TRIBUNJATIM.COM - Sempat viral di media sosial kisah Asep penjual cilok yang mudik jalan kaki dari Bandung ke Ciamis.

Ia mengaku tak punya ongkos hingga hanya bawa bekal cilok yang tak laku ia jual.

Apa yang dialami Asep akhirnya didengar Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).

Beberapa waktu lalu, Dedi Mulyadi pun menghubunginya melalui sambungan telepon. 

Baca juga: Kakek Saeful Mudik Jalan Kaki 2 Minggu setelah Ongkosnya Dicopet, Kebingungan saat Ditemukan Polisi

Dalam obrolan yang terekam di YouTube Lembur Pakuan itu, terungkap sisi lain dan gaya hidup Asep.

Apa yang dialami Asep bukanlah akibat kemiskinan, melainkan akumulasi dari pilihan pola hidupnya sendiri.

Asep adalah seorang pria lajang asal Desa Gunung Cupu, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.

Usianya 35 tahun, dan dinilai Dedi Mulyadi masih produktif bekerja dan tak memiliki tanggungan hidup untuk istri.

Sehari-hari, Asep berjualan cilok di kawasan Terminal Leuwi Panjang dan Cipaduyut, Kota Bandung. 

Meski bekerja dengan sistem setoran, Asep masih bisa mengantongi keuntungan bersih sekitar Rp30.000 hingga Rp40.000 per hari.

"Punya uang mah, cuma tidak cukup, Pak," aku Asep saat ditanya mengapa ia nekat berjalan kaki selama 9 jam hingga sampai ke Pos Nagreg, melansir dari TribunJabar.

Uang Dipakai untuk Rokok dan Naik Gunung

Dedi Mulyadi lantas membongkar pengeluaran Asep. 

Rupanya, tabungan yang seharusnya bisa digunakan untuk ongkos mudik atau dikirim ke orang tua, habis digunakan Asep untuk memuaskan hobinya mendaki gunung. 

Tak hanya itu, sebagai seorang perokok, Asep bisa menghabiskan Rp10.000 setiap harinya hanya untuk sebungkus rokok.

Pola hidup inilah yang membuat Asep seringkali berada dalam posisi sulit secara ekonomi. 

Bahkan, ia mengaku jarang mengirim uang untuk membantu ibunya di kampung halaman.

"Berarti kesusahan ini diciptakan oleh siapa? Oleh diri sendiri," ujar KDM dalam percakapan tersebut yang kemudian diamini oleh Asep dengan nada menyesal.

Meski sempat menyemprot Asep dengan kritik tajam, Dedi Mulyadi tetap menunjukkan kepeduliannya. 

Awalnya, Dedi Mulyadi memberikan Rp3 juta.

Kemudian, Dedi Mulyadi bertanya tentang usaha cilok mandiri.

"Kalau jualan cilok tanggungan sendiri, modalnya berapa?" kata Dedi Mulyadi.

"Kalau sendiri, sekitar Rp2juta, soalnya yang mahal rodanya," jawab Asep.

Mendengar hal tersebut, Dedi Mulyadi pun meminta Asep memberikan Rp1 juta kepada ibunya untuk keperluan Lebaran.

"Kedua, yang Rp2 juta belikan roda. Nanti, saya berikan lagi Rp1 juta lewat Haji Mumu untuk modal dagang Bapak," tutur Dedi Mulyadi.

Kemudian, Dedi Mulyadi menanyakan kesanggupan Asep melaksanakan hal tersebut.

"Bapak sanggup enggak melaksanakan itu?" tanya Dedi Mulyadi.

"InsyaAllah, Pak," jawab Asep.

Baca juga: Bawa Bekal Cilok yang Tak Laku, Asep Mudik Jalan Kaki dari Bandung ke Ciamis dan Berharap Tumpangan

Hal tersebut dipertanyakan Dedi Mulyadi karena Asep ternyata hobi naik gunung yang membuat keuangannya sebagian teralokasikan ke sana.

"Oke naik gunung hobi Bapak, tetapi bisa enggak untuk sementara Bapak menyimpan uang dengan baik daripada menghabiskan uang untuk hobi?" tanya Dedi Mulyadi.

"InsyaAllah, Pak" jawab Asep.

Kendati demikian, Dedi Mulyadi menginginkan jawaban tegas dari Asep.

"Bapak sanggup enggak, diatur naik gunungnya, tetapi Bapak fokus dengan usaha Bapak. Kalau ada uang disimpan," kata Dedi Mulyadi.

"Sanggup," timpal Asep sambil mengangguk.

Mendengar janji Asep, Dedi Mulyadi pun menambah modal usaha Asep berdagang cilok sebesar Rp1 juta.

"Kalau bener, saya tambah Rp1 juta lagi," kata Dedi Mulyadi.

Menurut Dedi Mulyadi, Asep sejatinya bisa mengumpulkan uang dari hasil berdagang sehari-hari.

Sayangnya, kata Dedi Mulyadi, Asep lebih fokus dalam mengutamakan hobi naik gunung serta merokok.

Mudik Bawa 50 Butir Cilok

Ia tidak memiliki cukup uang untuk membeli tiket bus di masa arus mudik Lebaran 2026, dikutip dari Kompas (18/3/2026).

Sesekali, Asep mencoba peruntungan dengan menumpang truk yang melintas di jalur yang ia lewati. 

Cara itu menjadi satu-satunya opsi yang tersisa agar ia bisa tetap melanjutkan perjalanan pulang.

Selama dua tahun terakhir, Asep menggantungkan hidup dengan berjualan cilok di kawasan Cibaduyut, Kota Bandung. 

Ia menjajakan dagangannya dengan berkeliling dari gang ke gang, sekaligus tinggal di kontrakan milik juragannya.

Lebaran tahun ini terasa berbeda baginya. Ia tidak membawa banyak uang saat hendak pulang ke kampung halaman.

Baca juga: Nelangsa Gaji Rp8 Juta Tak Dibayar, Jumadi Mudik Jalan Kaki 4 Hari, Jujur ke Polisi: Keluarga Nunggu

Di dalam tas yang dibawanya, hanya terdapat sekitar 50 butir cilok dan sebotol sirup sebagai bekal sederhana. 

Kondisi keuangan yang terbatas membuatnya tidak mampu membeli tiket bus yang harganya melonjak saat musim mudik.

Penghasilan yang ia dapatkan dari berjualan cilok pun tidak menentu. Setiap hari, ia harus menyetorkan Rp700.000 kepada juragan, dengan keuntungan sekitar Rp300.000 jika dagangan habis terjual.

Namun belakangan, penjualannya kerap tidak mencapai target. Dalam beberapa kesempatan, ia hanya memperoleh sekitar Rp100.000 dan tetap harus menyetorkan Rp70.000 kepada juragan.

Situasi tersebut membuatnya kesulitan menyisihkan uang untuk biaya pulang kampung.

“Setoran biasanya tujuh ratus ribu, untungnya cuma tiga ratus. Tapi belakangan jarang habis. Kadang cuma dapat seratus ribu, disetor tujuh puluh ribu ke bos. Uang pulang jadi kurang,” ujar Asep saat ditemui di Pos Pam Cikaledong, Nagreg, Kabupaten Bandung, Selasa (17/3/2026) malam.

Baca juga: Atasan Zalim Tak Beri Upah, Nasib Buruh Mudik Jalan Kaki 4 Hari 4 Malam, Nekat ‘Ditunggu Keluarga’

Dalam perjalanannya, Asep membawa pakaian secukupnya, sisa cilok, serta perlengkapan sederhana. Ia sempat menaiki bus Damri dari Terminal Leuwi Panjang menuju Bundaran Cibiru.

Setelah itu, ia kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dan sesekali mencari tumpangan truk. Cara tersebut ia sebut sebagai “megat”, yakni mencegat kendaraan yang bersedia memberinya tumpangan.

Perjalanan yang ia tempuh tidak selalu berjalan mulus. Ia sempat menumpang truk dari Rancaekek menuju Nagreg, namun kendaraan tersebut berbelok ke arah Kadungora. Ia pun harus turun di tengah jalan.

Dari titik itu, Asep kembali berjalan menuju arah Limbangan dengan kondisi kaki yang mulai terasa lelah.

Ia mengaku sudah terbiasa berjalan jauh karena hobi mendaki gunung.

Meski demikian, berjalan di jalan raya menghadirkan tantangan yang berbeda baginya.

Rasa lelah yang ia rasakan tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara mental. Saat beristirahat di emperan toko atau teras masjid, ia juga kerap merasakan tatapan curiga dari orang sekitar.

“Kadang ada yang nanya, tapi malah disangka yang bukan-bukan,” katanya.

Keinginan untuk bertemu keluarga menjadi alasan utama yang membuatnya terus melangkah. Rindu kampung halaman mendorongnya bertahan di tengah perjalanan yang tidak mudah.

Sebelum merantau ke Bandung, Asep pernah bekerja sebagai nelayan di Indramayu. Ia terbiasa melaut menggunakan jaring dan perahu.

Setelah kembali ke Ciamis, ia berencana kembali ke Indramayu untuk melanjutkan pekerjaan sebagai nelayan.

Baca Lebih Lanjut
Penjual Cilok Mudik Jalan Kaki Ngaku Ongkos Kurang, KDM Kaget Hobi Asep: Susah Diciptakan Sendiri
Ferdinand Waskita Suryacahya
Viral Pemudik Jalan Kaki ke Ciamis, Asep Ungkap Janji ini ke Dedi Mulyadi sampai Siap Bangun Usaha
Fidiah Nuzul Aini
Mudik Bawa THR Rp 50 Juta, Mulyadi Tak Tidur 2 Hari Demi Nyetir Sendirian dari Jakarta ke Sumatera
Ani Susanti
Dedi Mulyadi Tegur Pemuda Minta Sumbangan di Jalan, Beri Bantuan Rp 10 Juta
Taryono
Reaksi Dedi Mulyadi Lihat Ajang yang Cosplay Mirip Dirinya, Harapkan Produktif Bekerja
Rheina Sukmawati
Acuhkan Dedi Mulyadi, Penyapu Uang Koin di Pantura Subang Ketabrak Isuzu Elf Pemudik
Irsyaad W
Dedi Mulyadi Beberkan Realita Mudik 2026, Libur Angkot Tak 100 Persen Atasi Kemacetan
Muhamad Syarif Abdussalam
Cerita Viral Mulyadi Mudik ke Sumbar Bawa Uang Cash THR Rp 50 Juta untuk Sanak Saudara
Fitriadi
Kunjungi Lokasi Kemacetan Akibat Longsor, Dedi Mulyadi Harap Budaya Minta-minta Dihentikan, Ini Alasannya
Siti M
Pendapatan Pajak Kendaraan Jabar Naik 300 Persen: Dedi Mulyadi Janjikan Perbaikan Jalan dan PJU
Muhamad Syarif Abdussalam