TRIBUNTRENDS.COM - Sebuah video yang memperlihatkan seorang ibu berkerudung hijau marah-marah di sebuah pusat perbelanjaan di Surabaya, Jawa Timur, viral di media sosial dan menjadi perbincangan luas.
Perilaku ibu tersebut yang tampak emosional serta ucapannya yang tidak beraturan memicu beragam spekulasi dari warganet mengenai latar belakang dan kondisi yang dialaminya.
Dalam video yang beredar, ibu tersebut terlihat memarahi seorang pria di area eskalator. Ia bahkan melontarkan tuduhan yang tidak jelas, termasuk menyebut pria tersebut sebagai “reserse” dan mengancam dengan istilah pemecatan.
Aksi tersebut direkam oleh seorang pengguna media sosial yang mengaku awalnya tidak memiliki masalah apa pun dengan ibu tersebut.
Menurut penuturan perekam, kejadian bermula saat ia sedang bertransaksi di kasir. Tiba-tiba ibu tersebut datang dan melontarkan kata-kata kasar tanpa sebab yang jelas.
Situasi semakin memanas ketika ibu itu kembali menghampiri dan memarahi korban di eskalator.
Berdasarkan keterangan saksi, ibu berkerudung hijau tersebut diduga sudah lebih dulu membuat keributan di lokasi yang sama sebelum insiden dengan perekam video terjadi.
Tak hanya di mal, video lain juga menunjukkan ibu tersebut kembali marah-marah di dalam Suroboyo Bus. Dalam rekaman itu, ia kembali melontarkan tuduhan tidak jelas kepada orang lain.
Perilaku yang berulang ini membuat publik semakin penasaran dengan kondisi sebenarnya dari sosok tersebut.
Sejumlah warganet mengaku mengenal sosok ibu tersebut. Ada yang menyebut bahwa ia merupakan seorang dokter yang berasal dari Malang.
Menurut pengakuan tersebut, ibu itu dulunya dikenal sebagai pribadi yang baik dan aktif dalam kegiatan seperti simposium kedokteran.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, disebutkan bahwa perilakunya mulai berubah. Meski demikian, informasi ini belum dapat dipastikan kebenarannya karena belum ada konfirmasi resmi.
Hingga kini, identitas asli ibu berkerudung hijau tersebut masih belum terungkap secara pasti.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama yang menyangkut identitas seseorang.
Di sisi lain, banyak pihak juga mengingatkan pentingnya empati dalam menyikapi kejadian seperti ini, mengingat kemungkinan adanya faktor tertentu yang memengaruhi kondisi seseorang.
Tribun Jatim | Ignatia | TribunTrends.com | Afif Muhammad