SURYA.co.id, BANYUWANGI - Kemacetan panjang menuju Pelabuhan Gilimanuk berhasil terurai setelah ASDP Indonesia Ferry mengerahkan KMP Prima Nusantara pada Rabu (18/3/2025).
Pantauan peta digital menunjukkan antrean kendaraan menyusut drastis, tinggal sekitar 4 kilometer dari pelabuhan Gilimauk Bali.
Antrean ini jauh berkurang dibanding beberapa hari sebelumnya yang sempat mencapai lebih dari 30 kilometer.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Yossianis Marciano, mengatakan, pihaknya mendatangkan KMP Prima Nusantara untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Baca juga: Jelang Penutupan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi untuk Nyepi, Ini Pesan Kapolda Jatim
"ASDP memprioritaskan langkah-langkah taktis yang berdampak langsung di lapangan, salah satunya melalui pengerahan kapal perbantuan KMP Prima Nusantara milik PT Jembatan Nusantara (JN) ke lintasan Ketapang–Gilimanuk," katanya kepada SURYA.co.id, Rabu (18/3/2026)
KMP Prima Nusantara akan mendukung pelaksanaan tiba bongkar berangkat (TBB) di Selat Bali.
Kapal ini disebut kini telah aktif beroperasi untuk meningkatkan kapasitas angkut sekaligus mempercepat proses bongkar muat kendaraan.
Ia memastikan, seluruh sumber daya difokuskan untuk mempercepat stabilisasi layanan di lapangan.
“Pengerahan KMP Prima Nusantara merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas layanan di lintasan tersibuk," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga berupaya mengoptimalkan pola operasi kapal agar proses penyeberangan berjalan lebih cepat dan antrean dapat ditekan.
Berdasarkan pemantauan peta digital pada Rabu sekitar pukul 13.00 WITA, ekor kemacetan di Pelabuhan Gilimanuk tercatat berjarak 4 kilometer (km) dari pelabuhan.
Jarak tersebut menyusut signifikan apabila dibandingkan tiga hari terakhir.
Sebelumnya, ekor kemacetan sempat menyentuh lebih 30 km dari pelabuhan.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menambahkan, pengaturan operasional dilakukan secara dinamis mengikuti kondisi real-time.
“Kami terus melakukan penyesuaian pola sandar dan bongkar muat agar pergerakan kapal semakin efisien dan antrean dapat berkurang secara bertahap,” jelasnya.
Ia mengatakan, ASDP terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga kelancaran layanan selama periode Angkutan Lebaran.