SURYAMALANG.COM | MOJOKERTO - Pengelola obyek wisata di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur kini mulai bernah untuk menarik wisatawan.
Salah satu kawasan di Kabupaten Mojokerto yang penuh dengan obyek wisata adalah kawasan Trawas, Pacet.
Salah satu destinasi favorit adalah Air Terjun Dlundung.
Seolah tak mau kalah dengan destinasi wisata di Kota Batu, para pengelola obyek wisata di kawasan Trawas berbenah diri.
Saat libur Lebaran 2026 ini, kawasan wisata Pacet-Trawas dipadati pengunjung.
Dari pantauan SURYAMALANG.COM di lokasi, kendaraan wisatawan tampak mengantre memasuki kawasan wisata salah satunya di wisata Air Terjun Dlundung Desa Ketapanrame, Trawas.
Pengunjung didominasi keluarga, mereka memilih wisata alam untuk rekreasi menghabiskan waktu libur Lebaran.
Koordinator Wisata Air Terjun Dlundung, Sutaji mengatakan pengunjung wisata mulai membludak meski tidak seramai lebaran tahun lalu.
Kondisi cuaca di wilayah atas cukup cerah, sehingga banyak pengunjung berwisata ke Dlundung.
"Hari Minggu kemarin tercatat sekitar 400 orang, lalu siang ini mencapai 250 orang kemungkinan akan terus bertambah sampai sore nanti mengingat kondisinya cuaca cerah," ujar Sutaji saat dijumpai di lokasi, Senin (23/3/2026).
Menurutnya, diperkirakan wisatawan akan terus bertambah sampai nanti akhir libur lebaran pada pekan ini.
Ia berharap semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Dlundung, dengan harapan dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) disektor pariwisata.
Apalagi, Wisata Air Terjun Dlundung ditarget dapat menyumbang PAD Kabupaten Mojokerto sekitar Rp 800- Rp 900 juta tahun 2026.
"Kita berupaya semaksimal mungkin untuk target PAD tahun ini, mudah-mudahan cuaca cerah sehingga banyak wisatawan yang berkunjung ke sini," jelasnya.
Sutaji menambahkan, pengunjung wisata naik cukup signifikan, namun tidak sebanyak Lebaran tahun 2025 lalu.
Pengunjung tetap waspada dan mentaati peraturan yang berlaku
saat berwisata di alam.
"Dari bulan puasa kemarin sama sekarang kenaikannya sekitar 50 persen. Masih ramai lebaran tahun kemarin, rata-rata pengunjung sekitar 850-900 orang perhari," pungkasnya.
Baca juga: Telaga Sarangan Magetan Jadi Destinasi Favorit, Disbudpar Janji Upayakan Pemerataan Kunjungan Wisata
Seorang wisatawan asal Surabaya, Daniel (37) mengaku dirinya bersama keluarga memilih liburan ke Trawas- Pacet lantaran lebih dekat dengan rumah dibandingkan ke Batu atau Malang Raya.
"Pemandangan Trawas tak kalah dengan Malang, di sini paling banyak wisata alam yang disukainya keluarga khususnya anak-anak. Ada banyak cafe jadi lebih nyaman dibuat bersantai bareng keluarga besar," ungkap dia.
Menurut Daniel, arus lalu lintas menuju kawasan wisata Trawas- Pacet ramai lancar meski sesekali terjadi kepadatan kendaraan di area tertentu seperti kawasan cafe hutan pinus menuju Trawas.
"Lalu lintas menuju kawasan wisata Trawas cenderung lancar tidak macet seperti Idul Fitri tahun 2025 lalu, banyak polisi yang berjaga sehingga jalan tidak sampai macet," tukasnya.