TRIBUNNEWS.COM - Kemacetan 'horor' di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, menjadi berkah tersendiri untuk Salam.

Pria berumur 56 tahun itu sehari-hari menjual kopi di sekitaran tempat untuk penyebrangan Pulau Bali-Jawa tersebut.

Salam mengaku ketiban untung saat para pemudik memadati Pelabuhan Gilimanuk.

Omzetnya bisa naik hingga 100 persen dibandingkan hari biasanya.

Dalam hitungan jam saja, dirinya bisa cuan mengantongi uang ratusan ribu dari berjualan kopi.

"Peningkatannya 100 persen, di hari normal dapat Rp100 ribu, saat mudik bisa dapat Rp200 ribu," kata Salam, dikutip dari Tribun-Bali.com, Rabu (18/3/2026).

Salam melanjutkan ceritanya, ia mampu menjual kopi 40 gelas.

Para pembeli mayoritas dalam pemudik yang terjebak macet karena menunggu giliran masuk ke kapal.

Tidak jarang, mereka membeli kopi lebih dari satu kali dengan harga Rp5.000 per gelas.

"Banyak yang cerita juga antre lama karena macetnya panjang. Bisa beli kopi sampai dua kali karena nunggu antrean," tuturnya.

Salam sendiri setiap hari bolak-balik Ketapang-Gilimanuk.

Terakhir, ia berharap momen mudik Lebaran 2026 menjadi berkah untuk ia dan para pedagang lainnya.

"Berharap arus mudik ini menjadi berkah bagi pedagang lainnya," tutupnya.

Baca juga: Puncak Arus Mudik 2026, Kondisi Terkini Pelabuhan Gilimanuk Padat, Bakauheni Ramai Lancar

Diserbu Pemudik Sejak Jumat

ARUS MUDIK LEBARAN - Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, Rabu (18/3/2026). Memasuki puncak arus mudik, berbagai jalur transportasi mulai dipadati kendaraan, Rabu (18/3/2026).
ARUS MUDIK LEBARAN - Antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, Rabu (18/3/2026). Memasuki puncak arus mudik, berbagai jalur transportasi mulai dipadati kendaraan, Rabu (18/3/2026). (Youtube/djpl_uppgilimanuk)

Dipantau dari Tribun-Bali, antrean menuju Pelabuhan Gilimanuk sudah terjadi sejak Jumat (13/3/2026) kemarin.

Bahkan di hari Minggu (15/3/2026), kemacetan sudah mencapai 35 kilometer.

Sementara pagi ini, Rabu (18/3/2026), antran masih sepanjang 17 kilometer.

Kemacetan horor di Pelabuhan Gilimanuk disebabkan sejumlah faktor.

Seperti membludaknya pemudik karena menghindari penyekatan saat perayaan Nyepi hingga para pemudik tidak tertib ngeblong untuk memotong antrean.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi juga menguraikan, faktro lain karena masih beroperasinya truk-truk.

"Saya cukup prihatin bahwa kepadatan ini terjadi. Saya mengimbau kepada para pengusaha angkutan logistik, dengan dikeluarkannya SKB pembatasan operasional diharapkan adanya kepatuhan, misalnya menyesuaikan atau menggeser kendaraan truk sumbu tiga dari jalur utama selama Angkutan Lebaran. Karena salah satu penyebab kepadatan yang ada di Gilimanuk karena masih beroperasinya kendaraan truk tersebut," kata Dudy, dikutip dari Tribun-Bali.com.

Di sisi lain, kepolisian Polda Bali terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar kemacetan segera terurai.

Ditargetkan sebelum perayaan Nyepi, Pelabuhan Gilimanuk sudah steril.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy menjelaskan, jumlah kapal penyeberangan hingga sekarang sudah maksimal.

Sebanyak 34 unit kapal dioperasikan secara penuh dengan memaksimalkan fungsi dermaga MB I hingga MB IV serta dermaga LCM, khususnya untuk melayani kendaraan pribadi.

“Saat ini jumlah kapal yang beroperasi telah dimaksimalkan serta diterapkan pola TBB pada sebagian besar kapal untuk mempercepat proses bongkar muat kendaraan, sehingga antrean kendaraan dapat segera terurai,” katanya.

Data sementara total penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa dari Pelabuhan Gilimanuk mulai dari H-10 sampai H-5 tercatat 309.135 orang.

Jumlah ini naik 0,7 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 306.839 orang.

Sementara total kendaraan yang telah menyeberang tercatat 97.787 unit atau naik 2,8 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 95.080 unit.

Baca juga: Cerita Carini Terjebak Macet 14 Jam di Gilimanuk, Pemudik Lain: ke Mana Para Pengatur Kebijakan Ini?

Pemudik Mengeluh

Seorang sopir travel, Ipung (50) bercerita dirinya telah terjebak selama kurang lebih 15 jam.

Ia juga menyebut, kemacetan lebih parah dari tahun sebelumnya.

Di tahun 2025, Ipung bersaksi antrean kendaraan hanya 5-7 kilometer saja.

"Saya berangkat jam 12 malam kemarin. Tiba disini (Terminal Kargo Gilimanuk) jam 17.00 WITA," ucapnya dikutip dari Tribun-Bali.com, Senin (16/3/2026).

"Kami harap kedepannya tak seperti ini lagi," tambah dia.

Cerita yang sama juga dialami pemudik bernama Dewi (56).

Ia mengaku berangkat dari rumahnya di Jembrana sekira pukul 09.00 WITA.

Dirinya terjebak macet kurang lebih 20 jam.

Dewi dan keluarganya baru sampai di kawasan Pelabuhan Gilimanuk sekira 05.00 pagi esoknya.

"Dari pagi ketemu dinihari baru masuk Pelabuhan. Macetnya parah," keluhnya.

Terkait kejadian ini, Dewi berharap pihak terkait melakukan perbaikan agar kemacetan tidak terulang di tahun depan.

"Semoga ini jadi pelajaran bersama dan pihak berwenang bisa mencari solusi agar di tahun ke depan tidak seperti ini lagi," harapnya.

(Tribun-Bali.com/I Made Prasetia Aryawan)

Baca Lebih Lanjut
Salam Kantongi Rp200 Ribu Sehari dari Jualan Kopi, Kemacetan Parah di Pelabuhan Gilimanuk
Ida Ayu Suryantini Putri
Pedagang Ketiban Rezeki Saat Antrean Panjang Mudik di Gilimanuk Bali, Raup Omzet Ratusan Ribu Sehari
Putu Dewi Adi Damayanthi
Arus Mudik Di Gilimanuk Bali, Andi Terjebak Macet Belasan Jam, Terpaksa Naik Gojek Dari Melaya
Putu Dewi Adi Damayanthi
Macet Horor Gilimanuk, Distributor Khawatir 70 Ribu Ayam Tidak Terkirim
Haorrahman
Berkah Mudik Lebaran, Penjual Air Mineral di Pelabuhan Ciwandan Raup Rezeki hingga Rp200 Ribu Sehari
Ahmad Tajudin
Terungkap Biang Kerok Macet Horor di Pelabuhan Gilimanuk
Detik
Oka Sediakan Jasa Ojek Dadakan, Antar Pemudik dari Kaliakah Hingga Pelabuhan Gilimanuk Bali
Putu Dewi Adi Damayanthi
Mudik Bali–Jawa Membludak, Pelabuhan Gilimanuk Macet Berjam-jam
Wiwit Purwanto
Cerita Pemudik Terjebak Macet 14 Jam di Gilimanuk: Baru Kali Ini
Samsul Arifin
Cerita Pemudik Berjuang 20 Jam Lintas Bali ke Jawa, Antre di Pelabuhan Gilimanuk
Dyan Rekohadi