Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Kasus penusukan yang menewaskan bos es krim bernama Yusep Fernando di depan Toko Duta Gallery, Jalan Lintas Kepahiang, Kelurahan Dusun Kepahiang, Kabupaten Kepahiang, pada Senin (16/3/2026), terus menjadi perhatian.
Dalam peristiwa tersebut, korban sempat dilarikan ke RSUD Kepahiang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun beberapa jam setelah menjalani perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia.
"Iya korban telah meninggal dunia," ucap Direktur RSUD Kepahiang dr. Febi Nursanda saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com, Senin (16/3/2026) malam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami lebih dari lima luka serius akibat senjata tajam. Di antaranya luka robek pada bagian perut sedalam 2 cm, luka robek pada dada kiri sepanjang 6 cm, luka robek pada bahu kiri sepanjang 8 cm, serta luka robek dari ketiak kiri sepanjang 2 cm.
Selain itu terdapat luka robek di atas tulang rusuk kiri sepanjang 1,5 cm, luka robek pada dada kanan bawah sepanjang 5 cm, serta luka robek pada dada kanan atas sepanjang 7 cm.
"Lebih dari lima luka serius yang dialami korban," ujar Febi.
Sementara itu, pelaku penusukan yang diketahui bernama Amin, warga Desa Kuto Rejo, mengakui perbuatannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunBengkulu.com, peristiwa bermula saat korban mendatangi Amin yang sedang berjualan balon di depan Toko Duta Gallery.
"Iya saya yang menusuk, dia yang mendatangi saya," ucap Amin.
Saat melakukan penusukan, Amin mengakui senjata tajam jenis pisau yang digunakannya merupakan miliknya sendiri yang biasa dipakai untuk memotong pipa balon.
"Pisau aku sendiri, pisau untuk memotong balon," ujar Amin.
Usai melakukan penusukan, Amin mengungkapkan bahwa pisau tersebut ditinggalkannya di lokasi kejadian.
"Pisau itu aku tinggalkan disitulah, aku takut dia datangi aku," ungkap Amin.
Kuasa hukum pelaku, Dedy Syofiandi (45), menerangkan bahwa Amin menyerahkan diri setelah kejadian tersebut.
"Kini klien kami masih menjalani pemeriksaan di Polres Kepahiang, ia datang sendiri menggunakan motor usai menikam korban di depan Toko Duta Gallery pada Senin 16 Maret 2026 sore," ucap Dedy.
Sebelumnya, peristiwa penusukan tersebut menggegerkan warga di sekitar Jalan Lintas Kepahiang.
Berdasarkan keterangan warga di lokasi kejadian, keributan bermula saat korban datang ke lokasi menggunakan kendaraan dan diduga hendak memukul pelaku yang saat itu sedang berjualan.
Seorang pedagang mainan di lokasi, Yohan, mengatakan dirinya tidak mengetahui secara pasti penyebab keributan tersebut, namun ia melihat korban sempat mendatangi pelaku.
"Kalau pastinya kurang tahu bang, tapi saat korban tiba tadi langsung ingin meninju YS yang saat itu sedang berjualan," ungkap Yohan kepada TribunBengkulu.com.
Keributan tersebut membuat situasi semakin memanas hingga pelaku mengeluarkan senjata tajam dan menyerang korban.
Korban yang datang seorang diri sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari masuk ke dalam Toko Duta Gallery.
Pemilik toko, Rozi, mengatakan korban masuk ke dalam toko untuk meminta pertolongan setelah diserang.
"Kejadiannya itu di luar toko, tapi korban berlari ke dalam toko untuk meminta bantuan," kata Rozi.
Namun pelaku tetap mengejar korban hingga ke dalam toko. Di dalam toko itulah korban akhirnya tergeletak di lantai dalam kondisi berlumuran darah.
Warga yang menyaksikan kejadian tersebut tidak berani mendekat karena pelaku masih memegang senjata tajam.
"Kalau luka pastinya tidak tahu, namun saat itu korban sudah berlumuran darah. YS ini baru berjualan di depan toko selama bulan suci Ramadhan," ujar Rozi.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD Kepahiang untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawanya tidak tertolong.
Sementara itu, pelaku telah diamankan di Mapolres Kepahiang dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Satreskrim Polres Kepahiang.
Kapolres Kepahiang AKBP Yuriko Fernanda melalui Kasat Reskrim Polres Kepahiang Iptu Bintang Yudha Gama membenarkan bahwa pelaku telah diamankan.
"Ya benar, terduga pelaku sudah diamankan. Saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan perkara yang terjadi," ucapnya.