TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Suasana pantai Bagedur di Kecamatan Malimping, Kabupaten Lebak, Banten, tiga hari setelah lebaran Idulfitri, Selasa (24/3/2026).
Pantauan TribunBanten.com di lokasi, ribuan orang terlihat menyemut di area Pantai Bagedur ini.
Kedatangan mereka ke pantai Bagedur untuk menikmati momen libur lebaran Idulfitri bersama keluarga.
Saat memasuki pintu masuk gerbang pantai Bagedur, terlihat puluhan kendaraan tengah mengantri membeli tiket masuk.
Harga tiket masuk pantai Bagedur satu orang dikenakan tarif sebesar Rp10 ribu.
Jarak dari Alun-alun Malimping ke pantai Bagedur 7,3 kilometer dengan waktu jarak tempuh 15 menit.
Pantai Bagedur memiliki dataran ombak rendah yang aman untuk wisatawan bermain air laut.
Sehingga mayoritas wisatawan yang datang ke pantai Bagedur membawa keluarganya masing-masing.
Salah satu wisatawan asal Kabupaten Serang, Sepriza Delia, mengatakan bahwa kedatangannya tersebut untuk menikmati momen libur lebaran Idulfitri bersama keluarga.
"Iya bersama keluarga, suami dan dan anak liburan. Saya berangkat dari rumah jam 05.30 WIB," katanya.
Baca juga: Rombongan Wisata Asal Bekasi Kecelakaan Tunggal di Sawarna Lebak, Puluhan Penumpang Alami Luka-luka
Ia mengaku, baru pertama kali pergi berlibur ke pantai Bagedur yang berada di Kecamatan Malimping ini.
Terlebih, tambah dia, tarif masuk pantai Bagedur terbilang murah,dan area pantai luas.
"Iya baru pertama datang ke sini, soalnya penasaran aja. Tiket murah, tempatnya luas, parkir bebas," ujarnya.
Selain itu, ia menilai bahwa kebersihan lingkungan di pantai Bagedur kurang baik, sehingga hal itu harus diperhatikan oleh pengelola.
"Kebersihan yang kurang, terus acak-acakan belum tertata rapih," ucapnya.
Sementara itu, pengunjung wisatawan asal Kabupaten Pandeglang, Fadilah Fauziah, mengatakan kedatangannya ke pantai Bagedur untuk berlibur bersama teman pondok pesantrennya.
"Iya berlibur bereng teman pondok. Tadinya di pondok pesantren aja yah, jadi mau cari angin sambil foto-foto," katanya.
Ia mengaku datang ke pantai Bagedur sudah sangat sering.
"Sudah sering, cuma memang kalau ini bareng temen-temen pondok," ujarnya.