BOLASPORT.COM - Kabar baik datang dari pemain Timnas Indonesia dan Bangkok United, Pratama Arhan.
Pratama Arhan dikabarkan baru saja menyelesaikan sidang skripsi di Program Sarjana Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang pada Rabu (1/4/2026).
Dilansir dari Antara, Pratama Arhan mengaku sempat grogi saat menjalani sidang skripsi.
Pemain berusia 24 tahun itu lalu bersyukur akhirnya bisa lulus.
Pratama Arhan berharap bisa menjalani wisuda pada tahun ini.
"Sebelum mulai sempat deg-degan, tapi sekarang sudah selesai dan saya sangat senang,"
"Rasanya sangat enak."
"Diiumumkan lulus dengan revisi."
"Saya kerjakan (revisi, red.) lagi secepatnya. Harapannya bisa wisuda tahun ini," kata Pratama Arhan.

Lebih lanjut, Pratama Arhan mengungkapkan misi terbarunya.
Mantan pemain PSIS Semarang kini memiliki niat untuk melanjutkan pendidikan ke S-2.
"Bekal pendidikan ini akan saya manfaatkan sebaik mungkin."
“Bahkan saya sudah berencana mengambil beasiswa S-2 yang diberikan oleh Udinus.”
“Rencananya saya akan mengambil jurusan Ilmu Komunikasi,” ucap Pratama Arhan.
Arhan diadakan mengikuti wisuda pada April 2926 mendatang.
Sementara itu, pengakuan menarik diungkapkan oleh Pulung Nurtantio Andono selaku Rektor Udinus Semarang.
Arhan rupanya angkatan pertama lulusan Udinis yang mengimplementasikan sistem ijazah 'blockchain'.
Udinus telah bekerja sama dengan Dubai Blockchain Center, Indonesia Blockchain Center (IBC), serta Sealbound UAE untuk penerapan ijazah berbasis 'blockchain'.
Adanya sistem itu membuat risiko pemalusuan ijazah semakin sulit.
Pasalnya, ijazah tidak hanya dalam bentuk lembaran kertas tetapi juga ada rekam jejak digital yang transparan, aman dan tidak dapat diubah.
“Sistem ini menjawab tantangan era digital, di mana risiko pemalsuan dokumen semakin tinggi,” kata Pulung Nurtantio Andono.
Lanjut Labih, Pulung Nur Nurtantio memberikan apresiasi kepada Pratama Arhan yang tak melupakan dunia pendidikan.
Ia berharap hal ini bisa diikuti oleh atlet-atlet lainnya.
"Saya ikut senang."
“Ini menjadi contoh positif bagi atlet-atlet lainnya bahwa pendidikan adalah hal yang sangat penting,” ujarnya.