Laporan Kontributor Kuningan Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Peluang Persib Bandung meraih hattrick juara Liga semakin terbuka lebar seusai kemenangan penting atas Semen Padang hari Minggu lalu.
"Dengan sisa delapan pertandingan di kompetisi Super League, Maung Bandung berada di posisi paling diunggulkan," kata pengamat sepak bola Kuningan, Erix yang juga mantan Ketua Viking Yogyakarta saat berbincang dengan Tribun, Selasa (7/4/2026).
Erix mengungkap secara hitung-hitungan poin, Persib Bandung saat ini berada di atas angin dibanding pesaing terdekat seperti Borneo FC dan Persija Jakarta.
“Kalau melihat selisih poin, Persib tinggal menjaga konsistensi. Secara matematis, peluang juara sangat besar. Bahkan bisa dibilang sudah 70 persen (juara) di tangan," ucapnya.
Meski sudah berada di atas angin secara klasmen, Eric mengingatkan sepak bola tidak hanya ditentukan oleh faktor teknis di lapangan.
"Namun kami juga menyoroti potensi gangguan non-teknis yang dinilai bisa memengaruhi perjalanan Persib menuju gelar juara."
"Bola itu bundar. Bukan hanya soal permainan, tapi faktor di luar lapangan juga harus diwaspadai. Jangan sampai kejadian masa lalu terulang,” katanya.
Erik menyinggung pentingnya menjaga kondusivitas, terutama menjelang laga-laga krusial, termasuk pertandingan kontra Persija Jakarta yang berpotensi menjadi penentu gelar.
"Kami hanya mengingatkan agar seluruh pihak, termasuk suporter, mampu menahan diri demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Yang penting jangan kalah. Tidak perlu memaksakan menang kalau berisiko. Jangan sampai ada hal-hal non-teknis yang justru merugikan tim,” kata Erix lagi.
Ia juga mengapresiasi peran pelatih Bojan Hodak berhasil membawa Persib tampil solid dan sulit dikalahkan musim ini.
"Ya, kami melihat gaya permainan Persib sebagai kombinasi strategi modern dan fleksibel. Bojan ini jenius. Dia bisa membaca permainan dan memancing lawan. Polanya cair, pemain bisa saling mengisi. Itu yang bikin Persib sulit ditebak,” ujarnya.
Namun, tetap kembali mengingatkan bahwa keberhasilan musim ini perlu diantisipasi dengan manajemen yang kuat, termasuk menjaga stabilitas tim dan pelatih ke depan.
"Kami menilai kedalaman skuad Persib cukup mumpuni untuk mengantisipasi pemain yang dipanggil ke tim nasional, sehingga tidak terlalu mengganggu performa tim secara keseluruhan," katanya.
Di samping itu, kata Erix mengungkap pentingnya membangun hubungan baik antar suporter guna menghindari konflik yang dapat merugikan klub.
“Sekarang waktunya damai. Jangan sampai rivalitas berujung korban. Yang penting Persib bisa mencetak sejarah,” katanya.
Melihat jadwal dengan sisa laga yang ada, Erix sangat optimistis Persib Bandung mampu mengunci gelar juara musim ini.
Namun, tetap harus waspada terhadap faktor non-teknis tetap menjadi kunci.
“Kalau dari segi permainan, Persib sudah sangat kuat. Tinggal bagaimana menjaga situasi tetap kondusif sampai akhir musim,” ujarnya.
Baca juga: Marc Klok Tak Gentar Hadapi Bali United Meski Sebelumnya Menang Telak 6-1 Atas PSBS Biak