TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPANBukan sekadar hutan, ini adalah oase bagi pemacu adrenalin di Balikpapan, Kalimantan Timur. Jelajahi keseruan lintas alam di Gunung Guntur dan Sumber Rejo. Medan yang menantang, jalur yang menukik, hingga bonus pemandangan kota 360 derajat.

Di balik deru industri dan ramainya bangunan beton sebagai Kota Minyak, Balikpapan rupanya masih menyimpan kepingan "paru-paru" yang bernapas. 

Bukan sekadar deretan gedung kaku, kota ini menawarkan ruang terbuka bagi mereka yang rindu akan pelukan alam dan segarnya udara fajar.

Kali ini, pada Minggu pagi (29/3/2026), TribunKaltim.co ikut merasakan cuaca Balikpapan yang seolah sedang berbaik hati. 

Baca juga: Daftar Harga Paket Ekowisata Jelajah Hutan Lindung Sungai Wain Balikpapan

Sang surya muncul memberikan kehangatan yang pas tanpa bayang-bayang mendung.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh para pecinta olahraga lari untuk membelah belantara dari kawasan ruang terbuka hijau Sumber Rejo dan puncak hutan Gunung Guntur, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. 

Hal yang dirasakan TribunKaltim.co, medan yang biasanya lembap, kali ini tersaji kering dan ramah, mengundang kaki untuk melangkah lebih jauh.

Namun, di balik keindahannya, rute ini menyimpan tantangan yang tak bisa diremehkan.

Jalan terjal, hamparan pasir merah, hingga batu cadas yang keras menjadi "kawan setia" di sepanjang perjalanan belantara semak belukar.

Veronica, warga Karang Rejo Balikpapan yang turut serta dalam olah-raga pagi mix trail run, mengungkapkan bahwa karakter jalur menuju Gunung Guntur memang memiliki daya tarik tersendiri bagi para pelari lintas alam.

Baca juga: Rayakan HUT Ke-129 Balikpapan, Ratusan Warga Ikut Jelajah Alam di Hutan Kota Telaga Sari

"Karakter jalurnya cukup menantang adrenalin. Terkadang kita harus menanjak tajam seolah menuju langit, lalu tiba-tiba merosot turun dengan kemiringan yang curam," bebernya kepada TribunKaltim.co.

Ranting-ranting, tumbuhan akar lebat serta pohon ramping seakan jadi penyelamat saat ada rute yang menurun tajam, karena bisa jadi pegangan untuk menjaga keseimbangan tubuh agar tidak tergelincir. Ibarat pepatah, tidak ada rotan, akan pun jadi. 

"Di sini, ketangguhan kaki dan fokus adalah kunci agar tetap tegap dan terhindar dari cedera," ujar Veronica.

Menurutnya, meski Hutan Sumber Rejo dan Gunung Guntur bukan lagi rimba primer yang tertutup rapat tajuk pepohonan tua, kawasan ini tetap menjadi oase yang sempurna di tengah kepenatan kota.

Pantauan TribunKaltim.co, sebagian lahan memang telah bersalin rupa menjadi kebun warga, namun tebing-tebing tanah keras yang terpapar matahari justru memberikan estetika tersendiri.

Dari ketinggian puncak, wajah Balikpapan dengan barisan rumah penduduk terlihat mengecil, memberikan perspektif baru tentang kehidupan yang terus bergerak di bawah sana.

JELAJAH HUTAN BALIKPAPAN - Penjelajah alam hutan Gunung Guntur, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur saat akan melintasi turunan tajam yang terjal dan beralam liar, Minggu (29/3/2026) pagi. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)
JELAJAH HUTAN BALIKPAPAN - Penjelajah alam hutan Gunung Guntur, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur saat akan melintasi turunan tajam yang terjal dan beralam liar, Minggu (29/3/2026) pagi. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO) 

Udara yang bersih dan pandangan lapang menjadi kado istimewa bagi siapa saja yang berhasil menaklukkan puncaknya ruang terbuka hijau Gunung Guntur. 

Di tempat yang sama, Jufriansyah pegiat komunitas Indorunner Balikpapan, menyatakan, bagi komunitas olahraga seperti Indorunner, kawasan hutan terbuka ini bukan sekadar arena untuk membugarkan raga, melainkan ruang untuk melepas penat dari tekanan keseharian. 

Baca juga: 3 Syarat Menjajal Rute Hutan Lindung Sungai Wain Balikpapan, tak Boleh Bawa Telur Bercangkang

Karena bagaimanapun kondisinya, hutan adalah warisan yang harus dijaga bersama demi keberlangsungan ekosistem kota.

Bagi warga pecinta lari, Ini adalah arena olahraga alami yang luar biasa. Warga bisa mengolah tubuh sekaligus menggugah semangat kembali.

"Mari tetap jaga hutan ini, karena ia memberikan keuntungan yang tak terhingga bagi kita," pungkas Jufriansyah.

(TribunKaltim.co/Budi Susilo)

Baca Lebih Lanjut
Wisata NTT, Jelajah Gunung Mutis, Nikmati Keindahan di Puncak Tertinggi di NTT
Alfred Dama
Balik Lebaran Lewat Jalur Alternatif Kopeng, Bonus Panorama dan Jawa Sejuk
Khoirul muzaki
Buludua Coffee di Soppeng Viral, Suguhkan Panorama Gunung dan Area Camping
Muh Hasim Arfah
Embung Ladoyu di Tinondo Kolaka Timur Jadi Spot Foto Hidden Gem, Sajikan Panorama Danau dan Hutan
Sitti Nurmalasari
Wisata Alam Cadas Ngampar Ciamis Diserbu Pengunjung, Naik 20 Persen dari Tahun Lalu
Ferri amiril
5 Rekomendasi Wisata di Tana Tidung Kaltara, Jangan Lupa ke Air Terjun Gunung Rian
Amiruddin
Rekomendasi Wisata Hiking : Ada Gunung Gajah Mungkur di Sukoharjo yang Ramah untuk Pendaki Pemula
Hanang Yuwono
PTMB Balikpapan Perbaiki Pipa Bocor, Warga Diminta Tampung Air, Ini Daftar Wilayah Terdampak
Amelia Mutia Rachmah
Wisata Gumuk Petung Camp, Viewnya Pemandangan Indah Gunung Merapi
Detik
Jalur Pendakian Gunung Dempo Pagar Alam Kembali Dibuka, Ratusan Pendaki Langsung Registrasi
Slamet Teguh