Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -  Kehadiran Mie Baso Pangsit Legend MS by Mas Miskam menjadi warna baru di tengah ramainya persaingan kuliner bakmi dan bakso di Kota Bandung.

Meski membawa nama baru, sosok di baliknya, Mas Miskam, sudah lama dikenal sebagai peracik mie baso pangsit yang malang melintang sejak akhir 1980-an.

Mas Miskam mengatakan, konsep yang diusung dalam usahanya kali ini tetap berpegang pada kesederhanaan rasa. 

Ia tidak mengikuti tren penyajian yang berlebihan, melainkan mempertahankan karakter dasar mie dan kuah agar tetap “bersih” di lidah.

“Bakmi kita enggak lebay, kuahnya nggak berminyak, nggak enek. Kita juga nggak pakai saus yang bisa mengubah rasa asli,” ujar Mas Miskam saat ditemui di Braga 8, Jalan Cikapundung, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Warung Baso Cepot, Kuliner Mi Artisan di Tasikmalaya dengan Konsep Prasmanan Gara-gara Covid-19

Pendekatan tersebut terlihat dari penyajian menu yang cenderung sederhana. 

Dalam satu mangkuk mie yamin komplit, misalnya, pelanggan akan menemukan perpaduan mie, bakso kecil, bakso gepeng, dan pangsit rebus tanpa tambahan topping yang berlebihan. 

Ketika dinikmati, rasa gurih kuah kaldu begitu terasa di setiap sendoknya.

Dari sisi tekstur, mie yang disajikan memiliki ciri khas tersendiri. 

Mas Miskam menjelaskan, mie dibuat dengan ukuran sekitar 1 milimeter, sehingga terasa lebih padat dan kenyal. 

Saat diangkat, helaian mie tidak mudah putus, memberikan pengalaman makan yang berbeda dibanding mie pada umumnya.

Proses memasaknya pun tidak membutuhkan waktu lama. 

“Rebusnya sekitar 3 sampai 4 menit saja, nggak terlalu lama, tapi cukup untuk dapat tekstur yang pas,” katanya.

Baca juga: Cuaca Bandung sedang Dingin, Cocok Cicipi Kuliner Legendaris Mie Kocok Mang Nanang

Keunikan lain terletak pada proses produksi yang masih dilakukan secara manual. 

Di tengah penggunaan mesin modern di banyak usaha sejenis, Mas Miskam justru tetap mempertahankan cara tradisional. 

Adonan mie digiling menggunakan alat sederhana, termasuk bambu untuk meratakan adonan.

“Kita masih manual, belum pakai mesin sehingga lebih maksimal,” jelasnya.

Pilihan untuk tetap menggunakan metode tradisional ini berdampak pada kapasitas produksi. 

Saat ini, produksi mie dibatasi sekitar 50 kilogram per hari untuk dua lokasi usaha, yakni di kawasan Cijerah dan Braga.

Selain proses pembuatan, kualitas bahan baku juga menjadi perhatian utama. 

Mas Miskam menegaskan bahwa seluruh bahan yang digunakan merupakan bahan premium. 

“Untuk bakso menggunakan daging sapi bagian paha karena memiliki tekstur lebih padat dan rasa yang lebih kuat,” ucapnya.

Ia juga menambahkan, produk yang dihasilkan tidak menggunakan bahan pengawet. 

Bahkan, berdasarkan pengalaman konsumen, bakso mentah yang disimpan di kulkas dapat bertahan cukup lama tanpa mengalami penurunan kualitas signifikan.

Dalam daftar menu, mie yamin komplit menjadi salah satu andalan. 

Selain itu, tersedia juga bakso goreng yang dijual sekitar Rp20 ribu per porsi berisi tiga buah. Menu lain seperti bihun baso dan varian mie ayam tetap tersedia sebagai alternatif.

Perjalanan Mas Miskam di dunia perbakmian dimulai sejak 1989, ketika ia belajar di salah satu usaha mie di Bandung. 

Baca juga: Sami Raos, Baso Aci yang Viral, Harganya Terjangkau

Pada 1995, ia mulai merintis usaha sendiri dengan gerobakan, berjualan di sejumlah titik seperti Lodaya, Banteng, hingga Burangrang. 

Usahanya terus berkembang hingga memiliki kedai dan beberapa cabang pada era 2000 hingga 2010-an.

Namun, pada 2017, ia memutuskan untuk berhenti sementara dari bisnis tersebut. Brand lamanya kemudian diserahkan kepada keluarga, sementara dirinya memilih fokus pada kehidupan pribadi dan usaha di bidang lain.

“Saya sempat mencoba beberapa usaha lain tapi akhirnya saya kembali ke dunia bakmi dengan konsep baru dengan nama Mie Baso Pangsit Legend MS pada November 2023,” kata dia.

Saat ini, dua lokasi yang dioperasikan memiliki segmentasi pasar yang berbeda. 

Di Cijerah, pelanggan didominasi warga sekitar seperti keluarga dan komunitas ibu-ibu. Sementara di Braga, yang berlokasi di kawasan pusat kota, lebih banyak menyasar pekerja kantoran dan wisatawan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Harga varian menu di Mie Baso Pangsit Legend MS ini pun bergam mulai dari Rp 20.000 saja.

Baca Lebih Lanjut
7 Mie Ayam Kaki Lima Paling Enak di Jakarta, Harga Mulai Rp 10 Ribuan!
Detik
Asal Usul Mie Titi, Jejak Kuliner Khas Makassar yang Berawal dari Kawasan Pecinan Tahun 1950 an
Faiz Fadhilah
Mie Titi, Kuliner Legendaris Khas Makassar yang Selalu Dirindukan Pecinta Cita Rasa Tradisional
Faiz Fadhilah
Mie Titi, Kuliner Khas Makassar yang Berawal dari Sapaan Tionghoa dan Kini Jadi Warisan Keluarga
Faiz Fadhilah
Keistimewaan Mie Titi, Mie Kering Berkuah Kental Khas Makassar dengan Sensasi Gurih dan Renyah
Faiz Fadhilah
Gurihnya Bakso Olohok yang Bikin Tercengang di Sela Megahnya Replika Ka'bah di Plaza Haji Al Qosbah
Kemal Setia Permana
PROMO ALFAMART Gantung Mulai Hari Ini 27Maret - 2 April Ada Mie Sedaap, Indomie, Beras
Hermina Pello
PROMO ALFAMART Paling Murah Sejagat 26-27 Maret Ada PopMie, Mie Sedaap,GoodDay, Dancow, SGM
Hermina Pello
Kuliner Hidden Gem di Solo, Gudeg Setabelan Mbok Nyamik, Rasa Manis, Gurih, Pedas Jadi Satu Piring
Ika Putri Bramasti
Cerita di Balik Konsistensi Cita Rasa Soto Winong Mas Bagong Karanganyar, Kesederhanaan Jadi Kunci
Wahyu Gilang Putranto