TRIBUNJATIM.COM - Sebuah tulisan dalam pamflet baliho yang viral di kawasan Sungai Alalak, Kalimatan Selatan, sedang jadi sorotan.
Pasalnya, dalam pamflet tersebut, ada tulisan dalam bahasa banjar yang digunakan untuk menakut-nakuti warga setempat.
Warga khususnya anak-anak sudah kerap kali diminta agar tidak berenang dan menjauhi kawsan Sungai Alalak yang kerap menelan korban.
Tulisan larangan berenang tak biasa di kawasan Sungai Alalak, Perairan Sungai Barita, Kecamatan, Alalak, Batola, Kalimantan Selatan sedang jadi sorotan.
Dinilai lebih efektif, viral tulisan larangan berenang tak biasa di kawasan Sungai Alalak, perairan Sungai Barito, Kecamatan Alalak, Kabupaten Baritokuala (Batola), Kalimantan Selatan
Daripada menjelaskan perihal bahayanya kondisi sungai, peringatan tersebut justru menyebut soal legenda mistis di Kalimantan Selatan yakni hantu banyu (hantu air, Red)
Tindakan ini dilakukan warga setempat untuk menghindari kembali adanya korban tenggelam akibat berenang di kawasan tersebut.
Dilansir melalui unggahan akun TikTok @fahrie.23 Rabu (25/3/2026) seperti dikutip TribunJatim.com via Banjarmasinpost, Kamis (26/3/2026). tulisan larangan berenang tersebut terpampang pada baliho berukuran sekitar 0,5 - 1 meter yang kemudian di gantung di pohon dekat tepian sungai.
Baca juga: Kisah Haru Pasca Tragedi Polisi Kejar Pemotor di Pacitan, Kakak Ijab Kabul di Samping Jenazah Adik
Adapun tulisan dari larangan berenang tersebut menggunakan bahasa banjar dan diharapkan mudah dipahami warga khususnya anak-anak
“DILARANG BERENANG DISINI
BANYAK HANTU BANYUNYA (Hantu Air, Red)
SUDAH 9 IKUNG MENINGGAL
JANGAN SAMPAI IKAM YANG KE 10 ORANG,” tulis pamflet larangan tersebut.
Adapun larangan ini dipasang untuk menghindari adanya warga yang berenang lantaran kondisi permukaan sungai yang landai dan dapat membahayakan.
Sementara di dekat aliran sungai tersebut tampak beberapa unit tongkang yang sedang terparkir.
Beberapa waktu lalu seorang remaja laki-laki dilaporkan tenggelam di kawasan tersebut pada Kamis (19/3/2026).
Korban diketahui bernama Furqon (12), warga Jalan Perdagangan, Komplek Perdagangan Permai, Banjarmasin Utara.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WITA saat korban berenang bersama teman-temannya di pinggiran sungai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sempat melompat dari atas tongkang ke sungai.
Namun setelah melompat, korban tidak kembali muncul ke permukaan.
Warga bersama keluarga sempat melakukan pencarian secara mandiri di sekitar lokasi kejadian.
Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil hingga akhirnya peristiwa itu dilaporkan ke pihak berwenang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin langsung mengerahkan tim rescue ke lokasi.
Baca juga: Kisah Darsono, Ahli Servis Spion di Jombang yang Bertahan 32 Tahun di Tengah Gempuran Bengkel Modern
Sebanyak lima personel diberangkatkan sekitar pukul 11.20 WITA menggunakan unit rescue car, menuju lokasi yang berjarak sekitar 32 kilometer dari kantor SAR.
Tim tiba di lokasi sekitar pukul 12.18 WITA dan langsung melakukan upaya pencarian di titik diduga korban tenggelam.
Dalam operasi tersebut, tim SAR mengerahkan sejumlah peralatan, mulai dari rubber boat, perlengkapan water rescue, hingga dua set alat selam untuk mendukung pencarian di bawah air.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, mengatakan pihaknya fokus melakukan penyisiran di lokasi kejadian dan area sekitarnya.
Operasi pencarian ini melibatkan unsur gabungan, di antaranya Polairud Polda Kalsel, Rescue 911 Banjarmasin, Water Rescue, serta masyarakat setempat.