Tribunlampung.co.id, Metro - Isak tangis keluarga mengiringi pemakaman Bunga Rosana (22), salah satu korban meninggal dunia akibat terseret arus sungai di kawasan wisata Wira Garden, Lampung, Rabu (1/4/2026).
Mahasiswi semester akhir Fakultas MIPA Universitas Lampung (Unila) itu dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Hadimulyo Barat, Metro Pusat, Kota Metro, pada Kamis (2/4/2026) sore.
Kepergian Bunga meninggalkan duka mendalam, khususnya bagi masyarakat Kota Metro. Ia dikenal sebagai sosok religius, berprestasi, dan memiliki kepribadian yang baik.
Kerabat korban, Khairul Badri, menuturkan bahwa Bunga merupakan seorang hafizah Al-Qur’an 30 juz. Selain aktif di dunia akademik, ia juga menjadi harapan keluarga untuk membantu perekonomian.
“Almarhumah ini aset terbaik yang kami miliki. Ia mahasiswi cerdas yang pernah mewakili MIPA dalam ajang MTQ tingkat universitas dan meraih juara dua kali di tingkat provinsi,” ujar Khairul saat ditemui di rumah duka, Jumat (3/4/2026).
Di lingkungan tempat tinggalnya di Kelurahan Hadimulyo Barat, Bunga dikenal sebagai pribadi yang santun, ramah, dan mudah bergaul. Ia juga menjadi panutan bagi teman sebaya maupun adik-adiknya.
Saat kabar musibah di Wira Garden diterima, Khairul bersama keluarga sempat melakukan pencarian secara mandiri dengan menyisir pinggiran sungai, meski harus menghadapi medan yang sulit.
Kini, keluarga telah mengikhlaskan kepergian Bunga, meskipun duka mendalam masih menyelimuti. Mereka kehilangan sosok yang selama ini menjadi kebanggaan sekaligus harapan keluarga.
Sebelumnya, jasad Bunga Rosana (22) bersama rekannya, Fatmawati (22), sesama mahasiswi Unila asal Kabupaten Tulang Bawang Barat, ditemukan oleh tim SAR pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 10.00 WIB di wilayah Pulau Pasaran, Bandar Lampung.
Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani proses visum sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan.
Peristiwa tragis itu terjadi saat Bunga Rosana, Fatmawati, dan tiga rekannya berlibur di Wira Garden. Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 WIB. Sekitar pukul 12.00 WIB, hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Setelah hujan reda, mereka turun ke area sungai dan berfoto di atas batu. Tanpa disadari, arus deras tiba-tiba datang dari hulu dan menyeret dua korban. Sementara itu, dua rekan lainnya berhasil menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.
Upaya pencarian segera dilakukan oleh tim gabungan sejak siang hari. Setelah pencarian intensif selama satu hari, kedua korban akhirnya ditemukan oleh tim SAR di wilayah Pulau Pasaran, Bandar Lampung, dalam kondisi meninggal dunia.
Komandan Tim Rescue SAR Lampung, Santosa, menyebutkan bahwa jenazah korban ditemukan di titik koordinat 5°27'43.290"S 105°15'53.107"E. Selanjutnya, kedua jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses visum sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)