TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda jadi primadona dalam Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026 di Hotel Claro Makassar pada Kamis (26/3/2026).
Sherly Tjoanda tampil cetar dengan setelan baju bodo berwarna merah.
Dilengkapi aksesoris anting dan gelang emas, Sherly jadi rebutan peserta PSBM.
Sejak datang, banyak peserta PSBM nampak memanfaatkan waktu berswafoto atau selfie dengan Sherly Tjoanda.
Setiap tiga kali melangkah, ada saja warga yang ingin foto.
"Izin bu gub boleh foto," kata kebanyakan peserta PSBM ke Sherly Tjoanda.
Sherly selalu membalas dengan penuh senyum.
"Boleh yuk," kata Sherly Tjoanda.
Baca juga: Gubernur Malut Sherly Bangga Berdarah Makassar, Ungkap Ayah Montir Lalu Berhasil Kembangkan Bisnis
Di tengah-tengah acara, Sherly sempat keluar ruangan.
Dirinya kembali diserbu untuk foto, baik itu perseorangan atau grup.
Gubernur Maluku Utara ini pusat perhatian di setiap momen.
Apalagi Sherly duduk tepat di sebelah Ustaz Das'ad Latief dan Aksa Mahmud.
Sherly beberapa kali disoraki saat disorot kamera duduk berdampingan dengan Ustaz Das'ad.
Setelah acara, Sherly kembali lagi tetap jadi incaran.
Satu per satu peserta PSBM kembali memanfaatkan beberapa detik momen foto dengan orang nomor satu di Maluku Utara.
Ketua Panitia PSBM Ibnu Munzir menyebut saudagar Bugis Makassar harus mengambil peran lebih besar dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Baca juga: Cantiknya Sherly Tjoanda dan Veronica Tan Pakai Baju Bodo di PSBM, Jadi Pusat Perhatian
Situasi ekonomi global yang dinilai sedang memprihatinkan turut menjadi latar belakang perubahan konsep kegiatan yang lebih menekankan pada kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi.
“Saudagar Bugis Makassar yang ada di seluruh Indonesia, bahkan sampai ke mancanegara, terpanggil untuk turut serta berkontribusi mendorong dan memperkuat daya tahan ekonomi kita,” ujar Ibnu Munzir.
Atas dasar itu, kegiatan kali ini mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh.”
Jumlah peserta yang hadir kurang lebih 2.000 orang saudagar Bugis Makassar.
Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur.
Mulai dari pengurus wilayah, pilar organisasi, badan otonom, perwakilan luar negeri hingga sejumlah undangan lainnya.(*)