TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA -- Tangis kesedihan tak bisa dibendung Helmi, ayah Alex Saputra (15), remaja di Ogan Ilir, Sumsel, yang tewas dengan tubuh penuh lebam usai mengikuti latihan pencak silat.
Meski kasusnya sudah berjalan hampir satu bulan, namun teka-teki masih menyelimuti kasus kematian Alex.
Helmi, ayah korban mengatakan, hingga kini belum ada titik terang atas perkara kematian anaknya.
"Kami selaku pihak keluarga memohon kepada Bapak Polisi agar kematian anak kami diungkap. Besar harapan kami untuk kasus ini dibuka seterang-terangnya," kata Helmi saat diwawancarai TribunSumsel.com, Rabu (25/3/2026).
Diungkapkannya, setelah kematian Alex, perasaan keluarga sangat tak tenang.
Perasaan sedih yang begitu mendalam, apalagi diduga pelaku penganiayaan Alex masih berkeliaran.
"Anak kami mati sia-sia. Tidak pantas Alex mengalami itu," tutur Helmi dengan berurai air mata.
Baca juga: Bongkar Saja Makam Anak Kami Histerisnya Helmi, Anaknya Tewas Usai Latihan Pencak Silat di OI
Diketahui, Alex mengikuti latihan perguruan silat di Desa Rantau Alai, Ogan Ilir, pada Sabtu (21/2/2026).
Setelah pulang latihan, Alex mengeluhkan sakit di beberapa bagian tubuhnya.
Remaja tersebut sempat masuk sekolah pada Senin (23/2/2026) dan setelah itu absen selama seminggu ke depan.
Pada Sabtu (28/2/2026), Alex dibawa ke rumah sakit di Indralaya karena kondisinya memburuk.
"Kata bidan desa yang memantau kondisi Alex, anak kami luka-luka lebam di leher, lengan dan punggung," ungkap Helmi.
Betapa terkejutnya Helmi mendapat kabar bahwa Alex meninggal dunia pada Minggu (1/3/2026).
"Kata bidan, tulang lengan dan punggung anak saya retak di bagian yang memar itu. Dan ada saksi yang menyaksikan kejadian penganiayaan," ungkap Helmi.
Pihak keluarga telah melaporkan perkara ini ke Polres Ogan Ilir.
"Yang jelas kami menilai kematian Alex tidak wajar," tutur Helmi.
Seorang saksi yang ada di TKP mengungkapkan bahwa Alex dipukul saat latihan pernapasan.
"Alex disuruh tahan napas dan dipukul di bagian leher, tangan serta bahu. Memang seperti itu latihannya," ungkap saksi mata berinisial NP, diwawancarai terpisah.
Diketahui NP juga merupakan peserta perguruan silat yang sama dengan Alex.
"Saya juga dipukul tapi Alex yang lebih parah," ujar NP.
Terpisah, Kasi Humas Polres Ogan Ilir Kompol Herman Ansori mengonfirmasi bahwa perkara dugaan penganiayaan Alex sedang diselidiki.
Tim dari Satres PPA-PPO Polres Ogan Ilir akan memanggil saksi-saksi terkait perkara tersebut.
"Masih lidik. Informasi dari PPA-PPO sudah ada tiga saksi diperiksa," kata Herman.
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel