Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Rekonstruksi lanjutan kasus kematian Lucky Reynaldi Kristian Sanu dan Delfi Foes memasuki adegan tempat kejadian perkara (TKP) 5 di Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Senin (16/3/2026).
Pada adegan ini, terdapat dua versi keterangan yang disampaikan dalam rekonstruksi oleh tersangka.
Dalam keterangan pertama, dua tersangka yakni Ficram dan Jefans menggunakan sepeda motor berwarna merah tua mengejar korban dari arah Bundaran PU menuju Pulau Indah.
Saat itu, korban Lucky mengendarai sepeda motor Honda Beat warna putih dengan nomor polisi DH 3459 AZ, sementara Delfi Foes berada di belakang sebagai penumpang.
Keduanya kemudian melintas di Jalan Sam Ratulangi. Dalam rekonstruksi digambarkan, motor tersangka mendekati kendaraan korban dengan jarak sangat dekat.
Motor tersangka Ficram berada di sisi kanan sepeda motor korban, sementara tersangka Jefans Bones berada di belakang kendaraan korban dengan jarak sekitar 10 meter.
Di belakang rombongan tersebut, terdapat pula saksi Andy yang berboncengan dengan Brian menggunakan sepeda motor hitam.
Ketika posisi motor tersangka sudah sangat dekat dengan kendaraan korban, tersangka Ficram dan Jefans Bones sempat berteriak kepada korban dengan mengatakan, “We berhenti, we berhenti.”
Namun korban tetap melaju.
Baca juga: Rekonstruksi Kasus Kematian Lucky Sanu dan Delfi Foes Dilanjutkan Hari ini di TKP Utama
Dalam adegan rekonstruksi tersebut juga diperagakan tersangka Ficram Bones kemudian menendang menggunakan kaki kiri ke arah pijakan kaki bagian kanan sepeda motor yang dikendarai Lucky Sanu.
Tendangan tersebut dilakukan satu kali.
Sementara itu, dalam keterangan kedua, kedua tersangka membantah telah menendang sepeda motor korban.
Menurut keterangan tersangka Ficram Bones dan Jefans Bones, korban Lucky Sanu dan Delfi Foes justru menoleh ke belakang secara bersamaan sebelum akhirnya terjatuh dari sepeda motor.
Keterangan ini juga disebut didukung oleh keterangan salah satu saksi dalam perkara tersebut.
Rekonstruksi yang berlangsung di lokasi tersebut juga menarik perhatian warga sekitar. Banyak warga tampak memadati area rekonstruksi untuk menyaksikan jalannya proses tersebut.
Bahkan sebagian warga terlihat naik ke atas tembok dan pohon di sekitar lokasi agar dapat melihat lebih jelas jalannya rekonstruksi yang dilakukan aparat kepolisian.
Dalam proses rekonstruksi itu, warga dan keluarga korban juga beberapa kali terdengar meneriaki saksi maupun tersangka saat memperagakan adegan kejadian tersebut. (uan)