Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Dya Ayu
TRIBUNJATIM.COM, BATU - Kota Batu memiliki wisata baru bernama Mikutopia yang berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Wisata bertema jamur dengan hiasan dan full warna warni itu kini tengah ramai diperbincangkan.
Selain karena memiliki konsep beda dari tempat-tempat wisata buatan di Kota Batu yang sudah ada, juga karena insiden yang terjadi di sana sejak tahap awal dibuka Maret lalu hingga belum lama ini.
Kejadian pertama adanya pengunjung yang pingsan saat mengantre tiket masuk pada Senin (23/3/2026).
Baca juga: Alarm Berbunyi Otomatis, Dua Pembobol Tower Telkomsel di Kota Batu Diringkus Polisi
Pengunjung bernama Suyati (45), warga Dusun Kekep, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji itu datang bersama suaminya, Muh Ali.
Saat antre tiket masuk bersama suaminya ia pingsan dan kemudian korban langsung membawa korban ke Pos P3K untuk mendapatkan pertolongan awal.
Menurut Kepala Desa Tulungrejo, Suliono saat itu kondisi korban kian memburuk sehingga pengelola wisata mengerahkan unit ambulans desa yang disiagakan di lokasi untuk mengevakuasi korban menuju Rumah Sakit dr. Tri Punten, Bumiaji.
Sayangnya korban atau pengunjung meninggal dunia di perjalanan ketika menuju rumah sakit.
“Benar, ada kejadian itu dan itu menimpa warga kami. Memang yang bersangkutan memiliki riwayat sakit jantung,” kata Suliono kepada Tribunjatim.com, Senin (6/4/2026).
Kejadian berikutnya yang menjadi sorotan ialah saat salah satu wahana di sana bernama wahana Tiram mengalami kerusakan dan patah saat beroperasi hingga membuat pengunjung panik pada Jumat (3/4/2026) lalu.
Kejadian itu dibagikan oleh salah satu netizen di akun TikTok bernama @madesyaki02.
Iva Kartika Sari pemilik akun mengatakan kejadian tersebut terjadi secara tiba-tiba saat tempat wisata dipenuhi pengunjung karena akhir pekan.
“Saat itu tiba-tiba bagian permainan patah sehingga orang-orang teriak dan panik,” ujar Iva.
Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian kerusakan wahana itu. Penumpang yang tengah naik wahana nampak syok. Sementara pengunjung yang tengah menaiki wahana langsung dievakuasi.
Baca juga: Baru Satu Koperasi Merah Putih di Kota Batu yang Terima Bantuan Truk Operasional
Hal lain yang juga menerpa Mikutopia ialah santer soal kelengkapan izin dokumen lingkungan (Amdal).
Munculnya soal Amdal ini setelah terjadinya bencana banjir lumpur yang melanda wilayah Desa Tulungrejo dan sekitarnya.
Soal Amdal Mikutopia, Wali Kota Batu Nurochman mengatakan soal dokumen analisis mengenai dampak lingkungan atau Amdal dari pihak pengelola masih dalam tahap pengurusan.
“Saat ini statusnya memang masih dalam proses administrasi dan teknis,” jelas Nurochman.
Terkait serangkaian kejadian ini pihak manajemen Mikutopia masih belum memberikan konfirmasi saat dihubungi via telefon dan chat WhatsApp.