Laporan Wartawan Serambi Indonesia Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM, SABANG - Peristiwa meninggalnya seorang remaja saat snorkeling di perairan Pulau Rubiah, Sabang pada Minggu (29/3/2026), mulai terungkap.
Korban diketahui bernama M Raisul Abrar (18), pelajar asal Desa Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban datang ke Sabang bersama sembilan rekannya, sejak Sabtu (28/3/2026), untuk berwisata setelah mengikuti kegiatan lomba di Banda Aceh.
Keesokan paginya yakni, Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, korban bersama rombongan menuju perairan Pulau Rubiah menggunakan boat sewaan milik warga untuk melakukan aktivitas snorkeling.
Sekitar pukul 08.20 WIB, korban dan teman-temannya mulai turun ke laut menggunakan perlengkapan snorkeling seperti kacamata selam, pelampung, dan sepatu bebek.
Namun, sekitar pukul 08.45 WIB, beberapa rekan korban yang lebih dulu naik ke permukaan mulai menyadari korban tidak terlihat.
Baca juga: BREAKING NEWS - Remaja Asal Banda Aceh Meninggal Saat Snorkeling di Pulau Rubiah Sabang
Pencarian langsung dilakukan di sekitar lokasi.
Lima menit kemudian, sekitar pukul 08.50 WIB, korban ditemukan tidak jauh dari bibir pantai, sekitar satu meter dari pesisir dengan kedalaman sekitar 50 sentimeter.
Saat ditemukan, korban dalam posisi terlungkup dan mengambang, masih mengenakan perlengkapan snorkeling.
Saksi yang melihat kondisi tersebut langsung berenang menghampiri dan mendapati korban sudah tidak sadarkan diri, dengan kondisi mulut berbusa.
Mereka kemudian meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan evakuasi.
Korban segera dibawa ke tepi pantai dan mendapat pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru (CPR) oleh seorang pemandu wisata yang berada di lokasi.
Dalam proses itu, dari mulut korban keluar pasir bercampur air.
Sekitar pukul 09.30 WIB, korban dievakuasi ke Puskesmas Iboih.
Baca juga: Usaha Alat Snorkling di Pulau Rubiah Banjir Permintaan, Pendapatan Sehari Tembus Rp 1,5 juta
Namun, setelah mendapat penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia.
Pemeriksaan visum yang dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB, tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Selanjutnya, jenazah korban diberangkatkan ke Banda Aceh sekitar pukul 12.28 WIB, menggunakan kapal cepat untuk dipulangkan ke pihak keluarga.
Dari keterangan yang diperoleh, sebelum melakukan aktivitas snorkeling, korban diketahui hanya beristirahat dalam waktu singkat.
Ia disebut baru tidur sekitar pukul 03.00 WIB, dan kembali bangun pukul 06.00 WIB.
Selain itu, aktivitas snorkeling yang dilakukan rombongan juga tidak menggunakan jasa pemandu selam, sehingga tidak ada pemeriksaan awal terkait kondisi fisik peserta.
Berdasarkan informasi awal, kondisi tubuh yang tidak sepenuhnya fit diduga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi insiden tersebut.
Meski penyebab pasti masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.
Baca juga: Wisatawan Sesaki KM 0 Sabang, Antrean Foto dan Kendaraan tak Terhindarkan
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi wisatawan untuk memperhatikan kondisi fisik serta aspek keselamatan sebelum melakukan aktivitas laut.
Terutama di kawasan wisata seperti Pulau Rubiah yang ramai dikunjungi saat musim liburan.(*)