TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Beberapa wilayah di Manado, Sulawesi Utara bakal menggelar hari raya ketupat.
Namun meski sama-sama di Manado, ternyata pelaksanaan hari raya ketupat berbeda.
Di Kelurahan Mahawu, Kecamatan Tuminting, Manado, Sulawesi Utara misalnya, akan menggelar hari raya ketupat pada Sabtu 28 Maret 2026.
Baca juga: Daftar Kampung di Manado yang Akan Gelar Lebaran Ketupat 2026, Puncak Ramai Diperkirakan Jam 2 Siang
"Untuk wilayah Kecamatan Tuminting digelar pada tanggal 28 Maret," kata Dasir seorang
warga, Rabu (25/3/2026).
Selain Mahawu, ada pula Kelurahan Maasing dan Bailang yang dikenal sebagai pusat lebaran ketupat di Manado.
Puncak keramaian diperkirakan pada jam 2 siang.
"Ini seperti tahun tahun yang lalu," katanya.
Menurut dia, rumahnya akan open house pada lebaran ketupat nanti.
Terundang saudara, handai taulan serta sahabat.
"Paling banyak pasti dari teman-teman," kata dia.
Ajang lebaran ketupat kerap jadi momen toleransi.
Umat non muslim akan bertamu.
"Biasanya teman teman non muslim akan datang, akan makan, bercakan cakap, ini ajang yang menguatkan tali silaturahmi serta memperkuat toleransi," katanya.
Brian seorang warga menuturkan, ia berencana pesiar ke rumah temannya yang beragama Muslim
saat lebaran ketupat.
Kedatangannya bakal beroleh sambutan ramah dari tuan rumah.
"Di sana kami disambut bak saudara, kemudian disuruh makan, bukan hanya sekali tapi berkali kali," katanya.
Lebaran Ketupat di Singkil
Berbeda dengan Kelurahan Mahawu, Informasi yang dihimpun Tribunmanado.com, lebaran
ketupat di Kecamatan Singkil bakal digelar pada Sabtu (4/4/2026).
Hal itu dibenarkan Andy, warga Kelurahan Ternate Baru.
"Kita gelar hari Sabtu," katanya.
Menurut dia, rumahnya akan open house pada lebaran ketupat nanti.
Terundang saudara, handai taulan serta sahabat.
"Paling banyak pasti dari teman teman," kata dia.
Ajang lebaran ketupat kerap jadi momen toleransi.
Umat non muslim akan bertamu.
"Biasanya teman teman non muslim akan datang, akan makan, bercakan cakap, ini ajang yang menguatkan tali silaturahmi serta memperkuat toleransi," katanya.
Brian seorang warga menuturkan, ia berencana pesiar ke rumah temannya yang beragama Muslim
saat lebaran ketupat.
Kedatangannya bakal beroleh sambutan ramah dari tuan rumah.
"Di sana kami disambut bak saudara, kemudian disuruh makan, bukan hanya sekali tapi berkali kali," katanya. (ART)