BATAM, TRIBUNBATAM.id – Suasana kelas 8B di SMPIT Insan Harapan Tembesi tak lagi sama.
Kursi yang biasanya ditempati oleh Rino Arif Bakhtiar kini kosong sehingga menyisakan ruang hampa bagi teman-teman seperjuangannya.
Kepergian Rino dalam insiden lakalantas di jalan Trans Barelang, Minggu (5/4) mendadak meninggalkan duka mendalam, terutama bagi dua sahabat karibnya, Alvin dan Bima.
Bagi mereka, Rino bukan sekadar teman sekelas, melainkan sosok yang selalu mampu menghidupkan suasana dengan canda tawa.
Sosok yang Suka Berbagi dan "Gokil"
Saat ditemui, Alvin dan Bima tak mampu menyembunyikan kesedihan mereka. Di mata para sahabat, Rino adalah pribadi yang sangat baik, pintar, dan yang paling membekas adalah sifatnya yang dermawan.
"Rino itu orangnya baik sekali, suka berbagi sama teman-teman. Dia juga pintar dan hobi bercanda. Kalau ngobrol sama dia itu selalu seru," kenang Alvin dengan mata berkaca-kaca.
Tribun Batam menemui langsung para siswa SMPIT itu, Senin (6/4) siang. Melihat suasana sekolah hingga ruang kelas yang setiap hari diduduko Rino.
Beberapa siswa bercerita tentang sosok Rino. Namun yang paling berkesan datang dari Alvin dan Bima.
Menurut mereka, kehadiran Rino adalah nyawa bagi kelas 8B. Tanpa aksinya yang "gokil" dan celetukan lucunya, suasana belajar kini terasa lebih sunyi.
"Kami merasa sangat kehilangan. Sekarang di kelas terasa jadi sepi. Biasanya dia yang sering buat suasana jadi gokil," ungkap Alvin.
Baca juga: Terungkap Kronologi Kecelakaan Maut yang Tewaskan 3 Pelajar di Barelang, Jalan Turunan Jadi Penyebab
Alvin menceritakan persahabatan mereka telah terjalin sejak masa MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah).
Tidak ada firasat aneh atau pesan terakhir yang disampaikan Rino sebelum ia berpulang.
Kenangan terakhir yang paling diingat adalah saat mereka bergelut dengan angka-angka di hari Kamis pekan lalu.
"Terakhir kami ngobrol hari Kamis, waktu itu lagi ngerjain tugas Matematika dari Ustadz. Tidak ada omongan yang aneh-aneh atau pesan terakhir, semuanya normal seperti biasa," ungkap Alvin.
Kabar kepergian Rino yang tiba-tiba di grup WhatsApp sekolah bak petir di siang bolong bagi Alvin dan Bima. Meski mereka sering bermain bersama, Alvin mengaku dirinya bukanlah teman memancing Rino, namun kabar tersebut tetap membuatnya terpukul hebat.
"Sangat kaget, tiba-tiba ada kabar di grup. Kami langsung merasa kehilangan sekali, kemarin kami sudah ke rumah dan e kuburannya," tuturnya. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)