TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah derasnya arus konten media sosial yang datang silih berganti, sebuah video singkat justru menyisakan luka panjang.
Bukan sekadar rekaman biasa, melainkan potongan momen yang memperlihatkan betapa mudahnya seseorang dihakimi hanya dari penampilan luar tanpa tahu cerita yang tersembunyi di baliknya.
Seorang bocah SMP bernama Fauzan Akbar mendadak menjadi sorotan publik setelah dirinya menjadi sasaran komentar merendahkan dari seorang wanita dalam video yang viral di berbagai platform.
Dalam video tersebut, terdengar seorang wanita melontarkan komentar bernada menghina terhadap penampilan Fauzan.
Baca juga: Tragis yang Dialami Siswi SD Korban Bully, dari Diludahi, Ditabrak Sepeda hingga Kini Trauma Hebat
Ia bahkan menyebut bocah itu “kampungan” hanya karena pakaian yang dikenakannya.
"Aw aw, skena abis," ujar perekam video dikutip TribunTrends Kamis, 2 April 2026.
Ucapan tersebut langsung memicu gelombang kecaman dari warganet. Banyak yang menilai tindakan itu tidak hanya tidak pantas, tetapi juga menunjukkan minimnya empati terlebih karena ditujukan kepada seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah.
Di balik penampilan sederhana Fauzan, tersimpan kisah yang jauh lebih dalam dan menyentuh hati. Bocah kelas 9 SMP itu ternyata tengah menghadapi kehilangan besar dalam hidupnya.
Ia baru saja ditinggal sang ibunda untuk selamanya. Kepergian tersebut terjadi pada malam takbiran, hanya sehari sebelum Hari Raya Idulfitri momen yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berubah menjadi hari penuh duka bagi dirinya dan keluarga.
Informasi ini diungkap oleh akun TikTok Mega Grup @emamore02, yang menyebut bahwa Fauzan masih dalam kondisi berduka saat video itu direkam.
Tak hanya itu, Fauzan juga dikabarkan sempat mengurung diri di rumah karena videonya viral.
Selain mengurung diri, Fauzan juga enggan berangkat sekolah karena sudah terlanjur trauma.
Setelah kisah sebenarnya terungkap, respons publik berubah menjadi gelombang empati.
Banyak warganet memberikan dukungan moral, doa, serta pesan penguatan untuk Fauzan agar tetap tegar menghadapi cobaan berat di usia yang masih sangat muda.
Kejadian ini menjadi pengingat kuat bahwa apa yang terlihat di permukaan sering kali tidak mencerminkan kenyataan yang sebenarnya.
Baca juga: Gaya Pakaian Disebut Berlebihan, Sarifah Istri Gubernur Kaltim: Kita Gak Hidup untuk Menyenangkan
Seiring viralnya video tersebut, rasa penasaran publik terhadap sosok wanita yang melontarkan komentar pun meningkat. Warganet mulai mencari tahu identitasnya.
Dalam unggahan konten kreator TikTok Arto, disebutkan bahwa perempuan yang terdengar menertawakan penampilan Fauzan bernama Cahaya.
Meski nama dan wajahnya telah beredar luas, hingga kini akun media sosial yang diduga miliknya belum berhasil ditemukan secara pasti.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya etika dalam bermedia sosial. Komentar yang dilontarkan tanpa pikir panjang bisa meninggalkan luka yang dalam, terlebih ketika diarahkan kepada seseorang yang sedang berada dalam kondisi rentan.
Menilai seseorang hanya dari penampilan bukan hanya keliru, tetapi juga berpotensi menyakiti terutama ketika kita tidak mengetahui latar belakang kehidupan mereka.
Di tengah kebebasan berekspresi di dunia digital, empati seharusnya tetap menjadi batas yang tidak boleh dilanggar.
***
(TribunTrends/Jonisetiawan)