Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Kasus kematian Sopiah binti Sahamin (22) perempuan yang ditemukan di jurang kawasan Liku 9 Jalan Lintas Gunung Kepahiang, Bengkulu pada Selasa (10/3/2026).
Mayat Sopiah ditemukan di pinggir jurang Jalan Lintas Gunung Kepahiang, di tengah tumpukan sampah-sampah oleh masyarakat yang melintas di lokasi kejadian.
Jenazah Sopiah yang merupakan warga Desa Sungai Pinang, Kabupaten Musi Rawas, telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani autopsi, pada Rabu (11/3/2026).
Diketahui sebelum ditemukan tewas tersebut Sopiah sudah tidak pulang kerumah sejak sejak Kamis (5/3/2026).
"Ceritanya saat sahur dia bekerja di tempat pembubutan ayam, mencabut bulu ayam biasanya balik sekitar jam 08.00 WIB, dari hari Kamis dia tidak pulang," ucap Sahamin ayah Sopiah.
Sedangkan Sahamin yang bekerja sebagai petani sawit saat pulang berkebun menanyakan keberadaan anaknya tidak ada dirumah tersebut.
Baca juga: Misteri Kematian Sopiah Wanita Hamil Tewas di Jurang Kepahiang Diduga Korban Pembunuhan
"Saya tanya dia dimana dengan ibunya, kata ibunya ke Linggau mau suntik kakinya yang sakit," ungkap Sahamin.
Kecurigaannya mulai timbul saat hari kedua anaknya tersebut tidak kunjung pulang ke rumah dari berobat di Kota Lubuklinggau.
"Jika pergi suntik tidak akan sampai dua atau tiga hari," ujar Sahamin.
Sehingga ia yang merasa anaknya hilang melaporkan ke pihak kepolisian sekitar untuk dilakukan pencarian.
Namun ternyata saat ditelusuri, Sopiah ditemukan tewas di jurang kawasan Liku 9 Jalan Lintas Gunung Kepahiang, Bengkulu pada Selasa (10/3/2026).
Sementara jenazah tersebut masih dalam proses menunggu hasil autopsi untuk diketahui lebih jelas penyebab kematian Sopiah.
Jejak digital Sopiah, wanita yang ditemukan tewas di jurang kawasan Liku 9, Kabupaten Kepahiang, mulai terungkap.
Sebelum ditemukan meninggal secara tragis, korban sempat membahas soal gaun pengantin melalui ungggahannya di media sosial, yang kini menjadi sorotan dan menambah misteri di balik kematiannya.
Untuk diketahui, Sopiah merupakan warga Desa Sungai Pinang, Musi Rawas, Sumatera Selatan yang sempat dilaporkan hilang selama 5 hari sebelum ditemukan tewas.
Mayat Sopiah ditemukan di pinggir jurang Jalan Lintas Gunung Kepahiang, di tengah tumpukan sampah-sampah pada Selasa (10/3/2026).
Unggahan di media sosial Facebook mengungkap percakapan almarhumah Sopiah binti Sahamin (22) yang sempat membahas soal gaun pengantin beberapa bulan sebelum ditemukan tewas di jurang kawasan Liku 9 Jalan Lintas Gunung Kepahiang, Bengkulu.
Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh masyarakat yang melintas di lokasi kejadian.
Mayat Sopiah ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dan sulit dikenali.
Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Bintang Yuda Gama, menjelaskan pihak kepolisian langsung menuju lokasi setelah mendapatkan laporan tersebut.
"Berdasarkan laporan dari masyarakat ditemukan mayat di lintas gunung," ujar Bintang.
Selanjutnya, jasad korban dibawa ke RSUD Kepahiang guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Pertama kita melakukan olah TKP kemudian melakukan penelusuran terhadap para saksi. Selanjutnya kami bawa ke rumah sakit," ungkap Bintang.
Dari hasil identifikasi awal, diketahui jasad tersebut berjenis kelamin perempuan.
"Untuk mayat sendiri berjenis kelamin perempuan," jelas Bintang.
Selain itu, korban juga diketahui sedang hamil tua.
"Iya ada bayinya jenazah tersebut, sudah meninggal dunia," kata, Direktur RSUD Kepahiang Febi Nursanda saat dikonfirmasi wartawan TribunBengkulu.com, Rabu (11/3/2026).
Setelah penemuan tersebut, kasus Sopiah menjadi sorotan luas masyarakat Bengkulu dan Musi Rawas.
Terutama karena ditemukan bayi perempuan dan fakta bahwa Sopiah tewas dalam kondisi hamil tua.
Terbaru, Sopiah dikabarkan sempat membahas gaun pengantin beberapa bulan sebelum ditemukan tewas di jurang Liku 9, Kepahiang.
Informasi Sopiah membahas gaun pengantin diposting akun Facebook Erick Ibrahim pada 13 Maret 2026.
Dalam unggahannya, Erick Ibrahim menyebutkan bahwa Sopiah sempat menghubungi penyedia jasa pelaminan untuk menanyakan soal baju pengantin.
“Bulan Oktober 2025 almarhumah Sopiah la ngechat Wang pelaminan nanye mslah baju penganten , rupe e almarhumah hanya di PHP oleh sang cwok dan sampailah terjadi hal yang tidak di inginkan kmren☹️????. Surga menantimu adik ku Sopiah binti sahamin,” tulis Erick Ibrahim dalam unggahannya.
Postingan tersebut mendapatkan ratusan tanggapan dan hampir 100 komentar dari warganet.
Sejumlah pengguna Facebook turut menanggapi unggahan tersebut di kolom komentar.
"Sape rick cowok e (siapa cowoknya)," tulis akun @Fazari menanyakan.
"Iya Allah sedih baca caption e iya Allah SWT surga menanti mu dek," akun @fitri formosa menambahkan.
"Ampun nian meker eh yung alangkah tegah lanang tu (Ampun nian memikirkannya, alangkah tega pria itu," akun @Ricky ikut mengomentari.
Kasus kematian Sopiah binti Sahamin (22) perempuan yang ditemukan di jurang kawasan Liku 9 Jalan Lintas Gunung Kepahiang, Bengkulu pada Selasa (10/3/2026) diduga menjadi korban pembunuhan.
Mayat Sopiah ditemukan di pinggir jurang Jalan Lintas Gunung Kepahiang, di tengah tumpukan sampah-sampah oleh masyarakat yang melintas di lokasi kejadian.
Jenazah Sopiah yang merupakan warga Desa Sungai Pinang, Kabupaten Musi Rawas, telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani autopsi pada Rabu (11/3/2026).
Sepupu korban, Remo yang ikut saat proses autopsi di RS Bhayangkara Bengkulu, mengungkapkan analisa awal adanya dugaan pembunuhan dari pihak dokter.
Ia mengungkapkan, pada bagian kepala mayat Sopiah terdapat retakan sekitar 5 sentimeter yang diduga akibat benturan benda tumpul.
"Kalau autopsi kita masih menunggu itu 15 hari lagi, tapi dari analisa mengarah pada adanya kekerasan di sekitar kepala," ungkap Remo, sepupu korban.
Kekerasan tersebut terjadi di beberapa area belakang, kiri dan kanan atas kepala serta di area pelipis.
"Benturan yang paling keras terjadi di belakang kepala, kiri dan kanan atas, terus di pelipis mata yang kurang lebih berukuran 5 centi retak," ungkap Remo.
Benturan tersebut diterangkannya timbul akibat benturan benda tumpul.
"Indikasinya benturan tersebut timbul akibat benda tumpul," ujar Remo.
Ia berharap pihak kepolisian bisa cepat mengusut dan menangkap dugaan pelaku tindakan tersebut.
"Harapan kami pihak kepolisian bisa cepat mengusut dan menangkap pelaku," pungkas Remo.
Sebelumnya, saat diperiksa di RSUD Kepahiang, korban juga diketahui sedang hamil tua.
Dokter bahkan menemukan bayi di dalam tubuh jenazah yang juga telah meninggal dunia.
Hal itu diungkapkan Direktur RSUD Kepahiang Febi Nursanda saat dikonfirmasi wartawan TribunBengkulu.com, Rabu (11/3/2026).
"Iya ada bayinya jenazah tersebut," ucap Febi.
Lanjut Febi menjelaskan bayi tersebut juga telah meninggal dunia.
"Iya kondisi bayinya juga sudah meninggal dunia," ujar Febi.
Namun Febi belum bisa memberikan keterangan terkait usia bayi dan jenis kelamin.
Belakangan terungkap fakta mengejutkan bahwa keluarga selama ini tidak mengetahui korban sedang hamil.
Ayah korban, Sahamin (59), hanya diam terpaku saat mengetahui anak gadisnya sedang hamil tua dan kini tewas secara tragis.
"Masih gadis anak aku tuh," ujar Sahamin kepada reporter TribunBengkulu.com, Rabu (12/3/2026).
Tidak hanya ayah korban, keluarga yang lain juga sulit menerima bahwa Sofiah ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi hamil.
"Dia (Sofiah) ini orangnya pendiam," kata Adi Patiunus sepupu korban saat wartawan TribunBengkulu.com mengonfirmasi mengenai kondisi korban yang sedang hamil tua.
"Iya kita yakin dari pakaian dan dibuktikan dengan hasil sidik jari tadi," ucap Adi.
Menurut Adi, Sopiah sendiri merupakan putri bungsu Sahamin (59) dari empat bersaudara dan bekerja di tempat pembubutan ayam.
Sehari-harinya, Sofiah merupakan gadis yang tidak banyak masalah dan bahkan cenderung pendiam.
"Umurnya 22 tahun, dia sudah lumayan lama bekerja ditempat pembubutan ayam," jelas Adi.
Sementara orang tua korban bekerja sebagai petani kebun sawit di Desa Sungai Pinang, Kabupaten Musi Rawas.
Atas kejadian tersebut, keluarga meminta untuk dilakukan autopsi terhadap jenazah korban bernama Sopiah tersebut.
Jenazah Sopiah yang terlihat mulai mengalami pembusukan dan sulit dikenali, kini dikirim ke RS Bhayangkara Kota Bengkulu untuk diautopsi.