TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pelabuhan Gilimanuk di Jembrana, Bali, didera kemacetan parah dengan antrean kendaraan yang mengular hingga puluhan kilometer saat arus mudik.
Kondisi ini dipicu oleh lonjakan masif masyarakat yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sayangnya, keterbatasan kapasitas dermaga dan jumlah kapal di lintas Gilimanuk–Ketapang diperburuk oleh perilaku tidak disiplin sejumlah pengemudi.
Aksi "ngeblong" atau menyerobot jalur yang dilakukan oknum pengendara di tengah kepadatan menjadi faktor utama yang mengunci pergerakan arus lalu lintas dan memicu ketegangan antar-pengguna jalan.
Baca juga: Jika Terjadi Kemacetan di Gilimanuk Saat Mudik, ASDP Akan Terapkan Skema Khusus
Guna meredam kekacauan tersebut, Polda Bali mengerahkan personel secara masif untuk melakukan rekayasa lalu lintas di titik-titik krusial.
Polisi secara tegas menghalau kendaraan yang mencoba keluar dari barisan antrean untuk menyerobot jalur kanan.
Selain pengaturan di lapangan, penyekatan kendaraan bersumbu tiga ke atas juga dilakukan mulai dari wilayah Denpasar, Badung, hingga Tabanan.
Kendaraan besar ini diarahkan menuju buffer zone untuk menerapkan delay system agar volume kendaraan tidak tumpah secara bersamaan di area pelabuhan.
Petugas kepolisian yang berpatroli dengan kendaraan roda dua harus menyisir barisan antrean untuk membangunkan para sopir yang tertidur di balik kemudi.
Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada celah kosong dalam antrean yang berpotensi dimanfaatkan oleh penyerobot jalur atau menghambat laju kendaraan.
Karo Ops Polda Bali, Kombes Pol. Soelistijono, S.I.K., M.H., menyatakan bahwa pihaknya tengah berupaya keras mengimbangi volume kendaraan dengan kelancaran proses bongkar muat.
Salah satunya melalui penerapan pola Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) di Pelabuhan Ketapang untuk mempercepat rotasi kapal.
“Polda Bali bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya mengurai kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk melalui berbagai langkah, mulai dari pengaturan dan rekayasa lalu lintas hingga penerapan sistem penundaan kendaraan,” ujar Kombes Pol. Soelistijono, pada Senin 16 Maret 2026.
Pihak kepolisian juga memberikan peringatan keras bagi para pengemudi yang mencoba mengambil keuntungan dengan memotong jalur antrean.
Menurutnya, ketidaksabaran satu pengemudi dapat berdampak pada kemacetan panjang bagi ribuan orang lainnya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tertib, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta menjaga keselamatan selama perjalanan. Jangan ada yang menyerobot antrean karena itu hanya akan memperparah situasi dan memicu konflik di lapangan," paparnya.
Hingga saat ini, Polda Bali terus menegakkan Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Pengaturan Lalu Lintas Lebaran 2026.
Sinergi antara ketegasan petugas di lapangan dan disiplin para pemudik diharapkan mampu mengurai benang kusut di Gilimanuk agar arus mudik tahun ini tetap berjalan aman tanpa insiden yang berarti. (*)