulog Polman Salurkan 2 Ton Beras dan Minyak Goreng 600 Liter, Operasi Pasar Jelang Lebaran

Warga memilih pasar Cakar ini untuk menyiasati tingginya biaya hidup selama Ramadhan dan menjelang lebaran.

Ramai-ramai berburu pakaian bekas, berdesakan bahkan saling berebut demi mendapatkan pakaian bermerek.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, warga dari kalangan usia seperti anak remaja hingga emak-emak datang berburu pakaian bekas.

Mereka nampak membongkar tumpukan pakaian bekas, memilih yang cocok dengan ukuran masing-masing.

Tak hanya masyarakat umum, sejumlah pegawai juga turut berburu pakaian bekas di kawasan ini.

Pakaian bekas layak pakai ini menjadi alternatif utama masyarakat, terutama saat kebutuhan hidup meningkat jelang hari raya. 

Para pedagang pun ikut merasakan berkahnya, omzet mereka meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.

Salah satu pengunjung bernama Jalil mengaku rutin berburu pakaian bekas menjelang lebaran.

"Saya biasa kalau sudah jelang Lebaran pasti berburu cakar, karna harganya terjangkau dan berkualitas, lumayan kalau dapat pakaian bermerek bisa dipakai lebaran," ungkap Jalil kepada wartawan.

Dia mengatakan untuk menemukan pakaian bermerek dibutuhkan kesabaran dan ketelitian.

Membongkar tumpukan pakaian Cakar yang baru saja dikeluarkan pedagang dari karung bal.

Jalil mengaku lebih memilih pakaian bekas karena harganya jauh lebih murah dibanding pakaian baru di toko.

"Kalau celana Rp50 ribu, baju ada Rp 35 ribu, harganya terjangkau dan kualitasnya juga cukup bagus," ungkapnya.

Dia bercerita, beberapa warga bahkan berhasil mendapatkan pakaian branded dengan harga murah.

Hal ini menjadi pembeda dengan pakaian baru, ini memberi keuntungan besar bagi pembeli.

Lonjakan pembeli menjelang lebaran membuat omzet para pedagang meroket, menjadi berkah tersendiri di tengah naiknya kebutuhan pokok.

"Jelang lebaran ini, ada tiga bal celana jens saya datang dari Pare-Pare, Sulsel, karena sudah tau bakalan ramai pengunjung," kata salah satu pedagang, Adul kepada wartawan.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli 

Baca Lebih Lanjut
Takut Telat Tiba, Warga Mamuju Pilih Belanja Baju Lebaran di Mall Ketimbang Online
Nurhadi Hasbi
Emak-emak di Karimun Rela Datang ke Bank Sejak Pagi Demi Tukar Uang Baru Buat Lebaran
Septyan Mulia Rohman
Ide Ngabuburit Jelang Lebaran 2026, Belanja hingga Iftar Bersama di Jakarta Premium Outlets
Poetri Hanzani
Tahun Kelima, Keuchik Lamteumen Timur, Riazil Kembali Bawa 62 Anak Yatim 'Berburu' Baju Lebaran
Misran Asri
Alasan Pria di Cianjur Nekat Curi Labu Siam, Ibunya yang Sudah Renta Minta Buka Puasa Pakai Sayur
Rr Dewi Kartika H
Ada Dua Pasar Murah Dua Lokasi di Parigi Moutong, Antisipasi Inflasi Jelang Idul Fitri 2026
Fadhila Amalia
Kisah Sedih Esih di Pasar Kalipucang Pangandaran: 20 Tahun Jualan Baju, Kini Nangis Sepi Pembeli
Ravianto
3 Provinsi Biaya Hidup Termahal di Sumatera 2025, Daerah Kepulauan Rogoh Kocek Dalam 
Yandi Triansyah
Berburu Diskon Lebaran 5 Mal di Jogja: Promo Rp 50 Ribu sampai Diskon 70 Persen
Joko Widiyarso
GEBRAK MEJA! Dedi Mulyadi Marah Tahu Cucun Diam Saja saat Kakaknya Dianiaya usai Curi Labu Siam
Ahmadshalsamalkhaponda