TRIBUNPADANG.COM, PAYAKUMBUH- Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki keindahan alam yang bisa menjadi tujuan wisata akhir pekan.
Kota Payakumbuh dan sekitarnya menyimpan pesona wisata alam yang luar biasa.
Dari lembah yang dramatis, tikungan jalan legendaris, hingga hutan pinus yang memanjakan mata semua tersedia di sini.
Berikut lima destinasi wisata yang wajib masuk daftar kunjungan perantau saat mudik lebaran ke Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota.
Baca juga: 5 Destinasi Wajib Dikunjungi di Tanah Datar, Perpaduan Wisata Budaya dan Alam Minangkabau
Tidak ada kata yang cukup untuk menggambarkan keajaiban Lembah Harau.
Destinasi yang telah mendunia ini menawarkan panorama alam yang memukau, lembah hijau subur yang diapit tebing-tebing granit berwarna kemerahan menjulang setinggi ratusan meter.
Di musim hujan, air terjun megah mengalir deras dari celah-celah tebing, menambah dramatis pemandangan yang sudah luar biasa indah.
Lembah Harau terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, sekitar 47 km dari Kota Payakumbuh.
Kawasan ini terdiri dari beberapa resort wisata alam yang dikelola masyarakat setempat, menawarkan area berkemah, kolam pemandian alami, dan jalur trekking menuju kaki tebing.
Saat Lebaran, suasana Lembah Harau semakin semarak dengan kehadiran ribuan wisatawan yang berfoto, bermain air, hingga sekadar duduk menikmati kesejukan udara pegunungan.
Bagi perantau yang ingin memperkenalkan keindahan Sumatra Barat kepada keluarga yang belum pernah ke sana, Lembah Harau adalah pilihan utama yang tidak akan mengecewakan.
Baca juga: 4 Rekomendasi Wisata Sijunjung Libur Lebaran 2026, Ada Geopark Silokek dan Perkampungan Adat
Kelok 9 adalah salah satu ikon wisata paling terkenal di Sumatra Barat sekaligus merupakan kebanggaan teknik sipil Indonesia.
Ruas jalan berkelok sembilan tikungan tajam yang membelah bukit-bukit hijau ini telah ada sejak zaman kolonial Belanda dan kini telah dilengkapi dengan jembatan layang megah yang menjadi daya tarik tersendiri.
Kelok 9 menjadi jalur wajib bagi perantau yang pulang dari arah Pekanbaru.
Pemandangan sepanjang jalan yang meliuk di antara tebing dan jurang hijau dengan latar belakang hutan tropis yang lebat menjadikan perjalanan itu sendiri sebagai pengalaman wisata yang tak terlupakan.
Banyak perantau yang sengaja berhenti di beberapa titik pandang atau rest area di kawasan Kelok 9 untuk berfoto dan menikmati sajian kuliner khas daerah yang dijajakan oleh pedagang setempat.
Jangan lewatkan momen mengabadikan jembatan layang Kelok 9 dari sudut terbaik yang tersedia, hasilnya selalu memukau dan layak menghiasi galeri foto Lebaran Anda.
Baca juga: Objek Wisata dan Kuliner Bukittinggi yang Sayang Dilewatkan saat Libur Lebaran
Bagi pecinta pemandangan dari ketinggian, Puncak Batu Barigi adalah destinasi yang wajib ditaklukkan.
Puncak ini menawarkan panorama 360 derajat yang luar biasa, hamparan perbukitan hijau, lembah dalam, dan langit biru yang terasa begitu dekat.
Saat kondisi cerah, pengunjung bisa menyaksikan fenomena "negeri di atas awan" yang memesona, di mana gumpalan awan putih mengambang di bawah kaki.
Pemandangan ini menjadi favorit para fotografer dan pemburu sunrise yang rela datang sejak dini hari untuk mendapatkan momen terbaik.
Puncak Batu Barigi dapat dicapai melalui jalur pendakian yang cukup ramah bagi pendaki pemula.
Kawasan ini ramai dikunjungi anak muda yang mencari pengalaman petualangan berbeda.
Pastikan membawa jaket karena suhu di puncak bisa terasa sangat sejuk, terutama di pagi hari.
Bagi yang ingin merasakan sensasi wisata alam yang lebih menantang dan memuaskan, Puncak Batu Barigi adalah jawabannya.
Destinasi satu ini menjadi favorit baru yang sedang naik daun, khususnya di kalangan anak muda dan keluarga muda yang gemar wisata alam dengan fasilitas modern.
Folka Forest Land di Sikabu-Kabu menawarkan konsep wisata yang unik perpaduan sempurna antara keindahan hutan pinus yang asri dengan berbagai fasilitas rekreasi dan kafe yang instagramable.
Di sini, pengunjung bisa menikmati udara segar di bawah naungan pohon pinus yang tinggi menjulang sambil menyeruput kopi atau minuman lokal di Folka Coffee yang mengusung konsep outdoor.
Tersedia pula area glamping, spot foto estetik di berbagai sudut hutan, hingga aktivitas alam terbuka yang cocok untuk semua usia.
Suasana hutan pinus yang sejuk dan tenang menjadi pelarian sempurna dari hiruk pikuk libur Lebaran yang biasanya penuh keramaian.
Folka Forest Land Sikabu-Kabu membuktikan bahwa wisata alam dan kenyamanan modern bisa hadir dalam satu tempat yang memukau di tanah Minangkabau.
Kapalo Banda Taram adalah destinasi wisata yang berbeda dan unik dari keempat destinasi sebelumnya.
Berlokasi di Nagari Taram, Kecamatan Harau, tempat ini merupakan kawasan wisata berbasis alam dan budaya yang memanfaatkan keindahan sistem irigasi tradisional atau banda yang telah digunakan masyarakat Minangkabau selama berabad-abad untuk mengairi sawah.
Aliran air jernih yang membelah hamparan sawah hijau, suara gemericik air, dan pemandangan alam pedesaan yang masih sangat asri menciptakan atmosfer ketenangan yang sungguh menyegarkan jiwa.
Di kawasan Kapalo Banda Taram, pengunjung dapat menikmati wisata susur sungai, bermain air di aliran irigasi yang jernih, berfoto di jembatan kayu tradisional, hingga menikmati kuliner khas kampung yang otentik.
Tempat ini sangat direkomendasikan bagi perantau yang rindu dengan suasana kampung halaman yang damai dan ingin memperkenalkan keindahan alam serta kearifan lokal Minangkabau kepada anak-anak mereka.
Kapalo Banda Taram adalah pengingat bahwa keindahan sejati seringkali tersembunyi di tempat yang paling sederhana.
Lima destinasi di atas membuktikan bahwa kota Payakumbuh menyimpan kekayaan wisata alam yang tak kalah indah dari destinasi mana pun di Indonesia. (Mg/ Widya Susanti)