Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kasus hilangnya mahasiswi Universitas Lampung ( Unila ) bernama Osmycin Amelia, jelang wisudanya, kini masih ditelusuri pihak kepolisian.

Termasuk komunikasi terakhir Osmycin Amelia, juga menjadi fokus pihak kepolisian, untuk menemukan sang mahasiswi.

Laporan kehilangan ini disampaikan keluarga pada Sabtu (28/3/2026), setelah beberapa hari Osmycin tak pulang ke rumahnya.

Polsek Labuhan Ratu bersama jajaran Polresta Bandar Lampung tengah menyelidiki laporan hilangnya Osmycin.

Kapolsek Labuhan Ratu, Komisaris Polisi (Kompol) Budi Harto memastikan, jika pihaknya telah menerima laporan hilangnya Osmycin dan sedang melakukan berbagai upaya untuk menemukan keberadaan korban.

Baca juga: Keluarga Cemas, Mahasiswi Universitas Lampung Dilaporkan Hilang

“Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujar Budi, Minggu (29/3/2026).

Sebelum dinyatakan hilang, Osmycin diketahui sempat mengunjungi kampus bersama ibunya untuk mengurus berkas wisuda.

Momen tersebut seharusnya menjadi langkah akhir Osmycin menuju kelulusan.

Namun nyatanya, justru menjadi pertemuan terakhir yang diingat keluarga.

Pihak kepolisian kini berupaya menelusuri berbagai kemungkinan, termasuk komunikasi terakhir korban dan relasi pertemanannya.

Pelacakan nomor telepon juga dilakukan dengan dukungan Polda Lampung guna mengetahui titik terakhir keberadaan korban.

Di tengah proses pencarian, keluarga berharap adanya keajaiban sekaligus dukungan dari masyarakat.

Polisi pun mengimbau siapa pun yang memiliki informasi agar segera melapor.

Fakta-fakta

Sejumlah fakta yang terungkap terkait kasus hilangnya Osmycin.

1. Sengaja Pergi

Polsek Labuhan Ratu tengah menyelidiki kasus mahasiswi Universitas Lampung (Unila) yang dilaporkan hilang. 

Polisi juga telah meminta keterangan kepada sejumlah saksi.

Kapolsek Labuhan Ratu Kompol Budi Harto membenarkan pihaknya telah menerima laporan orang hilang atas nama Osmycin Amelia. 

"Benar kemarin ada orang tua yang melaporkan kepada kami. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan," kata Budi Harto, Minggu (29/3/2026). 

Ia mengatakan, untuk menemukan korban, pihak kepolisian tidak bisa bekerja sendiri. 

Budi mengaku pihaknya membutuhkan kerja sama semua pihak, terutama keluarga dan rekan-rekan yang mengenal korban.

Di sisi lain, terus Budi, ada dugaan korban tidak hilang, melainkan sengaja pergi untuk menenangkan diri. 

“Mungkin korban pergi dengan temannya karena ada masalah dengan keluarga atau dimarahi orangtuanya,” ucap Budi lagi.

2. Hilang Menjelang Wisuda 

Menurut kakak kandung Osmycin, Fajar Roman Hariosa, adiknya hilang dua hari menjelang acara wisuda yang dijadwalkan pada Sabtu (28/3/2026) lalu. 

Fajar menjelaskan, Kamis (26/3/2026) pukul 14.00 WIB, Osmycin pergi bersama ibu dan adik bungsunya ke kampus Unila seusai berbelanja perlengkapan wisuda.

"Adik saya turun di depan Kopma Unila. Setelah itu, dia menyuruh ibu dan adik bungsu untuk parkir (mobil) di dekat kandang rusa," jelas Fajar, Minggu (29/3/2026).

Namun, hingga pukul 16.00 WIB, Osmycin tidak juga muncul. 

Ponselnya pun tidak bisa dihubungi.

Sejak saat itulah keberadaan Osmycin tidak diketahui. 

Menurut Fajar, pihak keluarga sudah melaporkan kejadian itu ke polisi. 

Fajar menyebutkan, saat itu Osmycin mengenakan baju cokelat, celana hitam, jilbab hitam, sepatu hitam, dan membawa tas cokelat. 

3. Belum Selesaikan Skripsi

Osmycin Amelia, mahasiswi Ilmu Komputer FMIPA Universitas Lampung yang hilang, ternyata belum menyelesaikan skripsi. 

Mungkin itulah yang menyebabkan si mahasiswi batal mengikuti prosesi wisuda, hingga akhirnya diduga lebih memilih untuk “menghilangkan” diri untuk sementara waktu.

Kepala Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Unila Dwi Sakethi mengatakan, Osmycin belum menyelesaikan sejumlah kewajiban sebagai persyaratan untuk diwisuda. 

"Mahasiswi ini belum menyelesaikan skripsinya," ujar Dwi, Minggu (29/3/2026). 

“Dia hanya tinggal skripsi, seminar usul, dan seminar hasil,” lanjutnya. 

Sebagai konsekuensinya, kata Dwi, Osmycin tidak bisa mengikuti wisuda pada Sabtu (28/3/2026).

Menurut Dwi, kondisi itu yang mungkin membuat yang bersangkutan merasa malu dan memutuskan untuk menyembunyikan diri tanpa diketahui oleh keluarganya.

"Jadi ini mungkin bukan hilang mahasiswinya, tetapi mungkin menyembunyikannya diri," ucap Dwi.

"Kalau perkiraan saya bukan hilang benaran, tapi mahasiswi yang menghilangkan diri," lanjut dia.

Namun, Dwi menegaskan semua itu hanya sebatas dugaan.

4. IPK 3,8

Dia mengaku hingga kini belum mengetahui keberadaan Osmycin.

"Kemarin saya coba chat untuk menanyakan kabarnya. Tapi, belum ada balasan."

"Kami sudah tanya ke dosen, ke mahasiswa lainnya untuk memantau, tapi belum ada kabarnya," kata Dwi lagi.

Secara akademis, kata Dwi, Osmycin tergolong sangat baik karena memiliki indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,8.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

Baca Lebih Lanjut
Keluarga Cemas, Mahasiswi Universitas Lampung Dilaporkan Hilang
Soni yuntavia
Menghilang Jelang Wisuda, Tekanan Skripsi Diduga Bayangi Mahasiswi di Lampung
Soni yuntavia
Rektor Unila Pastikan Pembangunan RSPTN Selesai Akhir April 2026
Taryono
 Adilla Dwi Nur Yadika Sabet Lulusan Terbaik Program Master FK Unila  
Soni yuntavia
Jasad Pria Ditemukan Dibalut Sarung dan Kafan di Lahan Kosong Cikeas usai Hilang 2 Minggu
Rahmat Gilang Maulana
Kondisi Terakhir Ibunda sebelum Meninggal Dunia Diungkap Anji: Gembira, Tak Ada Keluhan
Kharisma Tri Saputra
Viral! Mobil Nyemplung ke Kolam Bundaran HI, Diduga Hilang Kendali
Tribun-video
Jejak Terakhir Alfin Sebelum Ditemukan Tewas Terkubur di Cikeas, Polisi Ungkap Alur Pencarian
Amir M
Keren! Mahasiswi UBL Magang Berdampak di TvOne, Siap Berkarir di Industri Media
Endra Zulkarnain
Remaja Putri di Palembang Dilaporkan Ibunya Hilang Dari Rumah, Nomor HP Tak Aktif Lagi
Slamet Teguh