TRIBUNTRENDS.COM - Drama dugaan perselingkuhan yang menyeret nama selebgram Cindy Rizap dengan dokter Riky Febriansyah Saleh suami dari mantan artis cilik legendaris, Maissy kini memasuki babak baru yang lebih mengejutkan. Tak lagi sekadar isu asmara terlarang di Jepang, kini tabir gelap masa lalu Cindy saat menempuh pendidikan kedokteran mulai dikuliti oleh rekan seangkatannya sendiri.
Dunia kedokteran yang dikenal penuh perjuangan dan kurang tidur, diduga dilewati Cindy dengan cara pintas. Seorang sumber yang mengaku sebagai rekan seangkatannya membongkar praktik joki jaga malam yang dilakukan sang selebgram selama masa koas di rumah sakit.
Bukan angka sembarangan, tarif yang ditawarkan Cindy untuk menggantikan posisinya saat shift malam disebut-sebut mencapai angka fantastis. Saking rutinnya praktik ini dilakukan, sang joki dikabarkan meraup keuntungan besar hingga mampu membeli aset pribadi.
"Aku seangkatan kak ama cindy rizap, dah terkenal juga faktanya dia kalo koas ga pernah jaga malam karna slalu bayar orang," ungkap sumber tersebut melalui pesan singkat yang viral.
Rahasia umum di lingkungan kampusnya menyebutkan bahwa praktik ini paling sering terjadi saat mereka bertugas di stase anak, khususnya di RS Tarakan. Dalam sebuah tangkapan layar percakapan antar dokter, terungkap bahwa biaya satu kali shift pengganti mencapai Rp1 juta.
Uang "tutup mulut" dan jasa tenaga tersebut ternyata menjadi ladang rezeki bagi temannya yang bersedia menjadi joki. Akumulasi dari bayaran konsisten tersebut dikabarkan cukup untuk membeli satu unit sepeda motor secara tunai.
"Per shift bayar sejuta?," tanya seorang rekan dokter memastikan.
"Iyaaa betul. Temennya ampe bisa beli motor. Gegara jokiin dia di anak tarakan dok," balas rekan Cindy lainnya.
Baca juga: Maissy Muncul di Tengah Isu Suami dan Cindy Rizap, Unggah Pesan Soal Kondisinya
Meski di media sosial Cindy kerap membangun citra sebagai mahasiswi yang tekun belajar, realita di lapangan justru berbanding terbalik. Absennya Cindy dari praktik langsung di rumah sakit membuatnya sering kali tak berkutik saat berhadapan dengan dokter konsulen.
Sumber yang sama menyebutkan bahwa Cindy sering gagal menjawab pertanyaan medis yang bersifat mendasar karena kurangnya pengalaman klinis akibat terlalu sering mengandalkan joki.
"Semua yg dia post di sosmed dia belajar itu sebenernya ga bener wkwk karna buktinya kalo ditanya hal basic ama konsulen aja dia gabisa," tambah sumber itu.
Baca juga: Viral Cindy Rizap, Rekan Seangkatan Sebut Joki Koas Dibayar Mahal per Shift
Tak hanya soal joki, perjalanan akademik Cindy juga dikabarkan sempat tersendat. Ia disebut pernah terlambat lulus pada masa preklinik dan harus mengulang selama dua semester akibat tidak lulus di salah satu blok mata kuliah.
Ironisnya, meski dugaan pelanggaran etika ini sudah menjadi rahasia publik di kampusnya, pihak institusi disebut sulit mengambil tindakan tegas. Ada dugaan kuat bahwa latar belakang keluarga dan privilese tertentu membuatnya seolah "tak tersentuh" oleh sanksi Drop Out (DO).
"Ga berani speakup telalu banyak karna kampus sepertinya ga bakal DO dia kak soalnya ortunya punya previllage.. maap ya kak," pungkas sumber tersebut.
Hingga saat ini, pihak Cindy Rizap maupun pihak kampus terkait belum memberikan klarifikasi resmi mengenai tudingan miring yang merusak citra calon tenaga medis tersebut.