TRIBUNSUMSEL.COM - M. Edo Pratama (26), korban penusukan yang tewas di Jalan Kolonel H. Burlian, seberang SPBU Punti Kayu KM 7, Sukarami, Kota Palembang usai melakukan pengisian solar, Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 04.30 WIB, ternyata pengantin baru.
M. Edo Pratama merupakan warga Jalan Abri Masuk Desa, Talang Jambe, RT 015/RW 004, Kelurahan Sukarami, Palembang.
Ia pengantin baru yang menikah 2 bulan yang lalu.
Adapun korban sehari-hari bekerja sebagai sopir truk dan membawa barang angkutan jika ada pesanan.
Kepergian Edo meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, salah satu kakak kandung korban.
Indra (33), kakak kandung korban menceritakan kalau adiknya baru saja menjalani kehidupan baru setelah menikah 2 bulan lalu.
Bahkan korban juga baru memajang sendiri foto pernikahannya.
"Baru menikah awal bulan Februari 2026 ini. Jadi baru 2 bulan menikah. Dan juga almarhum baru pulang dari mudik Lebaran ke kampung istrinya, dan bawa foto pernikahan dia ke rumah," kata Indra kepada Tribunsumsel.com dan Sripoku.com, saat dijumpai di rumah duka Jalan AMD, Kamis (2/4/2026).
Baca juga: Sopir Truk yang Meninggal Ditusuk Pengawas SPBU Baru Menikah 2 Bulan, Pajang Foto Sebelum Kejadian
Bahkan sehari sebelum peristiwa nahas itu terjadi, almarhum memajang foto pernikahan di dinding dan mengatakan itu menjadi kenang-kenangan.
"Dia bilang ini foto pernikahan untuk kenang-kenangan," ujarnya.
Di keluarga korban dikenal sebagai orang yang rendah hati namun cenderung tertutup ketika menghadapi masalah pribadi.
Almarhum Edo, lanjut Indra, sehari-hari bekerja sebagai sopir truk dan membawa barang angkutan jika ada pesanan.
Pada saat kejadian adiknya itu sedang berada di SPBU untuk mengisi bahan bakar.
"Sudah satu tahunan ini kerjanya nyopir. Punya sendiri (truk), kalau ada pesanan orang minta antar barang dia berangkat," katanya.
Keluarga mengetahui kabar kalau Edo menjadi korban penusukan setelah mendapat telepon dari pihak SPBU.
"Ada orang SPBU yang menghubungi kalau Edo dapat musibah dan lagi di rumah sakit," katanya.
Ia juga cukup menyayangkan tindakan pelaku hingga nahas yang terjadi, menurut Indra kejadian penusukan itu seharusnya bisa dicegah.
Karena salah satu pelaku yang diamankan adalah sekuriti SPBU.
"Harusnya sekuriti kan kalau ada ribut dia menengahi, tapi malah membantu pelaku yang menusuk," katanya.
Meski demikian, keluarga berharap pelaku yang telah diamankan dapat diproses hukum secara tegas dan dijatuhi hukuman setimpal atas perbuatannya.
"Pelaku harus dihukum sesuai aturan yang ada," tutupnya.
Peristiwa ini terjadi di pom bensin depan SPBU 24.301.111 Punti Kayu, Jalan Kol. H. Burlian KM 7, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami, Palembang.
Berawal saat korban mengisi bahan bakar solar menggunakan mobil truk.
Namun, saat sedang mengisi bahan bakar, tiba-tiba mesin pompa SPBU mati.
Selanjutnya, saksi DN menjelaskan bahwa waktu untuk mengisi bahan bakar solar telah selesai, namun saat itu korban tidak terima karena bahan bakarnya belum selesai diisi.
Selanjutnya, korban pun menemui pelaku SI (25) selaku pengawas SPBU dan setelah bertemu terjadilah cekcok mulut antara korban dengan pelaku SI.
Terbawa emosi, saat itu korban mengajak untuk berkelahi di luar SPBU karena tidak terima dengan penjelasan pelaku.
Setelah itu, korban pun meninggalkan SPBU dan menunggu di seberang jalan depan SPBU.
Saat korban menghentikan mobilnya di depan SPBU, kemudian pelaku SI menghampiri korban bersama dengan pelaku EPP (22) yang sebelumnya telah dipanggil pelaku SI untuk menemui korban.
Saat bertemu dengan korban dan korban turun dari mobil, terjadi perkelahian antara korban dengan pelaku SI dan pelaku EPP.
Ketika perkelahian terjadi, pelaku SI kemudian menusuk korban di bagian dada sebelah kiri menggunakan senjata tajam yang dibawa pelaku.
Setelah ditusuk, korban pun terjatuh. Mengetahui korban mengalami luka, lalu saksi AR yang merupakan karyawan SPBU kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Myria.
Saat sampai di rumah sakit dan akan mendapat pertolongan, korban akhirnya meninggal dunia.
Mendapati peristiwa itu, piket polsek, fungsi Polrestabes Palembang, SPKT, reskrim, dan Inafis langsung mendatangi TKP dipimpin Pamapta Ipda Ammar yang saat itu piket.
"Ketika kita mendapati laporan, kita langsung mendatangi TKP dan berkomunikasi dengan Polsek Sukarami. Melakukan olah TKP dan mengambil keterangan saksi-saksi," ucapnya sambil mengatakan melakukan kunjungan ke RS.
Hal yang sama diungkapkan Kapolsek Sukarami, Kompol Alek Andrian, didampingi Kanit Reskrim AKP Ledi.
"Ketika dapat laporan kita langsung mendatangi TKP, lakukan olah TKP, dan memeriksa saksi-saksi. Setelah mengetahui permasalahannya dan mengetahui pelaku, kedua pelaku langsung kita amankan tak berselang lama dari peristiwa tersebut. Hingga kini kedua pelaku masih diperiksa," katanya.
Selain mengamankan kedua pelaku, ditambah Alex, anggota juga mengamankan barang bukti berupa 1 helai kaus warna hitam dan 1 helai celana pendek warna putih, sedangkan untuk barang bukti senjata tajam yang digunakan pelaku untuk menusuk korban saat ini dalam pencarian.
"Korban mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kiri," tutupnya. Laily Fajrianti/ Rachmad Kurniawan/ Tribun Sumsel
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com