TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Kecelakaan maut yang merenggut nyawa tiga siswa SMA Negeri 14 Konawe Selatan (Konsel) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyisakan duka mendalam.

Ketiga pelajar tersebut meninggal dunia dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Selasa (7/4/2026) sekira pukul 13.45 Wita.

Insiden nahas itu berlangsung di Jalan Poros Desa Opaasi, Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konsel. 

Para korban diketahui masih duduk di bangku kelas XI.

Ketiganya dikenal sebagai sosok siswa yang baik, ramah, serta aktif membantu di lingkungan sekolah.

Baca juga: Kronologi Wanita 20 Tahun Tewas Kecelakaan Maut di Jalan Poros Ranoeya Konawe, Ditabrak Truk Hino

Hal itu disampaikan Kepala SMAN 14 Konsel, Nuzul Quryati Hartawati, saat dikonfirmasi TribunnewsSultra.com, Rabu (8/4/2026).

Sebelum kejadian tragis tersebut, salah satu korban berinisial A, siswa kelas XI 2, masih sempat membantu membersihkan ruang laboratorium.

Sementara dua korban lainnya, I dan WS dari kelas XI 1, pada pagi hari juga terlihat membantu guru memindahkan lemari di dalam ruangan.

“Gurunya sempat memberikan uang jajan, tapi mereka menolak. Katanya, ‘tidak usah Bu guru,’ sambil tersenyum lebar,” kata Nuzul.

Tanpa disadari, momen sederhana itu menjadi interaksi terakhir mereka di sekolah.

Kabar duka pertama kali beredar melalui grup WhatsApp internal sekolah.

Saat itu, Nuzul bersama rekan guru tengah dalam perjalanan pulang dan langsung terkejut mendengar informasi tersebut.

Setelah memastikan kebenarannya, pihak sekolah bergegas menuju RSUD Bahteramas Sultra.

Di sana, dua korban, A dan I, telah berada di ruang jenazah.

Sementara WS masih dalam kondisi kritis dan mendapatkan perawatan intensif.

Namun, upaya medis tak mampu menyelamatkan nyawanya.

WS dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.00 Wita.

“Malam itu, saya bersama guru dan tenaga kependidikan ikut mengantar jenazah ke rumah duka,” ujarnya.

Suasana haru menyelimuti masing-masing rumah duka.

Keluarga A tak menyangka kepergian sang anak begitu cepat.

Sebelum kejadian, A bahkan sempat makan siang bersama ayah, ibu, dan kakaknya.

“A dan WS memiliki cita-cita yang sama, ingin menjadi tentara,” jelas Nuzul.

Di rumah duka WS, tangis sang ibu menyentuh hati para pelayat.

WS meninggalkan dua adik yang masih kecil dan dikenal sebagai sosok yang sigap membantu siapa saja.

Dia juga dikenal rajin menabung dari hasil kerja paruh waktu di kebun sawit.

Tabungannya bahkan telah mencapai Rp4 juta yang rencananya akan digunakan untuk membeli sepeda motor.

Duka yang sama juga dirasakan keluarga I, dia meninggalkan satu-satunya kakak perempuan.

Sebelumnya, I sempat meminta izin kepada wali kelas untuk berangkat ke Kolaka menghadiri acara aqiqah anak kakaknya.

Namun takdir berkata lain.

Hari yang direncanakan sebagai momen kebahagiaan justru berubah menjadi hari pemakamannya.

Ketiga korban dimakamkan pada hari ini, Rabu (8/4/2026) di lokasi berbeda.

A dimakamkan di Desa Opaasi pada pukul 10.00 Wita, disusul WS di Desa Laikandonga pukul 11.30 Wita, dan I di Desa Boro-Boro Lameuru pada pukul 12.00 Wita.

“Sebagai pimpinan, saya bersama seluruh dewan guru dan staf tentu sangat terpukul. Kami kehilangan tiga siswa terbaik sekaligus di waktu yang bersamaan,” ujar Nuzul.

Dia menyebut, ketiganya merupakan siswa yang sedang berada pada fase semangat belajar tinggi dan aktif di sekolah.

Sebagai bentuk penghormatan, pihak sekolah menetapkan masa berkabung selama tiga hari.

Nuzul juga berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak, khususnya masyarakat di Ranomeeto Barat, tentang pentingnya keselamatan berkendara.

“Perlu kesadaran bersama untuk mengutamakan keselamatan, terutama bagi anak-anak pengguna kendaraan roda dua,"

"Penggunaan helm sangat penting untuk menghindari dampak fatal saat terjadi kecelakaan,” pungkasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)

 

Baca Lebih Lanjut
‘SMAN 14 Konawe Selatan Berkabung’ 3 Siswa Meninggal Bertabrakan, Teman Sekelas dan Sebelah Kelasnya
Aqsa
Korban Tewas Tabrakan 2 Motor di Ranomeeto Barat Bertambah, 3 Siswa SMAN 14 Konawe Selatan
Aqsa
6 Fakta Kecelakaan Maut di Batam Renggut Nyawa 3 Pelajar SMPIT Insan Harapan
Septyan Mulia Rohman
Pemotor Tewas di TKP Usai Kecelakaan Tunggal di Moramo Utara Konawe Selatan, Patah Tulang Leher
Sitti Nurmalasari
Kecelakaan Maut di Batam Tewaskan 3 Pelajar SMP, Polisi Soroti Bonceng Tiga saat Naik Motor
Septyan Mulia Rohman
Baru Tahu Muridnya Sendiri Korban Kecelakaan, Guru Menyesal Tak Bantu Selamatkan saat Melintasi TKP
Arie Noer Rachmawati
Parkiran Taman Tiga Generasi Jadi Alternatif Siswa SMAN 5 Balikpapan, Jukir Raup Penghasilan Harian
Amelia Mutia Rachmah
Breaking News Kecelakaan Beruntun 3 Mobil di Jalan Wisata Toronipa Konawe Sulawesi Tenggara
Sitti Nurmalasari
Kronologi Wanita 20 Tahun Tewas Kecelakaan Maut di Jalan Poros Ranoeya Konawe, Ditabrak Truk Hino
Sitti Nurmalasari
Jembatan Ambruk Diterjang Banjir, Siswa dan Guru Ulee Jalan Peusangan Selatan Naik Boat ke Sekolah
Saifullah