Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani
TRIBUNJATIM.COM, NGAWI - Viral sebuah video rekaman kamera CCTV berdurasi 18 detik menampilkan aksi pencurian di minimarket.
Tampak pelaku merupakan seorang perempuan, tengah memasukkan 2 kotak dengan cara dijepit diantara kedua kaki, kemudian ditutup dengan gamis.
Setelah itu ia kembali beraktivitas biasa.
Diketahui, kejadian tersebut dialami Kharisma Minimarket, Dusun Pucanganom, Desa/Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, Minggu (5/4/2026), sekira jam 12.00 WIB.
Baca juga: Berhenti Mendadak, Truk Box Justru Bikin Kecelakaan Beruntun 3 Kendaraan di Ngawi, 5 Orang Luka
Ditemui di lokasi Selasa (7/4/2026), Karyawan Minimarket Agus, membenarkan adanya pencurian itu. Menurutnya ada 6 susu kotak formula bayi, yang dibawa kabur oleh pelaku.
“Susu ukuran 1 kilogram 4 buah, sama ukuran 500 gram 2 buah. Awalnya satu orang masuk laki-laki, keliling lihat situasi ada tidak orang,” ujar Agus.
Dirinya menambahkan, tidak lama kemudian muncul 2 pembeli pria dan wanita masuk bersamaan. Menurutnya, 3 orang berpenampilan busana tertutup.
“Kalau yang 2 laki laki masih muda semua. Sama sama pakai sarung. Kalau yang wanita usia ibu ibu, pakai masker jilbab besar, baju gamis,” imbuhnya.
Ia menduga, mereka merupakan satu sindikat yang berkomplot menyasar kawasan. Akibatnya, pihak minimarket mengalami kerugian Rp1 juta lebih.
“Pelaku mengambil langsung di dekat tiang, disembunyikan di bawah kakinya, tidak kelihatan. Cara kerjanya lihai. Namun kami memilih tidak melaporkannya ke polisi,” tuturnya.
Di sisi lain, aksi kejahatan bukan pertama kali ini dialami Kharisma Minimarket. Pada setahun lalu, terjadi pembobolan di bagian tembok belakang. Alhasil tidak sedikit banyak barang raib.
“Sampai sekarang belum ada pelaku yang ketangkap. Kerugian yang dulu lumayan besar,” pungkasnya.
Baca juga: Sejarah Monumen Soerjo di Ngawi, Mengenang Tragedi Gugurnya Gubernur Pertama Jawa Timur
Di tempat yang sama, Kasir Minimarket Nanik, mengaku baru mengetahui stok barang hilang dicuri, setelah dilakukan pengecekan bersama rekan sejawatnya.
“Mulanya mereka tanya obat merk tertentu, tapi di sini tidak dijual, tanya sambil belanja pasta gigi. Pada saat keluar dari minimarket,” tuturnya.
Kendati timbul rasa curiga, Nanik mengaku tidak berani menggeledah komplotan pelaku dan memilih melanjutkan pekerjaan.
“Sempat lihat dan curiga jalannya tidak wajar,Habis jam operasional, kami lihat di daftar barangnya ada tapi di etalase hilang, jadi kami lihat CCTV. Ternyata dugaan kami benar. Pelaku pencuri habis tanya obat ke aku,” tandas Nanik.