TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Sejumlah objek wisata alam di Kabupaten Bondowoso menjadi tujuan favorit masyarakat selama libur Lebaran 2026. Dua destinasi yang paling ramai dikunjungi adalah Teduh Glamping di Kecamatan Sumberwringin dan Kawah Wurung yang berada di kawasan Kecamatan Ijen.
Lonjakan kunjungan dibandingkan hari biasa, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama momentum mudik dan libur Lebaran.
Objek wisata Teduh Glamping yang berada di Desa Sumberwringin mencatat peningkatan kunjungan cukup tinggi selama musim libur Lebaran.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sumberwringin, Hendriyanto, menyebut rata-rata kunjungan wisatawan mencapai sekitar 700 orang per hari. Angka ini meningkat tajam dibandingkan hari biasa yang hanya sekitar 100 hingga 200 pengunjung per hari.
“Sekarang ya sekitar 700 orang per hari,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2026).
Baca juga: Tak Dapat Anggaran di DAK, Pemkab Bondowoso Tetap Perbaiki 134 Titik Jalan
Menurut Hendriyanto, sebagian besar wisatawan yang datang merupakan keluarga yang sedang merayakan Lebaran. Mereka biasanya menyempatkan diri berwisata sebelum kembali ke daerah tempat tinggalnya.
Di lokasi ini, pengunjung cukup membayar tiket masuk Rp5.000 untuk menikmati berbagai fasilitas wisata yang tersedia.
Salah satu daya tarik utama di Teduh Glamping adalah Sendang, yakni kolam alami yang terbentuk dari aliran mata air yang dibendung menyerupai kolam renang. Airnya terasa dingin dan jernih karena berasal langsung dari sumber mata air.
Terdapat tiga sumber air yang mengalir menyerupai air terjun kecil. Selain berenang, pengunjung juga dapat merasakan pengalaman berkemah di area yang berada di atas aliran sungai, sambil menikmati kuliner khas pedesaan di lingkungan yang dikelilingi pepohonan dan bambu.
Baca juga: Hari Pertama Kerja Usai Lebaran, Puluhan ASN Bondowoso WFA dan 4 Orang Bolos
Selain Teduh Glamping, destinasi wisata Kawah Wurung di Kecamatan Ijen juga menjadi tujuan favorit wisatawan selama libur Lebaran tahun ini.
Keindahan padang savana dan panorama alam di kawasan tersebut mulai menarik pengunjung sejak H+3 Lebaran dengan jumlah sekitar 150 orang per hari. Mayoritas pengunjung merupakan wisatawan lokal.
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso, Intan Puspita Dewi, mengatakan tingginya kunjungan dipengaruhi momentum mudik Lebaran.
“Pengunjung masih didominasi lokal Bondowoso dan wilayah sekitar. Karena momen Lebaran banyak warga yang mudik,” ungkap Intan.
Baca juga: Kebakaran Ruko di Pasar Induk Bondowoso Diduga Akibat Korsleting
Untuk memudahkan transaksi wisatawan, pengelola Kawah Wurung kini telah menerapkan sistem tiket elektronik atau e-ticketing yang dapat dibayar melalui QRIS. Meski begitu, opsi pembelian tiket secara manual masih tetap tersedia.
“Kami mengarahkan penggunaan e-ticketing, tapi tiket manual tetap ada bagi yang ingin membayar tunai,” jelas Intan.
Disparbudpora Bondowoso juga menyiagakan personel di sejumlah titik wisata untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, terutama menjelang puncak libur yang diperkirakan terjadi pada 29 Maret 2026.
Baca juga: Kebakaran Ruko di Pasar Induk Bondowoso Diduga Akibat Korsleting
Pengamanan juga difokuskan pada aktivitas wisata petualangan seperti jeep tour dan offroad yang menjadi daya tarik di kawasan Kawah Wurung.
“Jika diperlukan, kami siapkan pengawalan untuk lintasan jeep dan offroad guna memastikan keselamatan pengunjung,” kata Intan.
Selain menikmati panorama savana, wisatawan di Kawah Wurung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas seperti jeep tour, offroad, hingga camping ground yang telah dikembangkan bersama agen perjalanan.
Dengan tren peningkatan kunjungan tersebut, jumlah wisatawan ke Kawah Wurung diperkirakan masih akan terus bertambah hingga akhir masa libur Lebaran.