Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Harga es teh jumbo berpotensi naik dalam waktu dekat.
Kenaikan ini dipicu melonjaknya harga bahan baku, tidak hanya cup plastik yang tembus hingga 80 persen, tetapi juga gula yang ikut merangkak naik.
Jika kondisi terus berlanjut, penyesuaian harga sekitar Rp500 hingga Rp1.000 per cup dinilai sulit dihindari.
Pemilik usaha Teh Jumbo Ginastel, Kinardi Andrianto (43), mengungkapkan lonjakan harga bahan baku tersebut sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir dan cukup memberatkan pelaku usaha.
Di lapangan, keluhan mulai bermunculan. Kenaikan harga bahan baku seperti plastik dan gula membuat biaya produksi semakin tinggi.
“Banyak mitra yang mengeluh, bukan hanya plastik, gula juga naik. Mereka ingin harga jual es teh dinaikkan, tapi saya sampaikan kita lihat dulu kondisi ini apakah akan terus naik atau tidak,” katanya, Kamis (2/4/2026).
Saat ini, harga es teh yang dijual berada di kisaran Rp3.500 per cup, naik dari sebelumnya Rp3.000.
Baca juga: Harga 1 Dus Cup Plastik dari Rp240.000 Jadi Rp400.000, Toko Plastik di Sukoharjo Mulai Sepi Pembeli
Kinardi menyebut, jika kenaikan harga tak bisa dihindari, penyesuaian masih dalam batas wajar.
“Kami saat ini menjual es teh Rp3.500, sebelumnya Rp3.000. Tapi itu tidak merata di semua daerah. Di wilayah seperti Jakarta, Sumatera, Kalimantan, atau Papua mungkin kenaikannya lebih signifikan,” jelasnya.
Ia berharap harga bahan baku bisa kembali stabil agar pelaku usaha tidak terus terbebani.
“Kami berharap harga bisa turun lagi. Yang penting, bahan dari kami seperti cup, teh, dan varian lain masih belum ada kenaikan. Tapi kalau beli plastik atau gula di luar, memang pasti ada kenaikan,” imbuhnya.
Menurutnya, jika para mitra akhirnya menaikkan harga Rp500 hingga Rp1.000, hal tersebut masih dapat dimaklumi di tengah kondisi saat ini.
“Kalau mitra ingin menaikkan harga Rp500 sampai Rp1.000, menurut saya itu masih wajar, melihat kondisi sekarang,” jelasnya.
Namun, Kinardi sendiri mengaku masih menahan harga untuk mitra usahanya sambil melihat perkembangan situasi meski tekanan biaya semakin terasa.
Baca juga: Di Sukoharjo, Mendag RI Sebut Cari Pasokan Alternatif Bahan Baku Plastik Selain Timur Tengah
“Kalau sekarang kenaikannya gila-gilaan. Dari pabrik bisa sampai 80 persen. Tapi kami yang sudah punya ribuan mitra tidak bisa langsung menaikkan harga bahan yang dibeli oleh mitra,” ujarnya.
“Kami lihat dulu fenomenanya, karena ini baru terjadi. Jadi untuk sementara mitra yang mengambil bahan dari kami belum kami naikkan,” jelasnya.