Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol
TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Masyarakat Kampung Demangan, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura, dalam dua hari terakhir diresahkan dengan kemunculan dua ekor buaya berukuran sedang di Sungai Tunjung.
Di sela upaya penangkapan buaya, keresahan warga semakin membuncah setelah seorang ibu dan bocah tiba-tiba hilang, meninggalkan tas ransel di bantaran sungai, Selasa (31/3/2026) pagi.
Sore hari sebelumnya, Senin (30/3/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan bersama pegawai Kecamatan Burneh, hingga Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur merancang perangkap untuk menangkap dua ekor buaya.
Namun kesokan harinya, konsentrasi para petugas mendadak pecah setelah suara tangis histeris memecah keheningan pagi buta di kawasan Sungai Tunjung.
Keberadaan seorang ibu, SR (35) bersama anaknya, IB (8) tidak kunjung ditemukan sejak pukul 03.00 WIB.
"Terakhir jam 4 sudah dicari di seluruh jalan, dia (ibu) membawa tas ransel. Setelah kami kembali dari pencarian, di jalur ini kami menemukan tas ransel yang dibawa si ibu berisikan pakaian, dompet, dan pakaian anaknya," ungkap ipar dari SR, Ila Ritza, Selasa (31/3/2026).
Meski belum sepenuhnya dipastikan bahwa ibu dan anak itu hilang dengan cara menceburkan diri ke sungai, namun pihak keluarga dan warga sekitar sungai semakin diselimuti keresahan setelah salah satu sandal IB ditemukan warga di dasar sungai saat dilakukan upaya pencarian.
Baca juga: Pencarian Remaja hilang di Muara Sungai Bondoyudo Jember Terkendala Gelombang yang Sulit Diprediksi
"Di atas sungai ditemukan sandal ibunya, tapi setelah dilakukan upaya pencarian, ditemukan sandal anak di dalam air. Saya selaku keluarga dari pihak suami berharap keduanya hanya kabur, mengecoh kami dengan meinggalkan tas ransel di atas sungai, ditemukan HP anaknya dalam tas ransel," jelas Ila.
Sosok SR dalam beberapa tahun terakhir memang menjadi perhatian serius pihak keluarga.
Perempuan asal Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, itu disebut Ila Ritza pernah hendak mengakhiri hidupnya.
"Kemarin sebelum Lebaran, mau loncat dari Jembatan Suramadu. Karena itu, suaminya membawa lagi ke Madura agar jauh dari anak meski momen Lebaran kemarin, terpenting si anak tidak bareng ibunya yang sedang sakit," ungkap Ila, Selasa (31/3/2026).
Ia menjelaskan, kondisi kejiwaan SR memang secara mendadak terganggu sehingga IB diputuskan tinggal bersamanya di kawasan dekat Sungai Tunjung.
Baca juga: Nenek 64 Tahun Ditemukan Selamat di Pinggir Sungai Sampang Setelah Dilaporkan Hilang Sehari
Sementara SR tinggal bersama suaminya di Desa Alas Kembang, Kecamatan Burneh, Bangkalan.
Hingga Selasa sore, upaya pencarian terhadap SR dan IB di Sungai Tunjung dihentikan sementara oleh pihak BPBD Bangkalan, Basarnas Madura, Damkar Bangkalan, serta pihak Kecamatan Burneh berikut personel polsek dan koramil setempat.
"Malam sebelum hilang, masih sempat berantem sama suaminya. Dia kalau kondisi kumat seperti gila, tetapi banyakan warasnya. Tetapi ketika kumat, ngajak anak mengakhiri hidup," pungkasnya.
Camat Burneh, Erwin Yoesoef mengungkapkan, pencarian pertama oleh Basarnas Madura, BPBD Bangkalan, petugas Kecamatan Burneh, personel Polsek Burneh dan Koramil Burneh dihentikan untuk sementara pada sore hari.
"Pencarian akan dilanjutkan pada malam ini, masih menunggu kedatangan Tim Penyelam Surabaya. Tim dari Basarnas Sumenep (Madura) bermalam di sini," ujar Erwin kepada TribunMadura.com.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangkalan, Zainul Qomar menjelaskan, ada beberapa kemungkinan berkaitan keberadaan SR dan anaknya, IB.
Pertama memang dimungkinkan tenggelam dan kedua ada informasi bahwa keduanya sengaja meninggalkan barang bukti berupa tas ransel.
Baca juga: Niat Mandi di Sungai Sampang, Siti Berteriak Syok Lihat 2 Balita Tenggelam, Satu Tewas
"Semoga bukan tenggelam tetap kembali ke Bojonegoro. Namun apapun itu, kami tetap mengundang Tim SAR Madura sebagai upaya pencarian seja, tadi pagi subuh bersama warga, kepolisian, kecamatan, dan koramil, BPBD, hingga Damkar," jelas Qomar.
Berdasarkan ketentuan, lanjutnya, pencarian dilakukan selama tujuh hari ke depan.
Saat ini, pihak BPBD Bangkalan telah menerjunkan perahu karet untuk melakukan penyisiran dari hulu hingga hilir sungai.
"Kami kemarin mencari buaya di hilir sungai karena tubuh buaya sempat mengambang, tetapi setelah ada dayung buaya kembali tenggelam," pungkas Qomar.