Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Imam Nawawi

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) sering kali menjadi momen yang menentukan kesehatan mental para pendaftar.

Psikolog Pendidikan Universitas Jember, Senny Weyara Dienda Saputri, S.Psi, M.A, memperingatkan kegagalan di jalur ini dapat memicu stres berlebihan hingga frustrasi jika tidak ditangani dengan tepat.

Senny menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam memberikan penguatan moral serta menyusun rencana cadangan (Plan B) agar siswa tidak terpuruk dalam rasa putus asa yang berkepanjangan.

Pentingnya Dukungan Keluarga 

Senny Weyara mengatakan, siswa butuh dukungan keluarga, supaya bisa kuat mental menghadapi kenyataan hasil SNBP.

"Ada baiknya keluarga juga bisa memberikan penguatan bahwa dia sudah berusaha," ujarnya, Senin (31/3/2026).

Baca juga: Akar Masalah Macet Ketapang-Gilimanuk: 56 Kapal Tersedia, Kapasitas Dermaga Hanya untuk 28 Armada

Menurut Senny, akar perasaan putus asa bahkan frustasi akibat suatu kegagalan, rata rata karena mereka tidak punya rencana cadangan.

"Sebenarnya butuh sekali dukungan orang terdekat, terutama keluarga, orang tua dan taman teman lain bahwa masih banyak hal lain yang bisa dicoba," kata Senny.

Pentingnya Rencana Cadangan

Senny menekankan, kunci menjaga stabilitas mental saat menghadapi seleksi perguruan tinggi adalah dengan tidak menggantungkan harapan pada satu pintu saja.

Pihaknya menyarankan para pendaftar untuk menyusun berbagai rencana cadangan sebagai bantalan jika strategi utama meleset.

Baca juga: Antrean Mengular di SPBU Gresik hingga ke Jalan Raya, Mensesneg Pastikan Harga BBM Tidak Naik

"Kalau hanya terpaku pada satu pilihan, saat terjadi kegagalan, rasa patah semangatnya akan tinggi sekali," papar Senny.

Sebaliknya, dengan menyiapkan alternatif lain sejak awal, beban psikologis siswa akan jauh lebih ringan.

"Tapi kalau kita mengembangkan alternatif lain kita bisa menghadapinya dengan lebih tenang lagi," paparnya.

Waspadai Gejala Murung

Lebih lanjut, Sanny juga memperingatkan orang tua agar waspada jika putra putrinya terus murung berhari hari, karena gagal lolos SNBP.

"Ajak bicara, mendengarkan apa yang dipikirkan saat menghadapi kegagalan, supaya bisa mengembangkan strategi baru langkah selanjutnya seperti apa," ulas Dosen Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jember ini.

Baca juga: Penerimaan Siswa Baru SD-SMP Kota Malang 2026 Pakai Sistem Zonasi, Jarak 250 Meter Jadi Prioritas

Sementara bagi yang lolos SNBP tapi tidak sesuai jurusan dan kampus yang diinginkan, kata Sanny segera siapkan strategi saat mulai kuliah nanti.

"Saat kuliah di sana nanti apa yang harus dilakukan. Kalau jurusan tidak sesuai, perlu belajar lagi mengenali jurusan yang ditarima supaya berhasil di bidang baru yang ditekuni," tuturnya.

Baca Lebih Lanjut
Psikolog Unej: Gagal SNBP Bukan Akhir, Siapkan Rencana Cadangan
Samsul Arifin
SNBP 2026 Picu Kecemasan pada Siswa, Psikolog Jelaskan Apa Penyebab dan Cara Mengatasinya
Hendra
Di Balik Pengumuman SNBP 2026, Ada Harapan dan Doa Orang Tua yang Tak Pernah Putus
Hendra
40 Kata-kata Motivasi Gagal SNBP 2026, Bijak dan Bangkitkan Semangat
Vanda Rosetiati
Orang tua perlu tenang dampingi anak hadapi ujian sekolah
Antaranews
Hasil SNBP 2026 Diumumkan Sore Ini, Berikut Cara Cek dan Linknya
Dwi Prastika
Jadwal Pengumuman Hasil SNBP 2026, Simak Link, Cara Cek, dan Tahapan Selanjutnya
Suci BangunDS
Gagal Lolos SNBP 2026, Masih Bisa Ikut Daftar SNBT 2026, Ini Syarat dan Tata Cara Pendaftaran
Abu Hurairah
Cara Daftar Ulang UM Jalur SNBP 2026, Catat Tanggal Pentingnya
Whiesa Daniswara
Orang tua di Solok respons positif pembatasan medsos bagi anak
Antaranews