TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Komnas HAM Perwakilan Papua berencana mengambil langkah rekonsiliasi untuk menengahi konflik antara anggota Majelis Rakyat Papua Barat Daya (MRPBD) Selly Kareth dan Senator Paul Finsen Mayor. 

Perselisihan antara kedua tokoh ini sebelumnya telah berlanjut ke ranah hukum dengan aksi saling lapor di Polda Papua Barat Daya.

Baca juga: Kisruh Selly Kareth dan Paul Mayor Berlanjut hingga Saling Lapor di Polda Papua Barat Daya

Kepala Komnas HAM Papua Frits Ramandey menegaskan pihaknya siap meredam konflik tersebut demi menjaga harmoni di Provinsi Papua Barat Daya. 

Menurut Frits, perdebatan yang telah berlangsung selama sebulan ini mulai mengarah pada serangan personal, sehingga memerlukan penyelesaian yang bijak agar tidak berdampak buruk pada masyarakat.

"Jangan biarkan isu ini berlarut-larut karena berisiko merusak harmonisasi masyarakat Papua," ujar Frits pada Rabu (8/4/2026).

Baca juga: Monitoring Penerimaan Peserta Didik Baru SD, Anggota MRPBD Selly Kareth Prihatin Casis OAP Minim

Saat ini, Komnas HAM tengah berkoordinasi dengan kedua belah pihak agar dapat segera dipertemukan. 

Frits berharap sesama putra asli Papua dapat bersatu kembali untuk fokus menyelesaikan berbagai persoalan besar lainnya di Tanah Papua. 

Langkah ini diharapkan menjadi solusi cepat guna mencegah perpecahan di ruang publik.

Kisruh Selly dan Finsen

Selly Kareth anggota Majelis Rakyat Papua Barat Daya (MRPBD), memberikan penjelasan soal komentar Senator Paul Finsen Mayor, hingga viral di akun media sosial (medsos) TikTok.

Diketahui, anggota MRPBD Pokja Perempuan sempat mengeluarkan argumentasi lewat akun medsos, dan direspon oleh Paul Finsen Mayor hingga membuat gempar dunia maya.

Baca juga: Senator Paul Finsen Mayor Bertemu Sekretaris KLHK, Sepakat Tidak Terbitkan Izin Pertambangan Baru

Selly Kareth mengatakan, dirinya sejak awal tak punya itikad buruk dan mendiskriminasi sesama orang asli Papua lewat komentar, yang tersebar di medsos Facebook pribadinya.

"Kemarin saya sudah klarifikasi dan secara pribadi meminta maaf, narasi yang ada itu bukan untuk hina saudara saya asli Papua," ujar Selly di Sorong, Kamis (2/4/2026).

Pihaknya menilai, saat ini ada pihak yang ikut menggoreng narasi di medsos, sehingga muncul pandangan negatif atas setiap suara dan argumentasi kritis di ruang publik.

Selly Kareth anggota Majelis Rakyat Papua Barat Daya (MRPBD) (kiri) dan Senator Paul Finsen Mayor (kanan) di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (2/4/2026).
Selly Kareth anggota Majelis Rakyat Papua Barat Daya (MRPBD) (kiri) dan Senator Paul Finsen Mayor (kanan) di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (2/4/2026). (TribunSorong.com/Safwan)

Selly menegaskan, pihaknya telah meminta maaf secara terbuka, dan mengklarifikasi semua narasi di akun Facebook pribadinya.

"Sebagai tokoh Papua, kita harusnya bisa ambil langkah damai serta menyikapi isu publik dengan kepala yang dingin," katanya.

"Sebagai sesama pejabat dan anak Papua, saya harap kedepankan cara bermartabat."

Dirinya menyadari, sebagai manusia dia tak luput dengan kesalahan, dan semua itu telah disampaikan lewat permintaan maaf terbuka kepada masyarakat di seluruh tanah Papua. (tribunsorong.com/safwan ashari)

Baca Lebih Lanjut
Kisruh Selly Kareth dan Paul Mayor Berlanjut hingga Saling Lapor di Polda Papua Barat Daya
Intan
Haji Uma Mediasi Konflik Lahan Aceh Timur, Bawa Warga Rapat dengan BAP DPD RI dan Kementerian
Ansari Hasyim
Polsek Lembor Manggarai Barat Mediasi Konflik Sopir Travel Ruteng dan Lembor
Eflin Rote
Anindya Bakrie 4 Kali Absen, Mediasi Sengketa Kadin Jabar Berujung Buntu di Jaksel
Muhamad Syarif Abdussalam
Maju Sebagai Caketum, Hans Lodewyk Mandacan Siap Bawa KONI Papua Barat Lebih Transparan
Hans Arnold Kapisa
Komnas Perempuan Buka Lowongan Kerja 2026 Untuk Posisi Staf Bagian Hukum & Kerja Sama, Ini Syaratnya
Adiana Ahmad
Lowongan Kerja Komnas Perempuan Terbaru April 2026 Cek Link Pendaftaran Syarat Lamaran Pekerjaan
Rizky Zulham
Kasus Bullying Viral Siswi SMP di Rejang Lebong Bengkulu Berakhir Damai Usai Mediasi Polisi
Ricky Jenihansen
Polsek Panai Hilir Fasilitasi Mediasi Kasus Bullying di Labuhanbatu, Pertemuan Berakhir Damai
Muhammad Tazli
Polda Babel Siap Hadapi Praperadilan Tersangka AK, Tegaskan Proses Sudah Sesuai Prosedur
Asmadi Pandapotan Siregar