Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Polisi belum bisa menentukan apakah benar sopir Bus Sugeng Rahayu ugal-ugalan dan mengantuk dalam insiden kecelakaan di Jembatan Jurug, Jebres, Solo, Kamis (19/3/2026) dini hari.
Mereka perlu mendalami keterangan saksi dan bukti di lapangan.
Ini dikatakan Kasubnit II Gakkum Satlantas Polresta Surakarta, Iptu Yuli Nurus Yani.
Pendalaman masih dilakukan.
Mencari keterangan secara mendetail juga dibutuhkan terkait kejadian ini.
“Untuk dugaan sopir ugal-ugalan atau mengantuk, masih dalam proses penyelidikan. Kami akan melihat dari keterangan saksi maupun bukti di lapangan,” tegas Iptu Yuli.
Selain itu, polisi juga mendalami alasan pengendara sepeda motor berhenti di tengah jembatan karena dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.
“Seharusnya di jembatan tidak boleh berhenti. Itu sangat berisiko. Namun untuk alasan pasti, kami masih menunggu kondisi pengendara membaik untuk dilakukan klarifikasi,” pungkasnya.
Saat ini, unit bus telah diamankan di Unit Laka Satlantas Polresta Surakarta di kawasan Pedaringan sebagai barang bukti.
Empat orang diketahui menderita luka-luka akibat insiden ini.
Mereka terdiri dari sopir bus, satu penumpang berinisial S (64), warga Wonogiri, serta dua pengendara sepeda motor.
Benturan keras menyebabkan bagian depan bus mengalami kerusakan parah, terutama di sisi pengemudi.
Meski demikian, kendaraan di depan bus berhasil terhindar dari tabrakan karena sopir sempat mengendalikan arah kendaraan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kecelakaan diduga dipicu oleh sepeda motor yang berhenti di tengah jembatan.
Dalam satu rangkaian kejadian, terdapat tiga kendaraan yang terlibat.
“Dari pemeriksaan awal, ada tiga kendaraan. Bus Sugeng Rahayu berada paling belakang. Di depannya ada kendaraan lain yang belum diketahui identitasnya di lajur kanan, dan di lajur kiri terdapat sepeda motor yang dalam kondisi berhenti,” ujarnya.
Baca juga: 2 Derek Terjun Evakuasi Bus Sugeng Rahayu Pasca Tabrak Pembatas Jalan di Jembatan Jurug Solo
Bus yang dikemudikan IT, warga Malang, diduga hendak mendahului kendaraan di depannya melalui sisi kiri.
Namun, manuver tersebut terganggu oleh keberadaan sepeda motor yang berhenti.
“Namun karena di lajur kiri terdapat sepeda motor yang berhenti, sopir bus banting setir ke kanan untuk menghindar. Akhirnya kehilangan kendali dan menabrak pembatas jembatan,” jelasnya. (*)