TRIBUNJATENG.COM, KENDAL – Raut wajah Dani terlihat lega setelah mobil yang dikemudikannya tiba di Rest Area 389 Tol Kendal, Minggu (29/3/2026).
Rombongan pemudik asal Purworejo itu, sempat mengalami trouble kampas kopling yang tak berfungsi sejak masuk Gerbang Tol (GT) Banyumanik, Kota Semarang.
Dani tak mengetahui penyebabnya, padahal sebelum arus balik menuju Karawang dirinya sudah melakukan servis secara berkala.
"Tiba-tiba pas mau oper gigi kopling loss gitu aja," kata Dani saat ditemui Tribun Jateng di Rest Area 389 Tol Kendal, Minggu siang.
Mengetahui kampas kopling mobilnya bermasalah, Dani mencoba tak panik, meski melewati kontur jalan cenderung menurun dari perjalanan GT Banyumanik menuju Kendal melalui Tol Dalam Kota Semarang (ABC) dan Tol Batang-Semarang.
Dia berusaha mencari rest area terdekat untuk beristirahat sembari memperbaiki mobilnya.
"Setelah masuk GT Banyumanik kok nggak nemu rest area, ada di Jatingaleh tapi penuh," sambungnya.
Baca juga: Cerita Pemudik Purworejo ke Karawang Alami Loss Kopling dari Tol Banyumanik - Kendal
Setelah mengemudi mobil dari GT Banyumanik dengan kampas kopling yang tak berfungsi, Dani akhirnya menemukan titik persinggahan di Rest Area 389 Tol Kendal.
"Dalam posisi itu kita memang tidak boleh panik, harus tenang. Mobil saya kemudikan stabil, nggak begitu pelan karena kopling loss jadi tidak oper gigi," terangnya.
Kisah Dani merupakan bagian dari warna-warni arus balik 2026.
Selama perjalanan itu pula, Dani juga sempat menemukan titik kepadatan arus kendaraan terutama saat masuk GT Kalikangkung.
Setelah itu, perjalanan dilalui ramai lancar.
"Cuma mau masuk GT Kalikangkung sedikit ramai tapi setelah itu tidak," sambungnya.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Kendal, Ipda Veri Okta Dwi Saputra mengatakan, Satlantas Polres Kendal memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow yang dimulai dari KM 390-385 di Tol Kendal untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas.
Pada Minggu siang, pihaknya masih menunggu arahan Polri untuk membuka opsi one way yang dimulai dari KM 390 Tol Kendal-KM 248 Tol Pejagan, Kabupaten Brebes.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kendal, AKP Panji Yugo Putranto menerangkan, puncak arus balik sebenarnya telah terlewati, sejak beberapa hari lalu.
Hanya saja, kata Panji masih ada pemudik yang melakukan perjalanan arus balik menuju Jakarta, pada akhir pekan ini.
Lonjakan signifikan
Sementara itu, arus balik Lebaran 2026 di ruas Tol Batang-Semarang, pada Minggu (29/3/2026), terpantau masih ramai.
Lonjakan volume kendaraan yang signifikan membuat pengelola jalan tol bersama kepolisian menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) guna menjaga kelancaran perjalanan menuju Jakarta.
Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), Nasrullah mengungkapkan, hingga saat ini arus kendaraan yang melintas di GT Kalikangkung menuju Jakarta masih tinggi.
Berdasarkan data sementara, pada Sabtu (28/3), tercatat 48.759 kendaraan melakukan transaksi ke arah barat.
“Sementara untuk hari ini (Minggu—Red), data satu hari penuh masih dalam proses rekap. Namun dari pukul 06.00 hingga 12.00 saja, sudah tercatat 10.273 kendaraan melintas menuju Jakarta melalui GT Kalikangkung,” kata Nasrullah kepada Tribun Jateng, Minggu (29//20263).
Untuk mengantisipasi kepadatan, rekayasa lalu lintas one way diberlakukan dari KM 263 hingga KM 70.
Selain itu, kendaraan sumbu tiga masih belum diperbolehkan melintas, dengan pembatasan berlaku hingga 29 Maret pukul 24.00.
Tak hanya data harian, lonjakan arus kendaraan juga terlihat dalam periode arus mudik dan balik Lebaran. Nasrullah menyebutkan, selama H-10 hingga H+4 Lebaran (11–25 Maret), total kendaraan yang melintas di GT Kalikangkung mencapai 217.055 unit.
Angka tersebut melonjak drastis sebesar 186,61 persen dibandingkan kondisi normal yang hanya sekitar 75.733 kendaraan.
Sementara itu, kendaraan menuju Semarang pada periode yang sama tercatat 109.523 unit atau meningkat 44,23 persen.
“Peningkatan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat, terutama yang melintasi GT Kalikangkung sebagai salah satu simpul utama Tol Trans Jawa,” ujar Nasrullah.
Pekalongan-Batang
Puncak arus balik Lebaran 2026 di ruas Tol Pekalongan-Batang (PBTR) mulai terlihat dengan tingginya volume kendaraan yang melintas.
Tercatat, jumlah kendaraan mencapai lebih dari 66 ribu unit dalam sehari, menandai meningkatnya pergerakan masyarakat kembali ke kota asal usai merayakan Idulfitri di kampung halaman.
Asisten Manager Lalu Lintas PBTR, Nur Adzani Fajar mengatakan, berdasarkan data laporan lalu lintas PBTR periode 11-27 Maret 2026, lonjakan arus balik mulai terjadi pada 26 Maret dengan total 65.318 kendaraan, kemudian meningkat pada 27 Maret menjadi 66.112 kendaraan.
"Angka ini menunjukkan, tren kenaikan signifikan setelah sebelumnya sempat mengalami fluktuasi pasca puncak arus mudik," kata Fajar, Minggu.
Fajar menjelaskan, peningkatan volume kendaraan pada arus balik didominasi oleh kendaraan Golongan I atau kendaraan pribadi.
Hal ini mencerminkan, tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke kota-kota besar setelah libur Lebaran. (Agus Salim Irsyadullah/Tito Isna Utama/Indra Dwi Purnomo)