Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Seorang anak berkebutuhan khusus (ABK) berusia 8 tahun asal Kebakkramat, Karanganyar, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di saringan air atau siphon Malangsari, Selasa (31/3/2026).
Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri pencarian yang dilakukan tim SAR sejak korban dilaporkan hilang.
Korban diketahui bernama Faiz Khairul Nizam.
Tubuhnya ditemukan di area penyaring sampah di aliran air wilayah Dusun Malangsari, Desa Malanggaten, Kecamatan Kebakkramat.
Kasubsie Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Tipe B Solo, Basuki, menjelaskan waktu dan lokasi penemuan korban.
"Survivor kami berhasil ditemukan Sipon Malangsari, Desa Malanggaten, Kecamatan Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, yang jarak titik lokasi hilang sampai ditemukan sekira 3-5 kilometer," kata Basuki, Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Tak Kuasa Menahan Duka, Ibu Bocah Tewas di DAM Colo Karanganyar Pingsan di Tengah Kerumunan Pelayat
Ia menambahkan, proses evakuasi berjalan cepat setelah korban ditemukan.
Tim SAR hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk mengangkat tubuh korban dari lokasi penyaring air tersebut.
Kondisi korban saat ditemukan berada di bagian saringan sampah, yang menjadi titik akhir aliran air di lokasi tersebut.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah langsung dibawa ke RSUD Kartini Karanganyar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
"Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawah ke RSUD Kartini untuk dicek dan dimandikan," kata dia.
Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban, sekaligus menjadi perhatian akan pentingnya pengawasan, terutama bagi anak berkebutuhan khusus.
Siphon atau sering disebut juga sipon adalah salah satu struktur dalam sistem pengairan yang berfungsi untuk mengalirkan air melewati rintangan, seperti jalan, sungai lain, atau saluran yang lebih rendah.
Dalam praktiknya, siphon biasanya digunakan pada jaringan irigasi atau drainase.
Secara sederhana, siphon bekerja dengan prinsip perbedaan tekanan dan gravitasi.
Air dialirkan melalui pipa tertutup yang melengkung, turun ke bawah, lalu naik kembali, sehingga bisa melewati hambatan tanpa harus mengubah jalur utama aliran.
Baca juga: Jauh Terbawa Arus, Bocah Hilang di DAM Colo Karanganyar Ditemukan 3-5 Kilometer dari Titik Hilang
Di lapangan, siphon sering berbentuk saluran atau pipa besar yang berada di bawah permukaan tanah atau melintang di bawah jalan.
Pada bagian tertentu, terdapat area penyaring atau saringan sampah untuk menahan material seperti daun, plastik, atau kotoran agar tidak menyumbat aliran air.
Karena fungsinya tersebut, siphon kerap memiliki arus yang cukup kuat, terutama saat debit air meningkat.
Kondisi ini membuat area sekitar siphon perlu diwaspadai, karena berpotensi berbahaya jika dimasuki orang tanpa pengamanan.
Dengan demikian, siphon bukan sekadar saluran air biasa, melainkan bagian penting dari sistem pengelolaan air yang dirancang untuk menjaga aliran tetap lancar meski menghadapi berbagai hambatan di lapangan.