BANJARMASINPOST.CO.ID - YouTuber Ria Ricis kini diisukan dekat dengan influencer asal Malaysia, Aisar Khaled.
Kedekatan Aisar Khaled dan adik Oki Setiana Dewi itu belakangan menjadi sorotan publik.
Aisar dan Ricis dikabarkan dekat setelah sering membuat konten bersama.
Ria Ricis bahkan sudah dikenalkan Aisar Khaled kepada keluarganya.
Pada momen tersebut, Ria Ricis terlihat dekat dengan keluarga pria kelahiran Malaysia, 6 Agustus 2000 itu.
Dari konten-konten kebersamaan itu, Ricis dan Aisar kerap dijodoh-jodohkan netizen.
Terlepas hal itu, Ria Ricis memuji sosok Aisar yang dikenalnya sebagai orang baik.
Ricis juga menyinggung sikap saling menghargai yang ditunjukkan Aisar Khaled
"Aisar orang yang baik ya. Zaman sekarang kan kita sangat susah mendapatkan orang yang baik dan orang yang saling menghargai," kata mantan istri Teuku Ryan ini, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Kamis (26/3/2026).
"Jadi apabila ada yang datang dengan niat yang baik, dengan sikap dan sifat yang baik, itu sangat kita hargai banget," sambungnya.
Tak cuma itu, pemilik nama asli Ria Yunita ini menghargai orang yang baik pada dirinya.
"Kalau misalnya kalian lihat aku dari dulu juga aku sangat menghargai orang-orang yang datang di hidup aku," ujar Ricis.
"Maupun itu laki-laki, perempuan, tua, muda, semuanya sama rata. Yang penting dia baik, aku bisa lebih baik daripada itu," lanjutnya.
Ria Ricis bahkan berharap ibunda Aisar bisa betah tinggal di Indonesia.
"Kan memang kebetulan mamanya lagi di Indonesia dan kita emang sangat menjamu tamu dengan sangat baik."
"Dan harapan kita memang semoga betah di Indonesia karena kan ini juga bukan tanahnya beliau kan, ini tanahnya kita," bebernya.
Kebersamaan Ria Ricis dan Aisar Khaled tak luput dari sorotan.
Setelah sebelumnya menemani Aisar Khaled main bola, kali ini Ricis terlihat menghabiskan waktu Ramadan bersama keluarga sang influencer.
Baru-baru ini, Aisar Khaled mengajak sang ibunda datang ke kediaman Ria Ricis.
Momen hangat tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari memasak bersama, berbuka puasa bareng, hingga salat berjamaah.
Terkait pertemuan ibunya dan Ria Ricis, Aisar memberikan tanggapan.
Aisar Khaled mengaku sengaja mengajak sang ibunda untuk bertemu orang-orang terdekat dirinya
"Jadi ibu saya kan pertama kali datang Indonesia. So saya bawalah ibu saya ketemu orang-orang yang dekat sama saya," ucap pria kelahiran 6 Agustus 2000 ini.
"Orang yang baik, orang yang tidak sombong, orang yang menghargai. Jadi saya bawa ibu saya jumpa Ricis. Tadi baru ketemu keluarga Rizki Billar. Sebelum ibu saya pulang ke Malaysia," sambungnya.
Aisar mengungkapkan, ibundanya langsung menunjukan kesan baik saat pertama kali bertemu dengan janda satu anak itu.
Menurut Aisar, sang ibunda langsung suka saat pertama kali bertemu Ricis, bahkan sudah dianggap seperti anak sendiri.
"Karena Ria Ricis ini sedikit banyak ibu saya ini suka orang yang beragama sedikit, orang yang sedikit soft spoken," kata Aisar.
"Yang boleh menghormati orang tua. Jadi ibu saya kan orang yang sedikit beragama kan, dia suka orang-orang yang soft lah, orang yang bertudung segala macam."
"So ya ibu saya suka lah, sudah anggap seperti anak," bebernya.
Ria Ricis memang kerap membuat konten kolaborasi dengan Aisar Khaled.
Baik Ria Ricis maupun Aisar, keduanya sama-sama mengunggah konten bersama di YouTube masing-masing.
Buntut kerandoman hingga keseruan mereka dalam berkolaborasi, tak sedikit netizen yang akhirnya menjodoh-jodohkan mereka untuk bersama.
Menanggapi perjodohan tersebut, Ria Ricis akhirnya memberikan tanggapannya.
Tanpa basa-basi, Ricis, begitu sapaan akrabnya menegaskan, dirinya tidak tertarik dengan isu penjodohan yang ramai dibicarakan.
Ia menyampaikan bahwa kolaborasi yang dilakukannya bersama siapa pun murni bersifat profesional.
"Enggak ah, kalau aku mah collab collab sama siapa aja professional," ujar Ria Ricis, dikutip dalam YouTube Intens Investigasi, Jumat (16/5/2025).
Menurutnya, tidak ada unsur jodoh-jodohan atau hal-hal pribadi dalam kerja sama tersebut.
"Enggak ada jodoh-jodohan, nggak ada gimana-gimana," imbuhnya.
Janda satu anak ini, juga menyadari bahwa warganet bebas memiliki pendapat, termasuk menjodoh-jodohkannya dengan siapa pun.
"Nggak gimana-gimana,itu kan hak mereka untuk menjodohkan," terangnya.
Meski demikian, Ricis mengakui bahwa Aisar Khaled merupakan pribadi yang sangat baik dam sopan.
Bahkan teman-teman Aisar pun juga sangat menyenangkan.
"Dia (Aisar) baik banget sopan, teman-temannya juga lucu menyenangkan," tutup Ricis.
Ria Ricis pernah menikah dengan Teuku Ryan pada 12 November 2021.
Pasangan ini resmi bercerai pada awal Mei 2024 setelah menjalani pernikahan selama kurang lebih dua tahun dan dikaruniai seorang putri bernama Moana.
Perceraian bukan sekadar berpisah secara hukum, tetapi juga proses emosional yang panjang dan melelahkan.
Banyak orang merasa kehilangan arah, seolah identitas dirinya ikut tercerabut bersama berakhirnya hubungan pernikahan.
Psikolog Klinis Winona Lalita R., M.Psi., Psikolog mengatakan, setiap individu yang bercerai perlu memberi waktu untuk memulihkan diri dan belajar menata hidup kembali.
Menurutnya, ada tiga hal penting yang dapat membantu seseorang bangkit dari perceraian. Ada apa saja?
1. Coping yang adaptif untuk mengelola kehilangan
Langkah pertama untuk pulih setelah perceraian adalah belajar mengelola stres dan rasa kehilangan secara sehat atau coping yang adaptif.
“Coping yang adaptif adalah bagaimana cara seseorang mengelola stres dan kehilangan setelah bercerai,” tuturnya saat diwawancarai Kompas.com, Senin (27/10/2025).
Setelah perpisahan, seseorang perlu menata ulang identitas dirinya karena peran dan rutinitas yang selama ini terbentuk bersama pasangan akan berubah sepenuhnya.
Dengan coping yang adaptif, seseorang belajar untuk menerima kenyataan tanpa menekan perasaannya.
Menangis, menulis jurnal, atau berkonsultasi dengan profesional dapat menjadi cara untuk menyalurkan emosi secara aman.
“Coping yang adaptif ternyata sangat bisa menurunkan risiko depresi, apalagi kalau proses bercerainya sulit atau penuh konflik,” ungkap Winona.
Ia menekankan, kemampuan ini membantu menjaga kesehatan mental tetap stabil di tengah proses yang menantang.
2. Cari dukungan sosial yang kuat
Setelah bercerai, seseorang sering kali merasa kehilangan sosok yang selama ini menjadi teman berbagi cerita dan dukungan emosional.
Oleh karena itu, Winona menegaskan, penting untuk memiliki sistem dukungan sosial yang kuat.
“Ketika tidak ada pasangan, orang yang bercerai harus punya support system untuk mendukung dan membantu memulihkan diri kembali pasca bercerai. Hal ini bisa berupa support dari teman atau keluarganya,” terangnya.
Dukungan sosial ini bisa datang dari teman, keluarga, sahabat, hingga komunitas yang memahami situasi serupa.
Bentuk dukungan bisa beragam, mulai dari dukungan emosional berupa rasa didengarkan, dukungan finansial bagi yang masih belum stabil secara ekonomi, hingga dukungan informasi, seperti panduan hukum atau bantuan profesional.
Merasakan bahwa kamu tidak sendirian adalah hal yang sangat membantu proses pemulihan.
“Ada juga bantuan finansial untuk teman-teman yang pasca bercerai kondisi finansialnya masih belum stabil, serta dukungan informasi selama proses perceraian,” imbau Winona.
3. Latih regulasi emosi dengan baik
Tahap selanjutnya yang tak kalah penting adalah regulasi emosi, kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola perasaan dengan bijak.
Menurutnya, regulasi emosi membantu seseorang untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan atau kemarahan yang muncul setelah perceraian.
Sebaliknya, individu dapat merespons situasi dengan lebih tenang dan rasional, sehingga tidak mengeluarkan reaksi yang gegabah di situasi yang kurang ideal.
“Regulasi emosi setelah bercerai sangat penting karena bisa membantu mencegah reaksi yang impulsif. Jangan sampai mengungkapkan sesuatu yang biasanya tidak kita ungkapkan atau tidak seharusnya diungkapkan,” ujarnya.
Melatih kesadaran diri melalui meditasi, refleksi harian, atau terapi psikologis dapat membantu menjaga keseimbangan emosional.
Saat seseorang mampu mengelola emosinya, proses bangkit dari perceraian pun akan terasa lebih ringan dan bermakna.
Perceraian memang meninggalkan luka, tetapi bukan berarti akhir dari segalanya. Melalui beberapa cara di atas, seseorang dapat kembali menemukan makna hidupnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)