Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Memasuki H-2 Idul Fitri, maraknya jasa penukaran uang pecahan baru di ruang publik turut menggerakkan perputaran ekonomi di Kota Serang.

Meski terbilang musiman, jasa penukaran uang baru tersebut kerap jadi alternatif masyarakat untuk mendapatkan pundi-pundi keuntungan jelang perayaan lebaran Idul Fitri.

Salah satu tempat seperti di kawasan Alun-alun Kota Serang, sejumlah lapak penukaran uang terlihat mulai beroperasi dan ramai didatangi pemudik yang melintas maupun warga lokal.

Baca juga: Pria Asal Tanara Jadi Korban Penipuan, Motor Dibawa Kabur Wanita yang Dikenal Lewat Facebook

Aktivitas itu dinilai menjadi celah pada tingginya permintaan yang tak diimbangi layanan penukaran di perbankan, alias terbatas.

Pembatasan kuota serta sulitnya memperoleh uang pecahan baru membuat masyarakat beralih ke penyedia jasa informal.

Salah seorang penyedia, Ahmad (23), mengaku sudah empat tahun beroperasi di kota Serang.

Ia mengungkapkan, bahwa tarif jasa yang dikenakan berkisar antara 15 hingga 25 persen, tergantung pada pecahan uang. Untuk pecahan Rp1.000, tarif mencapai 25 persen. 

Kata dia, sementara untuk pecahan Rp2.000 dan Rp5.000 dikenakan sekitar 20 persen, serta Rp10.000 dan Rp20.000 sebesar 15 persen.

Meski tarif tersebut tergolong tinggi, jelas dia, keuntungan bersih yang diperoleh tidak sebesar yang terlihat. 

Ahmad menyebut, setelah dikurangi biaya modal dan operasional, margin keuntungan yang diterima hanya sekitar 3 persen.

"Kelihatannya besar, tapi sebenarnya tidak. Setelah dipotong biaya, bersihnya kecil," ujarnya saat ditemui di Alun-alun Kota Serang, Rabu (18/3/2026).

Menurut dia, usaha penukaran uang bersifat musiman dan bergantung pada momen tertentu.

Selain menjelang Lebaran, permintaan serupa juga meningkat saat pelaksanaan pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah.

Ia pun menyebut dirinya baru dua hari membuka lapak tahun ini, Ahmad mengaku mendekati hari lebaran, jumlah warga yang datang mulai meningkat.

Dengan begitu, ia berharap usaha tersebut dapat membantu masyarakat yang membutuhkan uang pecahan baru untuk keperluan Lebaran.

Baca Lebih Lanjut
Pemudik Histeris Kecelakaan di Alun-Alun Brebes, Awalnya Kaget Lihat Ibu-Ibu Pakai Mukena Nyeberang
M Syofri Kurniawan
Jelang Mudik Lebaran 2026, Dishub dan Polisi Ram Cek Bus di Terminal Tawang Alun Jember
Haorrahman
Pemudik Bermotor Diprediksi Memadati Jalan Arteri Kota Serang 17 dan 18 Maret 2026
Wawan Perdana
PKL Dalem Kaum hingga Alun-alun Bandung Jadi Sorotan, Farhan Ancam Tutup Jika Sampah Berserakan
Ravianto
Mudik Nyaman Jember: Pos Terpadu Alun-alun Siapkan Ruang Laktasi, WiFi Gratis, hingga CCTV Real Time
Sudarma Adi
Toko Pakaian di Kartasura Sukoharjo Diserbu Pembeli, Tren Beli Baju Baru Buat Lebaran Kembali Naik
Vincentius Jyestha Candraditya
Penukaran Uang Tanpa Izin Marak di Samarinda, Potongan Capai 20 Persen
Amelia Mutia Rachmah
Pemudik Motor Tabrak Ibu-ibu Pulang dari Salat Subuh di Masjid Agung Brebes, Diduga Kaget
Rika irawati
Pantau Kemacetan di Setiap Lampu Merah Kota Serang Via CCTV Online, Ini Linknya
Abdul Rosid
Warga antusias tukar uang baru di Stasiun Gambir
Antaranews