TRIBUNSTYLE.COM - Kuliner kaki lima kembali menunjukkan pesonanya di tengah maraknya makanan modern.
Salah satu yang tengah menjadi perbincangan adalah Soto Ayam Lamongan Cak No yang berlokasi strategis di depan RRI Solo.
Warung sederhana ini nyatanya mampu menarik perhatian banyak pelanggan setiap harinya.
Baca juga: Kisah Penjual Hik Pikul yang Masih Setia Keliling Solo, Jalan dari RS Brayat ke Terminal Tirtonadi
Sejak pagi hingga siang hari, antrean pembeli terlihat mengular di sekitar lokasi.
Baik warga lokal maupun pendatang tampak rela menunggu demi mencicipi soto ayam khas Lamongan yang dikenal dengan cita rasanya yang autentik.
Tak sedikit pula pelanggan yang datang kembali karena ketagihan dengan kelezatannya.
Kuah tersebut dipadukan dengan suwiran ayam, bihun, telur, serta taburan bubuk koya yang menjadi identitas soto Lamongan.
Perpaduan rasa inilah yang membuat hidangan ini begitu digemari.
Selain soal rasa, harga yang ditawarkan juga tergolong ramah di kantong.
Hal ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi kalangan pekerja dan mahasiswa di sekitar kawasan tersebut.
Dengan porsi yang cukup mengenyangkan, soto ini dianggap sebagai pilihan sarapan yang pas.
Lokasi yang berada di pinggir jalan utama juga memudahkan akses bagi pelanggan.
Namun kondisi tersebut sekaligus membuat area sekitar menjadi cukup padat, terutama saat jam sibuk.
Meski demikian, banyak pembeli tetap antusias dan tidak mempermasalahkan waktu tunggu yang cukup lama.
Fenomena ramainya warung ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki daya tarik kuat.
Di tengah tren makanan kekinian, cita rasa khas daerah seperti soto Lamongan tetap mampu mempertahankan eksistensinya.
Bagi pecinta kuliner, Soto Ayam Lamongan Cak No bisa menjadi destinasi wajib saat berada di Solo.
Namun, disarankan datang lebih awal jika ingin menghindari antrean panjang yang kerap terjadi setiap hari.
(TribunStyle.com/Ika Bramasti).
Ikuti dan Bergabung di Saluran Threads TribunStyle.com