TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Dony Tri Pamungkas dipercaya tampil sebagai starter dalam laga FIFA Series 2026 Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis.
Penampilan Don selama 90 menit penuh membantu Timnas Indonesia menang telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis, Jumat (27/3/2026).
Pemain berusia 21 tahun tersebut mendapatkan kepercayaan dari pelatih John Herdman untuk menempati posisi bek kiri.
Di balik kiprahnya yang terus mekar, pesepakbola asli Boyolali yang menapaki karier sejak kecil berkat bimbingan sang kakak.
Ari Dwi Santoso, kakak Dony yang juga mantan pemain timnas era 2010-2012, sangat menentukan.
Sang kakak lah yang menggembleng Dony sejak dini, membentuk disiplin dan mental juara yang akhirnya membawanya ke tim nasional.
Dony lahir dan besar di Dukuh Tegalrejo, RT 08, RW 02, Desa Gumukrejo, Kecamatan Teras.
Sejak SD, Dony sudah dimasukkan ke Sekolah Sepak Bola (SSB) Pandanaran.
Latihan fisik rutin dilakukan setiap pagi dan sore, mulai dari lari hingga berenang di Umbul Pengging.
Ketekunan itu meningkat saat ia masuk bangku SMP.
Alumni SMPN 3 Teras ini semakin disiplin dalam mengasah fisiknya.
Tidak hanya latihan formal, Dony juga sering mengikuti kompetisi lokal, termasuk turnamen tarkam dan pertandingan antar-desa.
Meskipun lahir dari keluarga sederhana dan tinggal bersama sang ibu yang sehari-hari berjualan es degan, tekadnya untuk berlatih tak pernah surut.
"Memang dulu sering latihan di Lapangan desa sini. Dari kecil sudah kelihatan suka sepak bola. Lalu dilatih kakaknya yang juga pernah jadi anggota Timnas. Tiap pagi sama sore, pasti bocahnya (Dony) sudah latihan di lapangan. Rutin dia lari sambil narik ban itu," kenang tetangga Dony, Widiantoro (29).
Ketekunan Dony membuahkan hasil. Ia melenggang ke Jakarta dan berhasil lolos seleksi Persija U16, melanjutkan pendidikan SMA di Ibu Kota, serta kini berstatus mahasiswa di UTP Surakarta.
Tidak hanya fokus pendidikan, Dony terus mengasah skill sepak bolanya, hingga akhirnya berhasil menembus timnas U19 dan U23.
Perjalanan ini membuktikan bahwa bimbingan sang kakak, disiplin, dan kerja keras menjadi kombinasi yang sempurna untuk meraih mimpi.
Baca juga: Dari Boyolali Bisa Tembus Timnas Indonesia, Dony Tri Ungkap Jasa Besar Shin Tae-yong sebagai Pelatih
Meski kini masuk klub mentereng dan timnas, Dony tetap dikenal rendah hati.
Widiantoro mengungkapkan, Dony masih kerap berkumpul dengan teman masa kecilnya.
"Tiap lebaran pulang ke rumah nyekar di makam bapaknya. Tiap pulang selalu srawung sama teman-teman kecilnya. Orangnya biasa saja, kan dari kalangan orang biasa juga. Jadi pulang ya nongkrong sama kami di Hik, biasa saja dia, ya gojekan (Bercandaan) biasa," tuturnya.
(*)