TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Manajemen PO Rinra Trans buka suara terkait dugaan penipuan tiket yang menimpa calon penumpang di Mamuju, Sulawesi Barat.

Kasus ini sebelumnya memicu aksi penghadangan bus oleh Aliansi Masyarakat Pattidi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Pati'di, Rabu (25/3/2026) malam.

Manajer PO Rinra Trans, Bobot, menegaskan pihaknya tidak terlibat langsung dalam dugaan penipuan yang merugikan korban hingga Rp10 juta.

Baca juga: Dugaan Penipuan Tiket Rp10 Juta di Mamuju, Warga Botteng Desak Polda Sulbar Usut PO Bus Rinra

Baca juga: PO Bus Rinra Trans dan Bintang Timur Naik Tarif di Momen Libur Nataru

Kronologi Dugaan Penipuan

Bobot menjelaskan, kejadian bermula saat korban hendak memesan tiket rute Mamuju–Makassar.

Namun, seluruh kursi bus saat itu telah terisi penuh.

Sebagai bentuk pelayanan, admin PO Rinra Trans memberikan daftar kontak perwakilan bus lain agar korban tetap mendapatkan transportasi.

Salah satu nomor yang dihubungi korban, yang mengatasnamakan Bus Primadona, diduga merupakan pelaku penipuan.

Korban kemudian diminta mentransfer uang secara bertahap, mulai dari Rp500 ribu, Rp5 juta, hingga Rp4 juta dengan alasan administrasi tiket.

Total kerugian mencapai Rp10 juta.

“Kami sudah menggunakan daftar nomor itu selama satu tahun dan baru kali ini terjadi kasus seperti ini. Kami tidak memiliki hubungan dengan nomor tersebut,” tegasnya.

Manajemen juga menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut.

Kasus ini kini telah ditangani pihak kepolisian.

Buka Opsi Mediasi

Bobot menyebut pihaknya siap mengikuti proses hukum yang berjalan.

Selain itu, manajemen membuka ruang mediasi dengan korban dan keluarga.

Meski merasa tidak terlibat secara hukum, PO Rinra Trans mempertimbangkan tanggung jawab moral.

“Kami siap bertanggung jawab karena prihatin. Namun nominalnya cukup besar, sehingga perlu pendalaman transaksi. Saat ini kami lakukan penyelidikan internal dan mediasi,” jelasnya.

Sebelumnya, ratusan warga sempat mengadang armada bus di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Mamuju sebagai bentuk protes.

Koordinator aksi, Kasmang, mengatakan aksi dilakukan untuk mendesak manajemen merespons keluhan warga.

Kasus ini telah dilaporkan ke SPKT Polda Sulawesi Barat untuk penyelidikan lebih lanjut.

Polisi kini mendalami untuk mengungkap pemilik rekening tujuan transfer korban.

(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi 

Baca Lebih Lanjut
Prakiraan Cuaca Sulbar Jumat 27 Maret 2026: Siang Berpotensi Hujan, Mamasa dan Mamuju Waspada
Nurhadi Hasbi
Dugaan Tindak Pidana Penipuan Kantor AK Law Firm, Polda Babel Pastikan Kasus Masih Berproses
Ardhina Trisila Sakti
Libur Lebaran Makin Seru di Trans Studio Bandung dengan Promo Tiket Hemat!
Detik
Pelni Jakarta catat nol kasus calo tiket selama periode Lebaran 2026
Antaranews
Armada Baru 168 Trans Dirilis, Usung Bus Double Decker Dengan 3 Kompartemen Mewah
Wiwit Purwanto
Jadwal Feri Mamuju–Balikpapan Arus Balik Lebaran 2026, Tiket Wajib Beli Online di Ferizy
Nurhadi Hasbi
Benarkah Terkait Penipuan? Ini Fakta Baru Kasus Pria Tewas Terkubur di Cikeas
Amir M
Arus Balik Feri Rute Mamuju - Balikpapan Mulai Senin Besok Pukul 18:00 WITA Tiket Dipesan Online
Ilham Mulyawan
Arus Balik Lebaran 2026 di Palangka Raya, Ini Daftar Rute dan Harga Tiket Bus di Terminal WA Gara
Sri Mariati
Jadwal Bus AKAP di Terminal Malalayang Manado pada 23 Maret 2026: Rute Gorontalo, Palu hingga Toraja
Frandi Piring