Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Pemain Timnas Indonesia, Dony Tri Pamungkas, menyempatkan diri pulang ke kampung halamannya di Dukuh Tegalrejo, Desa Gumukrejo, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, sebelum memenuhi panggilan Timnas Garuda.
Hal tersebut diungkapkan oleh ibunda Dony, Saparti (56), saat ditemui wartawan TribunSolo.com, Sabtu (28/3/2026).
Baca juga: Tetangga Bangga Dony Tri Pamungkas Tembus Timnas Indonesia, Boyolali Ikut Harum
Baca juga: Pesan Menyentuh Ibunda Dony Tri Pamungkas di Boyolali: Jangan Merasa Puas Diri, Buktikan Kemampuanmu
"Kemarin sebelum dipanggil Timnas sempat pulang ke Boyolali," ujarnya.
Kepulangan tersebut dimanfaatkan Dony untuk melakukan sejumlah kegiatan bersama keluarga. Salah satunya adalah berziarah ke makam sang ayah.
"Sempat pulang itu pertama untuk nyekar bapaknya. Setiap ada panggilan Timnas, selalu meluangkan waktu pulang. Walaupun hanya satu dua hari, dia pasti pulang," jelasnya.
Selain itu, Dony juga memanfaatkan momen tersebut untuk bersilaturahmi dengan keluarga besar menjelang Hari Raya Idul Fitri.
"Sekalian silaturahmi mau Lebaran ke saudara-saudara. Neneknya, bude-budenya semua didatangi," paparnya.
Diketahui, kunjungan Dony ke kampung halaman tersebut dilakukan sekitar tiga hari sebelum Lebaran.
Sosok pemain Timnas Indonesia, Dony Tri Pamungkas, yang berasal dari Kabupaten Boyolali, menjadi kebanggaan warga sekitar, termasuk para tetangganya.
Salah satu tetangga, Aris Mulyono (36), mengaku bangga atas pencapaian Dony. Hal tersebut disampaikannya kepada wartawan TribunSolo.com, Sabtu (28/3/2026).
"Yo nek ora bangga aku diuncalke kaya kene no (kalau tidak bangga, saya dilempar dari sini)," ujarnya sambil tertawa.
Aris mengaku mengetahui perjalanan Dony sejak awal sebelum akhirnya berhasil menembus Timnas Indonesia.
Ia juga menyinggung sosok kakak Dony, Joko Sasongko, yang lebih dulu menekuni dunia sepak bola.
"Ngerti dari dulu main seperti itu, sekarang disuruh tidak bangga ya tidak mungkin. Namanya bisa mengharumkan nama daerah juga," jelasnya.
Menurut Aris, keberhasilan Dony turut membawa dampak positif bagi nama Kabupaten Boyolali yang semakin dikenal luas.
"Gara-gara Dony, juga Joko Sasongko, Boyolali jadi dikenal, tidak hanya di luar daerah tapi juga sampai luar Jawa, bahkan se-Indonesia," katanya.
Ia pun berpesan agar Dony terus berjuang dan memberikan yang terbaik saat bertanding bersama Timnas Indonesia.
"Terus berjuang, harumkan nama negara," pungkasnya.
Ibunda pemain tim nasional (Timnas) Indonesia Dony Tri Pamungkas, Saparti (56) memberikan pesan kepada sang putra yang sedang membela Timnas dalam laga FIFA Series 2026.
Ia mengatakan, supaya Donny dapat memberi penampilan terbaik dan tidak membuat kecewa.
"Untuk anak saya Dony Tri, ibu selalu mendoakan yang terbaik. Semoga karyanya semakin sukses, jangan merasa puas diri," ujarnya saat ditemui wartawan TribunSolo.com di Dukuh Tegalrejo, Desa Gumukrejo, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali pada Sabtu (28/3/2026).
Saparti menambahkan, agar Dony dapat membuktikan kemampuannya dalam bermain kulit bundar.
"Buktikan kemampuanmu. Jangan mengecewakan negara, dan klub di Persija. Jangan sampai mengecewakan," ucapnya.
Dony merupakan putra ketiga Saparti, dari tiga bersaudara.
Dimana sang kakak pertama, juga pemain sepak bola bernama Joko Sasongko.
Keluarga Dony sendiri, merupakan keluarga sederhana.
Ibunda Dony, sehari-hari bekerja sebagai penjual es kelapa dan mendiang ayahnya bekerja sebagai tukang tambal ban.
Sang ayah, Slameto diketahui telah meninggal sejak tahun 2022.
"Ya itu (aktivitas) selalu melanjutkan jualan es kelapa yang saya buat itu, karena hasil dari itu juga dulu yang untuk memperjuangkan anak-anak itu juga," jelasnya.
"Sampai sekarang tetap saya pertahankan sampai kapanpun. Selagi Ibu masih diberi kesehatan, tetap jualan es kelapa," tambahnya.
Meski karir anak tengah moncer, ibunda Dony tetap memilih hidup sederhana di Kabupaten Boyolali.
"Tapi saya tetap harus mengingat perjuangan saya, itu dari jualan itu (es kelapa). Bapaknya (dulu) tambal ban, ibu itu (asalnya) enggak punya," pungkasnya. (*)