TRIBUNNEWS.COM - Harapan Timnas Italia untuk bisa lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 terjaga, setelah memastikan diri lolos ke babak final play-off zona Eropa.
Kemenangan dengan skor 2-0 atas Irlandia Utara di semifinal, Jumat (27/3/2026) dinihari tadi.
Secara tidak langsung membuat Italia tinggal berjarak satu kemenangan lagi dengan Piala Dunia 2026.
Kebetulan, ujian terakhir yang akan dihadapi Gli Azzurri sebelum berhak lolos ke babak utama ialah Bosnia & Herzegovina.
Laga final play-off Piala Dunia 2026 antara Bosnia vs Italia akan berlangsung pada Rabu (1/4/2026) jam 01.45 WIB.
Bilino Polje Stadium yang merupakan markas Bosnia, akan menjadi saksi sejarah perjuangan kedua tim, memperebutkan satu dari enam tiket lolos ke Piala Dunia 2026 yang masih tersisa.
Baca juga: Menghapus Trauma Menjaga Asa ke Piala Dunia 2026, Tonali dan Kean Nyalakan Harapan Italia
Meskipun hanya butuh satu langkah (red: kemenangan) lagi untuk bisa mencapai babak utama turnamen.
Peringatan keras tetap disampaikan Gennaro Gattuso selaku agar Italia tidak terlena.
Hal ini mengingat masih belum ada jaminan lolos bagi Italia, sekalipun sudah memastikan diri tampil di final play-off.
Selain itu, Gattuso ingin mengingatkan bahwa Bosnia yang akan menjadi lawan Italia di final play-off, bukanlah tim sembarangan.
Ada satu dari banyaknya pemikiran yang dimiliki Gattuso ketika ditanya soal Bosnia yang bakal menjadi lawan Italia.
Dan satu pemikiran tersebut ialah Gattuso memperingatkan bahwa Bosnia merupakan tim yang berpengalaman.
"Ada banyak pemain berpengalaman di tim Bosnia, itulah yang membedakan dengan Wales," ujar Gattuso setelah membawa Italia ke final play-off, dilansir laman Football Italia.
"Bosnia bermain bertahan dengan baik, mengandalkan para penyerang andalan mereka,"
"Jadi, Bosnia jelas akan menjadi lawan yang sulit, seperti yang kita rasakan saat melawan Irlandia Utara hari ini," tambahnya.
Apa yang dikatakan Gattuso barangkali tidak sepenuhnya salah.
Meskipun merupakan negara pecahan dari Yugoslavia, Bosnia menjadi salah satu negara yang cukup pesat perkembangan sepak bolanya di benua Eropa.
Hal itu dibuktikan dengan munculnya beberapa pemain berbakat dari negara tersebut, yang membela klub top Eropa dan berkompetisi di liga elit Benua Biru.
Satu pemain yang paling mencolok dan layak dibicarakan ialah Edin Dzeko.
Sekalipun sudah berusia 40 tahun, keberadaan Dzeko di skuad utama Bosnia, jelas punya pengaruh yang luar biasa.
Berstatus sebagai pemain tertua hingga menyandang predikat sebagai kapten utama tim nasional tersebut.
Jelas membuktikan besarnya pengaruh dan peran yang dimainkan Dzeko, dalam perjuangannya untuk membawa Bosnia lolos untuk pertama kalinya ke Piala Dunia.
Pengalaman Dzeko mulai dari memperkuat AS Roma, Manchester City, Inter Milan, Fiorentina, Fenerbahce dan kini Schalke 04, menjadi bukti bahwa kualitasnya sudah teruji di berbagai kompetisi elit Eropa.
Selain Dzeko, ada beberapa pemain Bosnia yang juga layak diwaspadai Italia.
Contohnya Tarik Muharemovic dan Sead Kolasinac yang memperkuat dua klub Italia berbeda yakni Sassuolo dan Atalanta sebagai bek tengah di timnya masing-masing.
Jangan lupakan juga sosok pemain berpengalaman lain seperti Nikola Vasilj (kiper), Nikola Katic (bek), Ivan Sunjic (gelandang), dan Ermedin Derimovic (penyerang) yang menjadi langganan Bosnia.
Tak lupa, beberapa pemain muda Bosnia juga tidak bisa dikesampingkan begitu saja oleh Italia.
Sebut saja ada Benjamin Tahirovic (23 tahun), Esmir Bajraktarevic (21 tahun) dan Amar Dedic (23 tahun) yang sudah menjelma sebagai gelandang andalan Bosnia setiap laga internasionalnya.
Melihat nama, asal klub hingga pengalaman yang dimiliki skuad Bosnia, Italia jelas perlu waspada, agar tidak mengalami nasib tragis gagal ke Piala Dunia lagi, karena terlalu meremehkan tim lawan.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)