TRIBUNJATIM.COM - Sosok Zainal sudah 8 tahun menjadi tukang tambal ban.
Ia memiliki bangunan semi permanen di tepi Jalan R.E Martadinata, Kelurahan Mlajah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Tiap hari, Zainal menangani setiap motor yang menepi dan datang ke lapaknya, demi menafkahi keluarga kecilnya.
Entah untuk menambal ban yang bocor, atau mengganti oli.
Baca juga: Sosok Siti Aisyah Kerja Jadi Tukang Tambal Ban Truk Demi Hidupi 5 Anak, Pekerjaan Penuh Risiko
Dulu Zainal pernah menjadi pengamen.
Ia pun tak ingin kembali ke masa tersebut.
"Saya dulu pernah kerja lebih sulit dari ini. Dari ngamen bahkan sampai ngemis, saya tidak mau seperti itu lagi."
"Makanya meski bengkel ini sederhana, saya harus tetap semangat. Karena ini ladang saya mencari nafkah," kata Zainal, Minggu (15/3/2026), melansir dari Kompas.com.
Membangun gubuk dari material seng berukuran 2x2 meter itu bukan perkara mudah bagi Zainal.
Tempat itu ia rintis sejak tahun 2018, dengan mengumpulkan modal dari hasil kerjanya sebagai pekerja migran di Malaysia.
"Tahun 2015 saya berangkat ke Malaysia jadi TKI di sana. Lalu tahun 2018 pulang. Memang niat saya ingin buka usaha sendiri dari uang yang saya kumpulkan selama di Malaysia," ujar Zainal.
Hasil kerja dari Negeri Jiran itulah yang ia tabung.
Di masa itu, dia berhasil mengumpulkan uang Rp 20 juta, yang dia pakai untuk modal usahanya kini.
Dari gubuk sederhana itulah, kini Zainal mampu membiayai isteri dan dua anaknya yang masih kecil dan mulai masuk sekolah.
Tak ada kata lain selain ucapan syukur atas apa yang didapatnya sekarang.
"Alhamdulillah setiap hari itu dapat sekitar Rp 200 ribu. Tapi ya harus buka dari jam 07.00 sampai jam 21.00 malam," kata dia.
Banyaknya bengkel modern yang ada saat ini bertebaran di Bangkalan tak membuat Zainal gentar untuk mencari nafkah dari bengkelnya.
Menurut dia, setiap tempat usaha memiliki pasarnya masing-masing.
"Meskipun saya tetap mengerjakan semuanya secara tradisional, alhamdulillah pelanggan tetap banyak datang," kata dia.
Bahkan, ia mengaku pelanggannya juga meningkat saat menjelang lebaran.
Hal itulah yang membuat dia kian bersemangat untuk terus menjalankan usahanya setiap hari.
"Kalau jelang lebaran begini bisa dapat Rp 250 ribu bahkan lebih karena orang banyak servis dan ganti oli juga," ungkap dia.
"Hidup itu harus memiliki tujuan. Saat ini ya tujuan saya bisa mencukupi kebutuhan keluarga. Apalagi anak-anak mulai sekolah," kata dia lagi.
Semangat Zainal yang tinggi membuatnya tak pernah ambil libur, kecuali saat sakit. Menurut dia, selain untuk mencari rejeki, ia memiliki tanggungjawab pada pelanggannya.
"Kalau saya libur rasanya hati tidak tenang. Saya takut pelanggan kadung datang ke sini dan ternyata tutup. Mereka akan kecewa. Apalagi jika mereka kondisi bannya bocor, kan kasihan," ucap dia.
Tak hanya itu, Zainal juga tak ingin kehilangan mata pencariannya akibat bermalas-malasan.
Ia mengaku cuma tak ingin kembali bekerja serabutan dan kebingungan mencari pekerjaan.
Baca juga: Tukang Tambal Ban Minta Bayaran Rp 50 Ribu ke Pemilik Kendaraan yang Pelat Nomornya Terbawa Banjir
Polres Blitar Kota menyediakan layanan penitipan kendaraan gratis dan tambal ban gratis untuk para pemudik pada Hari Raya Idul Fitri 2026.
Layanan penitipan kendaran gratis dan layanan tambal ban gratis dibuka bersamaan Operasi Ketupat Semeru 2026 mulai 13-25 Maret 2026.
"Inovasi Polres Blitar Kota saat arus mudik Lebaran, yaitu, ada layanan tambal ban gratis dan layanan penitipan kendaraan gratis untuk warga yang mudik," kata Kalfaris, Sabtu (14/3/2026).
Kalfaris mengatakan, layanan tambal ban gratis akan stand by di Pos Pelayanan Operasi Ketupat Polres Blitar Kota di Taman Pecut, Kota Blitar.
Tapi, layanan tambal ban gratis ini sifatnya dinamis, tidak statis. Ada tim yang disiapkan untuk mendatangi lokasi pemudik yang mengalami masalah pada ban kendaraan.
"Jika ada laporan dari masyarakat terutama pemudik terkait ban kendaraan, tim akan meluncur. Masyarakat bisa menghubungi layanan 110 kalau ada kendala soal ban kendaraan saat arus mudik," ujarnya.
Sedang untuk layanan penitipan kendaraan gratis untuk pemudik, kata Kalfaris, sudah disiapkan tiga tempat.
Tiga tempat penitipan kendaraan gratis untuk pemudik, yaitu, di Mako Polres Blitar Kota, Polsek Sananwetan, dan Polsek Srengat.
"Penitipan kendaraan gratis untuk pemudik ini baik roda dua maupun roda empat. Sebelum dititipkan, kami akan cek kondisi kendaraan dan kelengkapan administrasi kendaraan," ujarnya.
"Nanti, untuk pengambilan, pemilik kendaraan sendiri yang mengambil. Layanan penitipan kendaraan gratis saat ini sudah dibuka," pungkasnya.