Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Bangkalan, Madura, khususnya komoditas untuk keperluan Lebaran Ketupat mengalami kenaikan signifikan.

Seperti halnya daging sapi yang merupakan bahan utama pembuatan menu Topak Ladeh, sajian makanan legendaris setiap momen Lebaran Ketupat di Madura, yang rencananya akan digelar pada Sabtu (28/3/2026). 

Analis Perdagangan Ahli Muda Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Bangkalan, Siti Fitria mengungkapkan, harga daging sapi berkualitas baik pada H-5 Lebaran Ketupat menyentuh Rp 140 ribu per kg hingga Rp 150 ribu per kg.

Sementara untuk daging sapi kualitas sedang berkisar Rp 125 ribu hingga Rp 135 per kg. 

Sebelumnya, lanjut Fitri, harga daging sapi kualitas baik masih berada di kisaran Rp 120 ribu per kg hingga Rp 125 per kg.

Sementara untuk daging sapi kualitas sedang berkisar Rp 110 ribu per kg hingga Rp 115 ribu per kg. 

"Mulai H+1 Hari Raya Idulfitri, mayoritas harga kebutuhan pokok naik. Untuk kebutuhan Topak Ladeh, mahal parah karena banyak permintaan pasar menjelang perayaan Lebaran Ketupat," ungkap Fitri kepada TribunMadura.com, Selasa (24/3/2026). 

Selain daging sapi, harga bahan-bahan lainnya untuk kebutuhan Topak Ladeh juga meroket.

Baca juga: Harga Bunga Ziarah di Jombang Naik Sampai 5 Kali Lipat Tak Surutkan Jumlah Pembeli Jelang Lebaran

Seperti sayuran sawi yang kini menyentuh Rp 35 ribu per ikat berisi 12 helai, sebelumnya hanya Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per ikat. 

"Apalagi buah kelapa untuk kebutuhan santan Topak Ladeh yang menyentuh Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu per butir. Stok aman, tapi kondisi ini kami prediksi akan berlangsung hingga H+8 Hari Raya Idulfitri," jelasnya. 

Topak Ladeh, Keanggunan Cita Rasa Karya Leluhur Perempuan Bangkalan 

Bangkalan dikenal sebagai kabupaten kuliner di Pulau Madura.

Namun dari beragam sajian menu, ada satu kuliner khas Bangkalan yang wajib tersaji dalam setiap perayaan Lebaran Ketupat atau Telasen Topak, yakni Topak Ladeh yang disajikan pada H+7 Hari Raya Idulfitri. 

Topak Ladeh adalah olahan masakan dengan bumbu lengkap atau bumbu jangkep yang direbus bersama kuah nan kental perasan air kelapa.

Rebusan kuah legendaris itu akan meresap pada setiap irisan daging sapi muda, telur, jeroan sapi seperti untaian usus yang diikat dan irisan-irisan babat. 

Baca juga: 65 Tahun Masyarakat Tiga Desa di Bangkalan Merawat Budaya Pawai Hias di Lebaran Ketupat

"Sajian Topak Ladeh merupakan menu wajib, disajikan saat hangat dengan irisian topak (lontong). Semua irisan daging, telur, hingga jeroan sapi teksturnya lembut saat disantap dalam kondisi hangat," tutur ibu rumah tangga, Nur Azizah, warga Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Bangkalan. 

Topak Ladeh memang terasa lebih nikmat kala disajikan saat panas atau hangat.

Potongan dari untaian usus yang diikat akan meluber di mulut, citra rasa bumbu jangkep juga meresap di setiap tekstur lembut irisan daging sapi setelah selama satu malam dibiarkan menyatu dalam kuah Ladeh kaya rempah.

"Kalau di kawasan Bangkalan, Topak Ladeh biasanya banyak dijual di sekitaran alun-alun Kota. Tetapi kalau di desa, hampir sebagian besar di setiap rumah pasti memasak Topak Ladeh," pungkasnya. 

Cabai Rawit Bertahan Rp 90 Ribu-Rp 100 Ribu per Kg

Hasil pemantauan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Bangkalan terhadap Harga Eceran per Kg Barang Kebutuhan Pokok per Kg pada Selasa (24/3/2026) menunjukan, cabai besar Rp 40 ribu hingga Rp 42 ribu per kg dan cabai rawit Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu per kg. 

"Itu pantaun di Pasar Ki Lemah Duwur dan Pasar Kasorjen. Untuk daging ayam ada di kisaran Rp 45 ribu, Rp 50 ribu bahkan di Pasar Kasorjen mencapai Rp 53 ribu hingga Rp 55 ribu per kg," tutur Analis Perdagangan Ahli Muda Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan Kabupaten Bangkalan, Siti Fitria. 

Baca juga: Harga Tembus Rp 110 Ribu per Kg, Cabai Rawit Diburu Ibu-ibu di Lapak Gerakan Pangan Murah Bangkalan

Sementara pemilik toko kelontong di kawasan Pasar Jaddih, Kecamatan Socah, Bella menyatakan, harga telur saat ini cenderung turun selepas perayaan Hari Raya Idulfitri, yakni dari Rp 30 ribu per kg menjadi Rp 28 ribu per kg.

"Hari ini kebetulan harga telur turun tapi pasti akan naik lagi karena jelang momen Lebaran Ketupat. Minyakita harganya naik, dari Rp 17 ribu per liter ke Rp 20 ribu per liter, minyak curah juga naik dari harga Rp 19 ribu per liter menjadi Rp 22 ribu per liter," ungkap Bella.

Ia menambahkan, melambungnya harga sejumlah bahan kebutuhan pokok belakangan ini bedampak terhadap menurunkan daya beli masyarakat.

Baca Lebih Lanjut
Jelang Lebaran, warga berburu kulit ketupat di Pasar Jatinegara
Antaranews
FOTO Jelang Lebaran, Pedagang Kulit Ketupat di Palmerah Kebanjiran Pembeli
Wahyu Septiana
H-2 Lebaran 2026, Pasar Tumpah Patemon Bangkalan Picu Kepadatan Lalu Lintas di Jalur Poros Madura
Dwi Prastika
Jelang Lebaran, pedagang kulit ketupat di Palmerah banjir pesanan
Antaranews
Jelang Lebaran, Sunari Habiskan Beras 400 Kg per Hari Penuhi Permintaan Ketupat
Hendra
Harga Ayam Potong Naik Rp80 Ribu di Pasar Pekkabata Polman Jelang Lebaran Idulfitri 1447 H
Nurhadi Hasbi
Ekonomi Tumbuh di Klaten, Harga Pedagang Pasar Gedhe Panen Rezeki Jelang Lebaran, Omzet 3 Kuintal
Delta Lidina
Jelang Lebaran di Cirebon: Pedagang Dadakan Bungkus Ketupat Diserbu, Sehari Bisa Jual 1.000
Dwi Yansetyo Nugroho
7 Menu Makanan Khas Lebaran Pendamping Ketupat, Opor Ayam Minggir Dulu!
Ines Noviadzani
Ketupat Laris Manis di Banjarbaru, Penjual di Pasar Bauntung Bawa hingga 600 Biji
Irfani Rahman