TRIBUNSTYLE.COM - Kuliner kaki lima kembali menunjukkan pesonanya di tengah maraknya makanan modern.

Salah satu yang tengah menjadi perbincangan adalah Soto Ayam Lamongan Cak No yang berlokasi strategis di depan RRI Solo.

Warung sederhana ini nyatanya mampu menarik perhatian banyak pelanggan setiap harinya.

Salah satu yang tengah menjadi perbincangan adalah Soto Ayam Lamongan Cak No yang berlokasi strategis di depan RRI Solo.
Salah satu yang tengah menjadi perbincangan adalah Soto Ayam Lamongan Cak No yang berlokasi strategis di depan RRI Solo. (Instagram @jelajahsolo)

Baca juga: Kisah Penjual Hik Pikul yang Masih Setia Keliling Solo, Jalan dari RS Brayat ke Terminal Tirtonadi

Sejak pagi hingga siang hari, antrean pembeli terlihat mengular di sekitar lokasi. 

Baik warga lokal maupun pendatang tampak rela menunggu demi mencicipi soto ayam khas Lamongan yang dikenal dengan cita rasanya yang autentik.

Tak sedikit pula pelanggan yang datang kembali karena ketagihan dengan kelezatannya.

Ciri khas utama dari soto ini terletak pada kuahnya yang berwarna kuning pekat dengan rasa gurih yang kuat.

Kuah tersebut dipadukan dengan suwiran ayam, bihun, telur, serta taburan bubuk koya yang menjadi identitas soto Lamongan.

Perpaduan rasa inilah yang membuat hidangan ini begitu digemari.

Selain soal rasa, harga yang ditawarkan juga tergolong ramah di kantong.

Hal ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi kalangan pekerja dan mahasiswa di sekitar kawasan tersebut.

Dengan porsi yang cukup mengenyangkan, soto ini dianggap sebagai pilihan sarapan yang pas.

Lokasi yang berada di pinggir jalan utama juga memudahkan akses bagi pelanggan.

Namun kondisi tersebut sekaligus membuat area sekitar menjadi cukup padat, terutama saat jam sibuk.

Meski demikian, banyak pembeli tetap antusias dan tidak mempermasalahkan waktu tunggu yang cukup lama.

Fenomena ramainya warung ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki daya tarik kuat.

Di tengah tren makanan kekinian, cita rasa khas daerah seperti soto Lamongan tetap mampu mempertahankan eksistensinya.

Bagi pecinta kuliner, Soto Ayam Lamongan Cak No bisa menjadi destinasi wajib saat berada di Solo.

Namun, disarankan datang lebih awal jika ingin menghindari antrean panjang yang kerap terjadi setiap hari.

(TribunStyle.com/Ika Bramasti).

Ikuti dan Bergabung di Saluran Threads TribunStyle.com

Baca Lebih Lanjut
Kuliner Hidden Gem di Solo, Gudeg Setabelan Mbok Nyamik, Rasa Manis, Gurih, Pedas Jadi Satu Piring
Ika Putri Bramasti
Kisah Efraim Membangun Warung Soto dari Kecintaan Menjelajah Kuliner
Facundo Chrysnha Pradipha
Rekomendasi Kuliner Unik di Klaten : Cicipi Soto Garing Tanpa Kuah, Menu Sarapan Sejak Tahun 1973
Hanang Yuwono
Kuliner Tradisional Masih Diminati, Semar Mendem Laris di CFD Solo
Yurika NendriNovianingsih
Burger Gentong Jumbo Ramai Diburu di CFD Solo
Yurika NendriNovianingsih
7 Mie Ayam Kaki Lima Paling Enak di Jakarta, Harga Mulai Rp 10 Ribuan!
Detik
5 Restoran Keluarga di Solo, Cocok untuk Acara Halal Bi Halal, Ada Adem Ayem dan Ayam Goreng Kartini
Eri Ariyanto
Cerita di Balik Konsistensi Cita Rasa Soto Winong Mas Bagong Karanganyar, Kesederhanaan Jadi Kunci
Wahyu Gilang Putranto
Sejarah Es Gabus, Kuliner Jadul yang Mulai Langka di Solo, Pernah Populer di Tahun 80-90an
Hanang Yuwono
Spot Kuliner Malam di Solo, Rasakan Hangatnya Susu Segar Shi Jack yang Bikin Nagih
Putri Asti